Indeks Saham Diperkirakan Terkoreksi dan Menguji Level Support 5.899
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di prediksi akan mengalami pelemahan dan terkoreksi pada aktivitas perdagangan yang berlangsung Jumat, 29 Mei 2026.
Laju indeks saham diperkirakan bergerak turun untuk menguji rentang area support yang berada pada level 5.899.
"Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya," ujar salah satu analisis teknikal dalam laporan riset harian.
Melalui dinamika sentimen yang ada saat ini, pergerakan indeks saham akan berada pada rentang support di level 5.996 serta 5.899, sedangkan untuk area resistance akan berkisar pada angka 6.318 dan 6.459.
Beberapa saham pilihan yang direkomendasikan untuk dicermati oleh para pelaku pasar di antaranya adalah BBTN, BREN, BRPT, dan EMAS.
Di sisi lain, pergerakan indeks saham juga diperkirakan memiliki potensi besar untuk kembali didominasi oleh tren penurunan yang kuat.
"Bagaimanapun juga, tren turun dapat kembali mendominasi jika IHSG mulai bergerak di bawah 6.053 sebagai support minor," kata seorang analis pasar modal lainnya.
Untuk proyeksi pergerakan hari ini, posisi indeks saham di estimasi berada pada tingkatan support di angka 5.911, 5.673, dan 5.439, sementara untuk level resistance dipatok pada 6.459, 6.587, 6.787, hingga mencapai 7.001.
Terdapat beberapa instrumen saham pilihan lain yang dinilai cukup potensial untuk diperhatikan, yaitu MEDC serta UNVR.
Pada penutupan aktivitas transaksi sebelumnya yakni Selasa sore, posisi indeks saham mendarat di level 6.130.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya penurunan sebesar 76,15 poin atau menyusut sekitar 1,23 persen jika dibandingkan dengan capaian pada sesi perdagangan yang lalu.
Aktivitas investasi yang tercatat membukukan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp17,99 triliun, dengan volume perdagangan instrumen saham sebanyak 24,69 miliar lembar.
Pada momen penutupan pasar tersebut, sebanyak 447 saham terpantau mengalami koreksi penurunan, 241 saham bergerak menguat, sedangkan 133 saham lainnya berjalan stagnan tanpa perubahan.