Rupiah Terkoreksi 152 Poin Terhadap Dolar AS di Awal Perdagangan Pekan

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 09 Juni 2026
Rupiah Terkoreksi 152 Poin Terhadap Dolar AS di Awal Perdagangan Pekan
Ilustrasi nilai tukar, Sumber: (NET).

JAKARTA - Kondisi nilai tukar mata uang rupiah terpantau kembali mengalami tren penurunan terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Hingga memasuki pukul 10.00 WIB, posisi mata uang Garuda tercatat berada pada level Rp18.157,7 per dolar AS berdasarkan pergerakan pasar terbaru.

Angka tersebut menunjukkan adanya depresiasi sebesar 152,1 poin atau setara 0,84 persen jika dikomparasikan dengan hasil penutupan sebelumnya di level Rp18.005,6 per dolar AS.

Dinamika ini menandakan bahwa tekanan terhadap kurs domestik masih terus berlangsung secara konsisten pada pembukaan pekan ini.

Merujuk pada data transaksi pasar, fluktuasi harian rupiah bergerak pada rentang antara Rp17.984,1 sampai dengan Rp18.159,3 per dolar AS.

Mata uang Indonesia terlihat semakin tertekan menjauhi ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS dan sempat mencapai titik terendahnya pada pagi hari ini.

Saat pasar mulai dibuka, kurs USD/IDR sebenarnya sempat menunjukkan angka stabil pada posisi Rp18.005,6 per dolar AS, serupa dengan harga penutupan.

Kendati demikian, penurunan nilai tukar tidak dapat dibendung sejalan dengan tingginya permintaan pasar terhadap mata uang negara tersebut.

Beban terhadap mata uang nasional juga terlihat sangat jelas dalam evaluasi pergerakan untuk jangka menengah hingga periode panjang.

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, tercatat dolar AS sudah mengalami penguatan sebesar 1,62 persen terhadap posisi rupiah.

Sementara itu, untuk periode satu bulan terakhir, persentase penguatan mata uang tersebut telah menyentuh angka 4,57 persen.

Dalam skala waktu tiga bulan, kenaikan dolar AS dilaporkan berada pada angka 7,42 persen dibandingkan nilai sebelumnya.

Untuk pergerakan sepanjang enam bulan terakhir, akumulasi penguatan terpantau semakin meningkat hingga mencapai 8,80 persen.

Sedangkan dalam rentang satu tahun terakhir, total kenaikan nilai dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di kisaran 11,58 persen.

Selama masa 52 minggu terakhir, fluktuasi nilai tukar bergerak dinamis pada kisaran angka Rp16.085 hingga Rp18.159,3 per dolar AS.

Pencapaian level pada hari ini sekaligus menjadi catatan posisi paling lemah bagi rupiah dalam periode satu tahun belakangan.

Situasi tersebut mempertegas posisi mata uang domestik yang masih terbebani, di tengah dominasi dolar AS yang terus merangkak naik.

Estimasi pergerakan ke depan diprediksi tetap akan terimbas oleh kondisi ekonomi global, arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, serta arus modal.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua