Harga Perak Dunia Turun Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Sabtu, 30 Mei 2026
Harga Perak Dunia Turun Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi Perak, Sumber; (NET)

JAKARTA - Harga perak dunia terkoreksi tipis pada perdagangan Jumat (29/5/2026), tetapi masih berpeluang mencatatkan kinerja positif bulanan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga perak spot turun 0,2 persen menjadi US$ 75,51 per ons.

Meski melemah pada sesi perdagangan terakhir pekan ini, logam mulia tersebut tetap berada di jalur kenaikan bulanan, menunjukkan daya tahan yang lebih baik dibanding sejumlah komoditas lainnya.

Pergerakan perak terjadi saat perhatian pasar meningkat terhadap perkembangan hubungan AS dan Iran.

Kedua negara dikabarkan sedang membahas perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari yang juga mencakup pelonggaran pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan tersebut masih belum mendapatkan persetujuan final.

Sentimen positif dari potensi meredanya ketegangan geopolitik ini turut menekan dolar AS dan harga minyak. 

Pelemahan dolar membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli internasional, sehingga membantu menopang permintaan.

Pada sisi lain, pasar masih menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi yang kemungkinan dipertahankan lebih lama oleh Federal Reserve.

Data terbaru menunjukkan inflasi AS meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun pada April, didorong oleh kenaikan harga energi. 

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS belum akan terburu-buru memangkas suku bunga.

Selain perak, harga emas spot naik tipis 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ons setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga menguat 0,4 persen menjadi US$ 4.550,00 per ons.

Sementara itu, pergerakan harga komoditas lainnya adalah sebagai berikut:

Platinum stabil di level US$ 1.923,55 per ons

Paladium naik 0,6 persen menjadi US$ 1.375,57 per ons, meskipun secara bulanan masih mencatat penurunan lebih dari 9 persen

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut terkait inflasi, kebijakan moneter Federal Reserve, serta situasi geopolitik Timur Tengah yang dinilai akan menjadi faktor utama penentu arah pergerakan logam mulia dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua