IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Investor Cermati Saham DEWA hingga ANTM

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 02 Juni 2026
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Investor Cermati Saham DEWA hingga ANTM
Ilustrasi IHSG, Sumber: idxchannel.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Hal ini terjadi karena pelaku pasar sedang menunggu rilis data inflasi untuk periode Mei 2026 serta data surplus neraca perdagangan April 2026 yang diperkirakan akan merosot tajam.

Di tengah situasi tersebut, beberapa saham seperti DEWA, UNTR, BBCA, dan ANTM direkomendasikan untuk diperhatikan.

Seorang analis teknikal menjelaskan bahwa para pelaku pasar saat ini masih terus memantau pergerakan sentimen yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan ini.

Dari sektor domestik, perhatian utama tertuju pada pengumuman data inflasi terbaru yang akan menggambarkan situasi daya beli masyarakat serta arah kebijakan moneter ke depan.

Selain itu, pasar juga memantau pelaksanaan awal dari kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Sementara dari sektor eksternal, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama bagi para investor global.

Situasi geopolitik yang terus memanas ini berisiko meningkatkan volatilitas di pasar keuangan dan dapat memengaruhi pergerakan modal ke negara-negara berkembang, termasuk pasar domestik.

Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga diproyeksikan akan terus menjadi elemen penting yang memengaruhi psikologis pasar.

Berdasarkan kondisi tersebut, wilayah support indeks diperkirakan berada pada angka 6.071 dengan batas resistance di level 6.161.

“Kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.071 dan resist 6.161. Kami perkirakan investor akan mencermati rilis data inflasi Indonesia dan juga perkembangan dari konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah dan implementasi akan DHE SDA tahap awal juga menjadi perhatian investor,” ujarnya.

Untuk panduan strategi transaksi hari ini, terdapat beberapa saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan oleh para investor ritel, antara lain:

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan target harga Rp 384 - Rp 412.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan rentang harga Rp 24.225 - Rp 25.250.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga Rp 1.805 - Rp 2.000.

Di sisi lain, analis teknikal yang berbeda memaparkan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada dalam tren penurunan jangka pendek.

Secara perhitungan teknikal, area support krusial berada di rentang 5.900 - 6.000, sedangkan batas resistance terdekat berada pada level 6.200 - 6.285.

“Area support penting berada pada kisaran 5.900-6.000, sedangkan resistance terdekat di area 6.200-6.285. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung terbatas dan rentan mengalami tekanan,” jelasnya.

Selain indikator teknikal, jalannya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga ikut dipantau karena berpotensi memengaruhi sentimen global dalam waktu dekat.

Jika kesepakatan berhasil diraih, hal tersebut dapat menjadi pendorong positif bagi pasar keuangan domestik.

“Hal ini dapat mendorong stabilisasi harga energi dan memperbaiki persepsi risiko terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia,” imbuhnya.

Dari dalam negeri, pasar menantikan rilis beberapa data ekonomi makro yang akan menjadi petunjuk arah pergerakan pasar.

Nilai surplus neraca perdagangan untuk April 2026 diproyeksikan menyusut dari periode sebelumnya, sementara inflasi Mei 2026 diperkirakan merangkak naik baik bulanan maupun tahunan.

“Surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 1,43 miliar dollar AS dari sebelumnya 3,32 miliar dollar AS. Sementara itu, inflasi Mei 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 0,36 persen secara bulanan dan 3,17 persen secara tahunan,” ucapnya.

Melihat banyaknya sentimen yang membayangi pergerakan pasar saat ini, para investor diimbau untuk tetap selektif dalam mengambil keputusan.

Penerapan manajemen risiko secara ketat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi volatilitas yang tinggi dalam jangka pendek.

Sementara itu, seorang kepala riset juga membagikan beberapa pilihan saham yang dinilai memiliki prospek menarik untuk jangka panjang di tengah kondisi pasar yang dinamis saat ini.

Untuk industri perbankan, pilihan jatuh pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 10.500 per saham dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan target Rp 5.800 per saham.

Pada sektor konsumsi, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dinilai prospektif dengan target Rp 6.500 per saham.

Sedangkan untuk sektor energi dan pertambangan, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ditargetkan pada Rp 9.850 per saham dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga sebesar Rp 3.880 per saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua