Prediksi IHSG 15 Juni 2026, Intip Saham HMSP, INDY dan ANTM Hari Ini

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 15 Juni 2026
Prediksi IHSG 15 Juni 2026, Intip Saham HMSP, INDY dan ANTM Hari Ini
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada awal pekan, Senin 15 Juni 2026, diproyeksikan memiliki risiko mengalami koreksi dalam rentang terbatas. Kondisi pelemahan indeks tersebut secara dominan dipengaruhi oleh eskalasi situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar mata uang rupiah.

Posisi mata uang rupiah pada pasar spot terpantau mengalami penguatan terhadap dollar Amerika Serikat atau AS pada momentum penutupan sesi perdagangan di akhir pekan sebelumnya. Mata uang rupiah ditutup mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen menuju ke posisi Rp 17.860 per dollar AS pada hari Jumat 12 Juni 2026. Nilai kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia atau BI turut mencatatkan penguatan sebesar 0,33 persen menuju level Rp 17.921 per dollar AS.

Pergerakan IHSG diperkirakan memiliki area batas penahanan bawah atau support pada level 5.988 serta area batas penahanan atas atau resistance pada level 6.060. Para pemodal dinilai masih akan terus memantau dinamika politik internasional yang berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap risiko di sektor pasar keuangan domestik.

“Untuk Senin kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060, dimana investor masih akan perkembangan geopolitik Timur Tengah serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS,”

Di tengah situasi pasar modal yang berpotensi mengalami fluktuasi, terdapat jajaran saham pilihan yang dapat menjadi fokus perhatian bagi para pelaku pasar retail. Saham PT HM Sampoerna Tbk atau HMSP diproyeksikan bergerak menuju estimasi harga sasaran sebesar Rp 650 hingga Rp 670.

 Di sisi lain, saham PT Indika Energy Tbk atau INDY memiliki potensi untuk bergerak dalam kisaran nilai Rp 2.560 hingga Rp 2.810. Sementara itu, instrumen saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau NCKL dapat dicermati dengan proyeksi pergerakan harga di rentang Rp 930 sampai Rp 990.

Pada analisis lain, area support untuk pergerakan indeks diperkirakan berada pada posisi 5.917 serta 5.803, sedangkan batas resistance indeks diproyeksikan menempati level 6.058 serta 6.178.

“Support 5,917 dan 5,803. Sementara resistance: 6,058 dan 6,178,”

Instrumen investasi saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM direkomendasikan dengan status beli pada koridor harga Rp 2.640 hingga Rp 2.940. Berdasarkan perhitungan teknikal, saham ANTM memiliki area support di level Rp 2.640 dan area resistance di angka Rp 2.960. Target pergerakan naik untuk saham ANTM diproyeksikan mengarah ke level Rp 2.960, dengan mematok batasan pelepasan rugi atau stop loss pada posisi Rp 2.450.

Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA turut direkomendasikan untuk dikumpulkan secara bertahap dalam rentang harga Rp 830 sampai Rp 900. Saham MBMA tercatat memiliki area penahanan support pada Rp 830 serta resistance di level Rp 940, dengan sasaran harga akhir di level Rp 940. Para pemodal direkomendasikan untuk mengeksekusi langkah stop loss apabila pergerakan harga merosot ke bawah level Rp 735.

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA mendapatkan rekomendasi beli pada koridor harga Rp 1.620 hingga Rp 2.020. Secara indikator teknikal, saham TPIA mempunyai landasan support yang kuat pada posisi Rp 1.205 serta area resistance pada level Rp 2.070. Target capaian kenaikan saham TPIA diprediksikan menuju level Rp 2.070, dengan menetapkan batasan area stop loss pada level Rp 1.205.

Berikut adalah detail rangkuman target harga saham:

  • HMSP: Rp 650 - Rp 670
  • INDY: Rp 2.560 - Rp 2.810
  • NCKL: Rp 930 - Rp 990
  • ANTM: Rp 2.640 - Rp 2.940 (Stop Loss: Rp 2.450)
  • MBMA: Rp 830 - Rp 900 (Stop Loss: dibawah Rp 735)
  • TPIA: Rp 1.620 - Rp 2.020 (Stop Loss: Rp 1.205)

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua