Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Kompak Melemah Hari Ini

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 03 Juni 2026
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Kompak Melemah Hari Ini
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA - Perusahaan pergadaian negara secara resmi telah melakukan pembaruan pada daftar nominal komoditas batangan untuk periode perniagaan Rabu, 3 Juni 2026. Melalui pemantauan paling gres, nilai jual logam mulia di gerai penjualan memperlihatkan tren koreksi turun yang lumayan tajam dari perdagangan kemarin.

Kabar ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku investasi logam mulia yang rutin memantau pergerakan nilai harian. Penyusutan nilai komoditas ini terjadi secara merata pada produk batangan, baik untuk produk cetakan Antam maupun cetakan UBS.

Logam mulia batangan hasil produksi perusahaan Aneka Tambang mengalami koreksi nilai pada perdagangan pagi ini. Penyusutan tersebut melanda bermacam-macam ukuran berat yang dipasarkan pada jaringan outlet di seluruh penjuru Tanah Air.

Untuk variasi cetakan paling kecil, yakni 0,5 gram, produk Antam saat ini dipasarkan pada level nominal Rp 1.495.000. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar Rp 13.000 jika disandingkan dengan posisi pada hari Selasa kemarin.

Sementara itu, produk Antam dengan bobot berat 1 gram juga terpantau melewati penurunan nilai yang lumayan dalam. Pada saat ini, perusahaan melepas produk Antam ukuran 1 gram pada tingkat harga Rp 2.885.000, atau turun sebesar Rp 26.000 dari angka sebelumnya.

Situasi yang tidak jauh berbeda turut melanda produk batangan cetakan Untung Bersama Sejahtera. Nilai jual untuk komoditas ini ikut merosot ke bawah selaras dengan tren pelemahan logam mulia secara umum di pasar domestik.

Perusahaan menetapkan nominal untuk produk UBS dengan ukuran berat 0,5 gram pada angka Rp 1.530.000 untuk hari ini. Bila ditinjau dari perbandingannya, nilai tersebut mengalami penyusutan sebesar Rp 7.000 dibandingkan dengan aktivitas transaksi di hari yang lalu.

Sedangkan untuk produk UBS dengan cetakan ukuran 1 gram, nilainya kini ditetapkan berada pada nominal Rp 2.831.000 per batang. Dalam rentang waktu satu hari saja, nilai komoditas untuk ukuran berat ini sudah terpangkas sebanyak Rp 13.000.

Di bawah ini merupakan ringkasan mengenai pergeseran nilai jual logam mulia pada kurun waktu per 3 Juni 2026:

Jenis Antam ukuran 0,5 gram dengan harga terbaru Rp 1.495.000 mengalami penurunan Rp 13.000.

Jenis Antam ukuran 1,0 gram dengan harga terbaru Rp 2.885.000 mengalami penurunan Rp 26.000.

Jenis UBS ukuran 0,5 gram dengan harga terbaru Rp 1.530.000 mengalami penurunan Rp 7.000.

Jenis UBS ukuran 1,0 gram dengan harga terbaru Rp 2.831.000 mengalami penurunan Rp 13.000.

Catatan di atas memperlihatkan penyusutan nilai yang cukup bervariasi bergantung pada korporasi pembuat serta ukuran berat produk yang diseleksi oleh para pembeli. Informasi nilai ini dihimpun secara langsung lewat laman digital resmi korporasi sebagai panduan transaksi bagi publik.

Peristiwa penurunan nilai jual komoditas batangan ini berlangsung di tengah sejumlah dinamika situasi perekonomian tanah air yang terhitung bergerak aktif. Merujuk pada data terkini, tanah air tercatat melakukan pasokan impor logam mulia sebanyak 2,5 ton hingga periode April 2026 dengan Australia sebagai mitra pemasok utamanya.

Pada sisi yang lain, tingkat inflasi tahunan untuk periode Mei 2026 dilaporkan menyentuh angka 3,08 persen secara tahunan. Akselerasi inflasi ini dipicu oleh pergeseran nilai beberapa barang kebutuhan pokok pangan seperti beras serta naik turunnya nilai logam mulia itu sendiri.

Terdapat bermacam-macam faktor krusial yang memberikan dampak pada pergerakan pasar komoditas untuk saat ini:

Pertama, jumlah pasokan impor logam mulia nasional yang terhitung masih tinggi demi mencukupi kebutuhan pasar di dalam negeri.

Kedua, dinamika pergerakan inflasi yang memberikan dampak pada daya beli serta ketertarikan warga terhadap instrumen investasi aset aman.

Ketiga, pergerakan nilai tukar mata uang domestik yang berpeluang menghadirkan tekanan tersendiri pada nilai barang-barang kiriman luar negeri.

Keempat, situasi politik antarnegara di tingkat global yang kerap kali memicu ketidakpastian nilai komoditas sektor pertambangan secara mendadak.

Informasi seputar dinamika pergerakan pasar ini terhitung sangat krusial bagi para pelaku investasi sebelum mengambil keputusan untuk menambah portofolio logam mulia mereka. Para pengamat kerap merekomendasikan untuk mencermati momentum yang pas di tengah tren nilai yang tengah merosot seperti saat ini.

Di samping kabar mengenai pergerakan logam mulia, publik juga sedang menantikan proses pencairan dana tunjangan tambahan bagi aparatur sipil negara yang dilangsungkan mulai hari ini. Langkah tersebut diharapkan dapat menopang stabilitas tingkat konsumsi masyarakat di tengah tantangan inflasi yang sedang berjalan.

Kabar mengenai pergeseran nilai logam mulia di perusahaan pergadaian ini mempunyai sifat dinamis serta dapat berganti sewaktu-waktu selaras dengan regulasi internal korporasi dan kondisi pasar global. Konsumen diimbau untuk menjalankan pemantauan secara berkala lewat perangkat lunak resmi atau mengunjungi outlet terdekat sebelum bertransaksi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua