Bursa Efek Indonesia Banjir Cum Dividen Hari Ini Mencapai 9 Persen

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 15 Juni 2026
Bursa Efek Indonesia Banjir Cum Dividen Hari Ini Mencapai 9 Persen
Ilustrasi dividen saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kegiatan pembagian keuntungan saham di pasar modal dalam negeri masih dapat dimanfaatkan oleh para pemodal pada hari Senin, 15 Juni 2026. Terdapat belasan perusahaan tercatat yang merealisasikan batas akhir kepemilikan saham untuk mendapatkan dividen pada hari ini dengan tingkat keuntungan berkisar hingga 9 persen.

Masa cum dividen sendiri merupakan tenggat waktu pamungkas bagi investor untuk memegang saham agar tetap memiliki hak atas pembayaran keuntungan. Para pemodal yang berminat mendapatkan hak tersebut dapat melakukan pembelian saham terkait sampai penutupan sesi perdagangan sore nanti.

Mengacu pada data resmi yang dirilis otoritas bursa, ada total 12 perusahaan yang menjadwalkan batas akhir pembagian keuntungan pada 15 Juni 2026. Agenda peniadaan hak dividen akan berlangsung pada 17 Juni 2026, sedangkan proses pendataan pemegang saham yang berhak dijadwalkan pada 18 Juni 2026.

Bila melihat pada posisi harga penutupan pasar per tanggal 12 Juni 2026, saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) memberikan proyeksi keuntungan tertinggi bagi pemegang saham, yaitu berkisar di angka 9,25 persen.

Di bawah ini merupakan rincian perhitungan proyeksi tingkat keuntungan dividen dari tiap-tiap emiten:

Kode: AMIN Dividen per Saham: Rp 10,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 260 Estimasi Yield: 3,85%

Kode: BALI Dividen per Saham: Rp 30,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 1.210 Estimasi Yield: 2,48%

Kode: BBCA Dividen per Saham: Rp 20,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 5.925 Estimasi Yield: 0,34%

Kode: BPII Dividen per Saham: Rp 2,78 Harga 12 Juni 2026: Rp 438 Estimasi Yield: 0,63%

Kode: GHON Dividen per Saham: Rp 178,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 1.925 Estimasi Yield: 9,25%

Kode: IDEA Dividen per Saham: Rp 0,50 Harga 12 Juni 2026: Rp 64 Estimasi Yield: 0,78%

Kode: IFII Dividen per Saham: Rp 6,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 222 Estimasi Yield: 2,70%

Kode: KIJA Dividen per Saham: Rp 2,0349 Harga 12 Juni 2026: Rp 116 Estimasi Yield: 1,75%

Kode: SBMA Dividen per Saham: Rp 1,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 105 Estimasi Yield: 0,95%

Kode: SMSM Dividen per Saham: Rp 40,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 1.640 Estimasi Yield: 2,44%

Kode: TOSK Dividen per Saham: Rp 0,45 Harga 12 Juni 2026: Rp 56 Estimasi Yield: 0,80%

Kode: TSPC Dividen per Saham: Rp 50,00 Harga 12 Juni 2026: Rp 2.440 Estimasi Yield: 2,05%

Berdasarkan besaran nilai uang tunai, nilai pembagian dana terbesar diwujudkan oleh GHON dengan jumlah Rp 178 untuk tiap lembar saham.

Di sisi lain, untuk kategori korporasi dengan nilai kapitalisasi pasar kelas atas, Bank Central Asia Tbk menyalurkan keuntungan berkala pertama senilai Rp 20 per saham. Langkah ini menandai momentum perdana BBCA mengeksekusi pendistribusian keuntungan saham berkala setiap triwulan sekali yang diawali pada tahun 2026.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai jadwal penyaluran dana dividen korporasi yang mencatatkan batas akhir pemilikan pada hari Senin, 15 Juni 2026:

AMIN: Dividen Rp 10 per saham, pembayaran pada 8 Juli 2026 BALI: Dividen Rp 30 per saham, pembayaran pada 2 Juli 2026 BBCA: Dividen Rp 20 per saham, pembayaran pada 26 Juni 2026 BPII: Dividen Rp 2,78 per saham, pembayaran pada 9 Juli 2026 GHON: Dividen Rp 178 per saham, pembayaran pada 24 Juni 2026 IDEA: Dividen Rp 0,50 per saham, pembayaran pada 9 Juli 2026 IFII: Dividen Rp 6 per saham, pembayaran pada 6 Juli 2026 KIJA: Dividen Rp 2,0349 per saham, pembayaran pada 9 Juli 2026 SBMA: Dividen Rp 1 per saham, pembayaran pada 8 Juli 2026 SMSM: Dividen Rp 40 per saham, pembayaran pada 2 Juli 2026 TOSK: Dividen Rp 0,45 per saham, pembayaran pada 7 Juli 2026 TSPC: Dividen Rp 50 per saham, pembayaran pada 9 Juli 2026

Jika mengalkulasi angka penutupan pasar per 12 Juni 2026, lima emiten yang mempunyai proyeksi tingkat keuntungan dividen paling melimpah dalam pengumuman ini ditempati oleh GHON (9,25%), AMIN (3,85%), IFII (2,70%), BALI (2,48%), dan SMSM (2,44%).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua