Respons Catatan MSCI 2026, BEI Perbaiki Arus Informasi Pasar Modal

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Minggu, 21 Juni 2026
Respons Catatan MSCI 2026, BEI Perbaiki Arus Informasi Pasar Modal
Ilustrasi BEI, Sumber: infobanknews.

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi hasil evaluasi terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam Global Market Accessibility Review 2026. Penilaian ini menjadi acuan penting bagi investor global untuk menilai keterbukaan pasar modal Indonesia. Secara umum, hasilnya masih positif, namun terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti.

"Tentu kami mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kami selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kami yakini akan menjadi lebih baik," kata Jeffrey di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Catatan yang diberikan MSCI dinilai sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang sedang dijalankan BEI.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris. Emiten telah diwajibkan menyampaikan laporan keuangan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, namun BEI ingin memastikan apakah ada informasi lain yang belum sepenuhnya tersedia.

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kami klarifikasi," ujar Jeffrey.

MSCI juga menyoroti penurunan penilaian arus informasi Indonesia dari positif menjadi negatif. Hal ini menjadi perhatian BEI karena berkaitan dengan kualitas transparansi dan efisiensi pasar.

"Itu (arus informasi) bagian reformasi pasar modal yang kami lakukan. Disitu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan perbaikan itu terus kami lakukan," ujarnya.

Peningkatan kualitas arus informasi dianggap penting dalam reformasi struktural, termasuk keterbukaan data, kecepatan distribusi, serta akses merata bagi pelaku pasar. Meski ada catatan, BEI menegaskan bahwa evaluasi MSCI tetap menunjukkan banyak aspek positif pasar modal Indonesia.

BEI berharap Indonesia dapat mempertahankan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market) dalam klasifikasi MSCI yang akan diumumkan 23 Juni 2026.

Dalam laporan yang dirilis Kamis (18/6/2026), MSCI menilai keterbatasan transparansi data kepemilikan dan aktivitas pasar dapat menghambat pembentukan harga wajar serta membatasi kemampuan investor global menghitung free float saham.

Selain itu, sebagian informasi pasar saham Indonesia belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris, sehingga membatasi akses investor asing terhadap data yang dibutuhkan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua