Tekanan Global dan Rupiah Bayangi Pergerakan IHSG pada 9 Juni 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 09 Juni 2026
Tekanan Global dan Rupiah Bayangi Pergerakan IHSG pada 9 Juni 2026
Ilustrasi ihsg, Sumber: (NET).

JAKARTA - Laju Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada dalam zona merah pada sesi perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks mengalami kemerosotan tajam sebesar 4,52 persen menuju angka 5.342, yang dibarengi dengan aksi jual bersih oleh pemodal asing senilai Rp 588 miliar di pasar reguler.

Kondisi tersebut menyeret posisi IHSG menuju titik paling rendah sejak periode November 2020 silam.

Faktor luar negeri masih memegang peranan utama, terutama akibat koreksi besar pada sektor teknologi dunia yang memberikan tekanan bagi indeks KOSPI serta Nasdaq.

Dari dalam negeri, penyusutan cadangan devisa yang terus merosot selama lima bulan terakhir menjadi US$ 144,9 miliar memicu kekhawatiran terkait stabilitas modal asing dan nilai tukar.

“Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resistance di 5.600.”

Posisi mata uang rupiah yang masih bertengger di atas Rp 18.150 per dolar AS menjadi ancaman serius bagi pasar saham, khususnya jika arus dana keluar asing terus berlanjut.

Selain itu, memanasnya kembali perselisihan antara Iran dan Israel menambah ketidakpastian secara global dan memperkuat sikap menghindari risiko di pasar domestik.

Sementara itu, bursa Wall Street mencatatkan pergerakan yang beragam pada penutupan kemarin.

Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 0,16 persen ke angka 50.786.

Di sisi lain, S&P 500 berhasil naik 0,30 persen ke level 7.405,7, serta Nasdaq Composite menguat 0,86 persen ke posisi 25.929,6.

Terdapat saran untuk melakukan trading pada saham ADMR dan MSIN untuk perdagangan edisi Selasa, 9 Juni 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua