Pasar Global Merosot, IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak Melemah

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 11 Juni 2026
Pasar Global Merosot, IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak Melemah
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Kamis pagi diproyeksikan mengalami penurunan di tengah eskalasi ketegangan wilayah Timur Tengah.

Kondisi tersebut terjadi setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup melorot pada perdagangan Rabu malam, dengan indeks Dow Jones menyusut 1,87 persen, S&P 500 terkoreksi 1,62 persen, dan Nasdaq terpangkas 1,98 persen.

Kemerosotan di Wall Street dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menilai proses negosiasi dengan Iran berjalan terlalu berlarut-larut, sehingga memunculkan ancaman tindakan lanjutan.

Seiring pergerakan tersebut, tingkat imbal hasil obligasi U.S. Treasury tenur 10 tahun merangkak naik sebesar 3,58 bps menuju level 4,552 persen, yang dibarengi penguatan U.S. Dollar Index sebesar 0,04 persen ke posisi 99,95.

Sementara itu, pergerakan di pasar komoditas dunia pada perdagangan Rabu kemarin mayoritas justru berakhir di zona hijau.

Minyak mentah jenis WTI melonjak 2,07 persen ke angka USD 90,03 per barel, dan minyak mentah varian Brent terkerek 1,80 persen menjadi USD 93,10 per barel.

Untuk komoditas batu bara tercatat menguat 0,71 persen ke level USD 148,00 per ton, serta CPO ikut menanjak sebesar 0,22 persen ke posisi MYR 4.538 per ton.

Di sisi lain, pergerakan harga emas justru tergelincir cukup dalam sebesar 4,42 persen hingga menyentuh level USD 4.072 per troy ons.

Beralih ke kawasan regional, bursa saham Asia pada perdagangan Rabu kemarin kompak berakhir di zona merah, di mana indeks Hang Seng melemah 0,64 persen, Nikkei anjlok 1,89 persen, serta Shanghai menyusut 0,42 persen.

Namun, IHSG pada hari kemarin mampu berbalik arah dengan melonjak sebesar 2,71 persen ke level 5.902,38.

Aksi lepas saham oleh investor asing atau net sell tercatat mencapai Rp3.125,3 miliar, yang terbagi atas Rp2.934,7 miliar di pasar reguler serta Rp190,6 miliar di pasar negosiasi.

Distribusi penjualan bersih terbesar oleh investor asing di pasar reguler meliputi saham:

BBRI sebesar Rp571,3 miliar

TPIA sebesar Rp395,4 miliar

BBNI sebesar Rp147,1 miar

Sedangkan untuk akumulasi pembelian bersih terbesar oleh modal asing terlihat pada saham:

GOTO sebesar Rp23,8 miliar

BREN sebesar Rp21,5 miliar

INDF sebesar Rp11,9 miliar

Sepanjang perdagangan kemarin, jajaran saham yang menjadi pendorong utama indeks di antaranya adalah BBCA, TLKM, serta BBRI, sementara jajaran saham penekan utama diisi oleh SMMA, EMAS, dan AMMN.

Pada pembukaan perdagangan hari Kamis ini, pergerakan bursa saham Asia kembali menunjukkan tren pelemahan di mana indeks KOSPI ambles 2,82 persen dan indeks Nikkei jatuh 0,95 persen.

“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan melemah di tengah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.”

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua