Harga Emas Dunia Turun Imbas Penguatan Dolar AS dan Obligasi
JAKARTA - Nilai tukar komoditas emas di pasar internasional ditutup melemah pada perdagangan hari Senin. Penurunan ini memicu pertanyaan mengenai potensi terjadinya koreksi pada harga jual logam mulia Antam untuk perdagangan hari Selasa, 2 Juni 2026.
Penyusutan nilai instrumen safe haven ini terjadi karena pergerakan mata uang dolar AS yang terpantau mengalami penguatan.
Berdasarkan data perdagangan komoditas global, harga emas di pasar spot mencatatkan penurunan sebesar 1,23 persen dan bertahan di level $4.484,62 per ons.
Kondisi serupa juga melanda kontrak berjangka emas AS untuk masa pengiriman Agustus 2026 yang merosot hingga 1,89 persen menuju angka $4.506,3 per ons.
Sementara itu, grafik harga logam mulia Antam pada transaksi hari Senin, 1 Juni 2026 kemarin masih menunjukkan pergerakan yang stagnan tanpa perubahan.
Nilai beli untuk produk emas Antam pada hari Senin, 2 Juni 2026 masih bertahan di posisi Rp2.799.000 per gram.
Untuk nominal buyback atau harga pembelian kembali oleh pihak produsen juga tidak bergeser dari angka Rp2.609.000 per gram.
Laju penurunan nilai komoditas ini kian diperberat oleh naiknya tingkat imbal hasil obligasi tenor 10 tahun milik pemerintah AS yang terjadi pada hari Senin kemarin.
Faktor penekan lainnya juga bersumber dari pergeseran proyeksi kebijakan The Fed yang dinilai menjadi lebih hawkish menyusul lonjakan signifikan pada harga minyak mentah.
Secara tren yang berlaku di pasar finansial, fluktuasi penurunan pada nilai emas internasional memiliki kecenderungan kuat untuk ikut menyeret turun harga emas domestik Antam.