Harga Emas Dunia Melonjak 1 Persen Menjadi 4.540,6 Dolar per Ons Troi

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Sabtu, 30 Mei 2026
Harga Emas Dunia Melonjak 1 Persen Menjadi 4.540,6 Dolar per Ons Troi
Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: cnbcindonesia.

NEW YORK - Harga emas di pasar global mengalami lonjakan tajam pada sesi perdagangan menjelang akhir pekan. Penguatan signifikan ini dipicu oleh sentimen positif pelaku pasar terkait rencana perpanjangan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Walaupun mengalami kenaikan harian yang besar, komoditas instrumen investasi ini tetap membukukan rapor merah sepanjang bulan ini.

Hal itu terjadi akibat bayang-bayang tekanan laju inflasi serta proyeksi kebijakan suku bunga acuan yang tinggi dalam durasi lebih lama.

Nilai emas di pasar spot terkerek naik hingga menyentuh angka 4.540,6 dolar AS per ons troi.

Sehari sebelumnya, harga aset ini sempat merosot tajam ke titik paling rendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir di angka 4.365,76 dolar AS per ons troi.

Sementara itu, untuk kontrak pengiriman emas berjangka di bursa Amerika Serikat pada bulan Agustus juga ikut bergerak menguat hingga menyentuh posisi 4.571,65 dolar AS per ons troi.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji peluang kesepakatan lanjutan mengenai masa damai dengan pihak Iran.

Kerja sama ini nantinya diproyeksikan bakal membuka kembali jalur distribusi laut di Selat Hormuz serta membatasi program nuklir mereka.

Pergerakan positif emas ini berhasil bangkit setelah menyentuh area batas bawah teknikal yang krusial.

Rasa optimis terhadap perdamaian tersebut juga membuat harga komoditas minyak mentah dunia serta pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat mengalami tekanan.

Penurunan indeks dolar Amerika Serikat dalam sepekan terakhir menjadikan transaksi emas menjadi lebih terjangkau bagi para investor dari luar negeri.

Di waktu yang bersamaan, harga komoditas minyak global juga diprediksi menutup pekan ini dengan hasil yang melemah.

Kendati demikian, kebijakan terkait suku bunga tinggi tampaknya masih akan terus diterapkan untuk waktu lama.

Hambatan logistik kapal kargo dan sarana energi akibat ketegangan politik dinilai bisa memicu harga minyak tetap mahal sehingga otoritas moneter bersikap sangat hati-hati.

Laporan terbaru menunjukkan indikator inflasi Amerika Serikat melesat cepat akibat lonjakan biaya energi dari dampak konflik.

Realitas ekonomi ini semakin memperbesar indikasi bahwa tingkat suku bunga tinggi belum akan diturunkan hingga tahun depan.

Kondisi bunga acuan yang tinggi otomatis memperbesar risiko biaya peluang dalam menyimpan aset emas karena sifatnya yang tidak menghasilkan bagi hasil berkala.

Di sektor perdagangan fisik, transaksi jual beli emas di wilayah India terpantau masih sangat sepi karena faktor harga domestik yang tinggi serta beban pajak impor.

Pada pasar China, nilai selisih harga atau premi tampak menyusut seiring sikap pelaku pasar yang memilih waspada.

Untuk pergerakan logam mulia jenis lainnya, harga perak spot justru terpantau melemah ke level 75,29 dolar AS per ons, dan komoditas paladium ikut merosot ke angka 1.364,46 dolar AS per ons.

Di sisi lain, harga platinum mencatatkan penguatan tipis menuju level 1.925,66 dolar AS per ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua