Emas Dunia 19 Juni 2026 Berpotensi Rebound Usai Penurunan Beruntun

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Jumat, 19 Juni 2026
Emas Dunia 19 Juni 2026 Berpotensi Rebound Usai Penurunan Beruntun
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas dunia mengalami tekanan besar dalam beberapa hari terakhir akibat sentimen kebijakan moneter Amerika Serikat. Setelah terkoreksi tajam selama dua hari berturut-turut, pergerakan logam mulia kini mendekati area jenuh jual dan membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Pada perdagangan Kamis (18/6/2026), harga emas di pasar spot ditutup melemah ke level US$4.188,2 per troy ons. Angka ini menunjukkan penurunan 1,68% dibandingkan dengan hari sebelumnya, sekaligus menggenapi koreksi dua hari beruntun sebesar 3,31%.

Pelemahan emas dipicu oleh hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75%. Meski demikian, proyeksi dot plot terbaru mengisyaratkan sikap lebih ketat ke depan dengan kemungkinan kenaikan suku bunga satu hingga dua kali tahun ini.

Emas sebagai aset non-yielding kehilangan daya tarik ketika suku bunga diprediksi bertahan tinggi. Kondisi ini mendorong institusi finansial global menurunkan target harga emas akhir tahun menjadi US$4.900 per troy ons dari estimasi awal US$5.400.

“Pandangan kami terhadap emas masih konstruktif secara struktural. Namun secara taktikal, perlu waspada karena ada risiko turun dalam jangka pendek,”

Secara teknikal, grafik harian emas masih berada dalam tren turun. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari tercatat di angka 37, mengonfirmasi tekanan jual dominan. Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 63, mencerminkan akumulasi beli yang cukup kuat. Penurunan signifikan sebelumnya diperkirakan memicu aksi beli bersih untuk memanfaatkan momentum technical rebound.

Apabila tren pembalikan arah terjadi, target resisten terdekat berada di kisaran US$4.251–US$4.281 per troy ons. Jika level ini ditembus, harga berpotensi naik menuju US$4.293–US$4.367, dengan target optimistis di US$4.531.

Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, target support terdekat diproyeksikan di level US$4.167 per troy ons. Penurunan lebih dalam di bawah titik tersebut dapat membawa harga menuju US$4.125, dengan batas pesimistis utama di kisaran US$4.032.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua