IHSG 8 Juni 2026 Berpotensi Rebound setelah Bursa Global Anjlok
JAKARTA - Perdagangan indeks saham pada minggu lalu ditutup mengalami penurunan sebesar 4,2 persen. Kondisi tersebut juga disertai dengan adanya aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp3,72 triliun.
Beberapa saham yang tercatat paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi TPIA, BBCA, BMRI, ANTM, dan BBRI. Sementara itu, indeks saham di Wall Street juga ditutup anjlok secara bersamaan pada perdagangan Jumat kemarin.
Penurunan ini terjadi setelah aksi jual dalam skala besar menekan saham-saham di sektor semikonduktor serta teknologi. Indeks Nasdaq Composite tercatat turun 4,18 persen, S&P 500 melemah 2,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35 persen.
Pada sektor emiten, saham Broadcom mengalami penurunan hampir 8 persen, Marvell Technology turun lebih dari 16 persen, serta Intel dan AMD masing-masing merosot sekitar 11 persen. Saham Micron Technology ikut tertekan dengan mengalami pelemahan sebesar 13 persen.
Sentimen negatif ini dipicu pula oleh data ketenagakerjaan di Amerika Serikat yang hasilnya jauh lebih kuat daripada perkiraan awal. Laporan ketenagakerjaan menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 172 ribu pekerjaan pada Mei, berada jauh di atas ekspektasi yang hanya sebesar 80 ribu pekerjaan.
Di tengah situasi aksi jual saham teknologi tersebut, para pelaku pasar tampak mengalihkan investasi mereka ke saham-saham defensif. Saham Colgate-Palmolive berhasil menguat 4 persen, Coca-Cola naik lebih dari 3 persen, dan Johnson & Johnson bertambah sekitar 2 persen.
Di sisi lain, mayoritas bursa di Asia juga kompak melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami penurunan 1,31 persen dan indeks Topix terkoreksi tipis sebesar 0,07 persen.
Sejalan dengan itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen, Taiex Taiwan turun 1,33 persen, dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen.
Penurunan terdalam di kawasan ini dipimpin oleh Korea Selatan, dengan indeks Kospi dan Kosdaq yang masing-masing anjlok sebesar 5,54 persen dan 4,51 persen. Kondisi di Korea Selatan ini mengekor pelemahan saham teknologi di Wall Street, di mana saham raksasa Samsung dan SK Hynix ambles masing-masing 13,9 persen dan 9,9 persen.
Sementara itu, FTSE Straits Times ikut melemah 0,35 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI justru berhasil menguat sebesar 0,60 persen.
“IHSG berpotensi tes support di 5450-5500, dan jika kuat di support tersebut, potensi rebound. Diperkirakan Support IHSG: 5450-5500 dan Resist IHSG: 5680-5800.”
Terdapat beberapa instrumen saham yang dapat dijadikan sebagai pilihan untuk ide perdagangan hari ini, antara lain EMAS, BUMI, BRMS, ENRG, INET, dan BREN.
Berikut ini adalah rincian rekomendasi untuk aktivitas perdagangan saham:
Saham: EMAS Pilihan: Buy on Weakness Area Beli: 7275-7400 Batas Rugi: Di bawah 7200 Target Dekat: 7500-7725
Saham: BUMI Pilihan: Buy on Weakness Area Beli: 135-139 Batas Rugi: Di bawah 133 Target Dekat: 142-147
Saham: BRMS Pilihan: Buy on Weakness Area Beli: 492-510 Batas Rugi: Di bawah 482 Target Dekat: 525-540
Saham: ENRG Pilihan: Buy on Weakness Area Beli: 1170-1200 Batas Rugi: Di bawah 1160 Target Dekat: 1220-1255
Saham: INET Pilihan: Spec Buy Area Beli: 162-168 Batas Rugi: Di bawah 160 Target Dekat: 173-182
Saham: BREN Pilihan: Buy on Weakness Area Beli: 3450-3590 Batas Rugi: Di bawah 3430 Target Dekat: 3700-3800