BI Rate Naik, Industri Urun Dana Optimistis Tetap Dicari Investor 2026

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 02 Juni 2026
BI Rate Naik, Industri Urun Dana Optimistis Tetap Dicari Investor 2026
llustrasi Saham Sumber: blog.icx

JAKARTA - PT ICX Bangun Indonesia (ICX) menyatakan optimisme mereka terhadap prospek industri urun dana meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate mengalami kenaikan. Kenaikan yang mencapai level 5,25 persen tersebut memang diakui memberikan dampak pada preferensi investasi masyarakat secara umum.

Secara alamiah, peningkatan suku bunga ini akan mendongkrak daya tarik imbal hasil yang ditawarkan oleh produk-produk perbankan konvensional, salah satunya adalah deposito.

Hal ini berpotensi memengaruhi keputusan investor dalam menempatkan dana mereka pada instrumen keuangan tertentu.

Direktur Operasional ICX menjelaskan bahwa bagi para investor dengan profil risiko konservatif, kenaikan BI Rate biasanya memicu rotasi investasi.

Kelompok investor ini cenderung memilih untuk kembali pada instrumen yang dianggap lebih aman dan stabil seperti produk bank.

Meski demikian, pihak operasional merasa yakin bahwa sektor urun dana atau crowdfunding tetap akan dilirik oleh para pemodal.

Pertimbangan utamanya adalah potensi imbal hasil yang ditawarkan industri ini masih berada jauh di atas rata-rata bunga deposito saat ini.

Pihak manajemen memaparkan perbandingan angka imbal hasil yang cukup signifikan antara urun dana dan perbankan:

Imbal hasil historis dari penerbit urun dana berada di rentang 10 persen hingga 20 persen per tahun.

Rata-rata suku bunga deposito perbankan saat ini masih bertahan di kisaran 4 persen sampai 5 persen saja.

Adanya selisih atau yield premium yang sangat besar membuat urun dana tetap menjadi pilihan yang menarik bagi pemilik modal.

Besarnya selisih keuntungan ini dinilai sebagai bentuk kompensasi yang sebanding bagi investor. Nilai tersebut menjadi imbalan atas risiko yang diambil atau dikenal dengan istilah risk-adjusted return dalam dunia investasi.

Dalam menghadapi tren suku bunga tinggi, pihak perusahaan menekankan pentingnya platform urun dana untuk melakukan langkah-langkah strategis.

Hal ini bertujuan agar ekosistem investasi tetap bergairah dan investor tetap loyal menanamkan modalnya di industri ini.

Salah satu langkah utamanya adalah dengan memastikan setiap bisnis yang melantai (listing) di platform mampu menawarkan proyeksi keuntungan yang kompetitif.

Keuntungan tersebut harus tetap konsisten berada di atas bunga perbankan agar menjadi magnet utama bagi para pemodal.

Pihak internal menyoroti beberapa keunggulan mekanisme instrumen surat utang dalam skema urun dana:

Instrumen ini memberikan kepastian nilai kupon atau bunga yang akan diterima oleh investor sejak awal kesepakatan.

Adanya kejelasan mengenai tenor atau jangka waktu investasi serta plafon pengembalian modal yang sangat terukur.

Parameter yang transparan ini memberikan rasa aman tambahan bagi investor di tengah fluktuasi ekonomi makro.

Pihak manajemen menambahkan bahwa instrumen surat utang dalam urun dana memiliki daya tarik yang sangat kuat, terutama saat terjadi kenaikan suku bunga BI.

Kepastian-kepastian tersebut sangat dibutuhkan oleh investor yang ingin mengamankan portofolio mereka dengan target hasil yang pasti.

Sebagai bukti nyata, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa para investor di platform telah menikmati imbal hasil yang melampaui produk perbankan.

Contoh konkret diberikan dari beberapa perusahaan yang telah berhasil menghimpun dana dan membagikan keuntungan.

Salah satu contohnya adalah PT Fitnessplus Usaha Bersama, sebuah emiten efek saham yang sukses membagikan dividen.

Yield yang dihasilkan oleh perusahaan kebugaran ini tercatat mencapai 14,22 persen per tahun, angka yang sangat kompetitif di pasar modal.

Berikut adalah ringkasan performa dividen dari beberapa sektor bisnis yang melantai di platform:

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Bisnis Sama Sama Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 15,14%

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Fitnessplus Usaha Bersama Sektor Bisnis: Kesehatan & Kebugaran Dividen Yield per Tahun: 14,22%

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Santhai Indonesia Gancit Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 13,35%

Data di atas menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman (F&B) serta gaya hidup masih menjadi penyumbang keuntungan yang stabil. Performa positif ini diharapkan dapat terus memperkuat kepercayaan investor terhadap model bisnis urun dana di masa depan.

Selain mendapatkan deviden secara rutin, investor juga memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan harga aset atau capital gain.

Hal ini difasilitasi melalui mekanisme pasar sekunder yang disediakan oleh platform bagi para penggunanya.

Pasar sekunder ini dijadwalkan buka secara berkala, yakni setiap tiga bulan sekali dengan durasi perdagangan selama sepuluh hari kerja.

Melalui pasar ini, investor dapat melakukan transaksi jual-beli efek yang mereka miliki secara fleksibel dan transparan.

Animo investor terhadap pasar sekunder ini pun tergolong cukup besar jika melihat data historis pada periode sebelumnya.

Pihak operasional mencatat bahwa pada tahun 2025 saja, total nilai transaksi di pasar sekunder berhasil menembus angka lebih dari Rp 1,5 miliar.

Secara keseluruhan, platform mencatatkan pencapaian total penghimpunan dana yang cukup masif sepanjang tahun 2025, yakni mencapai Rp 233 miliar.

Angka tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa industri Securities Crowdfunding (SCF) akan memasuki fase konsolidasi yang kuat pada tahun 2026 ini.

Melihat tren positif ini, pihak manajemen menyimpulkan bahwa prospek bisnis urun dana akan tetap cerah di sepanjang tahun berjalan.

Meskipun tantangan suku bunga menghantui, inovasi dan transparansi yield diyakini mampu menjaga pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua