IHSG Diprediksi Melemah ke Level 5.899 dan Cek Saham Pilihan Hari Ini

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Jumat, 29 Mei 2026
IHSG Diprediksi Melemah ke Level 5.899 dan Cek Saham Pilihan Hari Ini
Ilustrasi Grafik Saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk bergerak melemah pada perdagangan saham hari Jumat, 29 Mei 2026. Laju indeks hari ini diproyeksikan akan menguji titik support di level 5.899.

Pada perdagangan saham hari Selasa, 26 Mei 2026, laju indeks tercatat mengalami penurunan sebesar 1,23 persen menuju ke level 6.130. Pergerakan tersebut juga terpantau masih didominasi oleh volume pembelian yang cukup tinggi.

Berdasarkan analisis pergerakan yang ada, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” tutur Herditya.

Pergerakan indeks diproyeksikan akan berada pada rentang level support 5.996 serta 5.899. Sementara itu, tingkat ketahanan atau level resistance akan berada di angka 6.318 serta 6.459 pada perdagangan Jumat pekan ini.

Terdapat beberapa saham pilihan yang direkomendasikan untuk aktivitas transaksi hari ini, antara lain PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Berikut adalah rincian rekomendasi teknikal untuk pergerakan saham-saham pilihan tersebut:

  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) - Buy on Weakness Saham BBTN mengalami pelemahan sebesar 3,60 persen menuju ke level 1.340 dengan disertai adanya tekanan jual yang muncul.

“Kami memperkirakan, posisi BBTN saat ini berada di awal wave C dari wave (3),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.300-1.340

Target Price: 1.420, 1.510

Stoploss: below 1.275

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Buy on Weakness Saham BREN mengalami penguatan sebesar 10,92 persen menuju ke level 2.640 dengan didukung oleh volume pembelian yang tinggi. Saat ini, posisi pergerakan saham BREN diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].

Buy on Weakness: 1.860-2.250

Target Price: 3.120, 3.880

Stoploss: below 1.820

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness Saham BRPT bergerak menguat sebesar 5,07 persen menuju ke level 1.555 yang juga disertai dengan tingginya volume pembelian.

“Kami perkirakan, posisi BRPT sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.365-1.460

Target Price: 1.815, 2.100

Stoploss: below 1.310

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Trading Buy Saham EMAS mencatat penguatan sebesar 2,36 persen menuju ke level 7.600 dan posisinya masih didominasi oleh volume pembelian.

“Kami memperkirakan, posisi EMAS sedang berada pada bagian dari wave (4) dari wave [C] pada label hitam atau bagian dari wave (B) dari [Y] pada label merah,” ujar dia.

Trading Buy: 7.325-7.550

Target Price: 7.975, 8.225

Stoploss: below 1.125

Sebelum momen libur Idul Adha, laju indeks saham gabungan ditutup pada zona merah pada perdagangan hari Selasa, 26 Mei 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan bergeraknya mayoritas sektor saham ke zona negatif.

Merujuk pada data bursa, indeks saham mengalami penurunan sebesar 1,23 persen ke level 6.130,19. Sementara itu, indeks saham acuan LQ45 juga ikut tergelincir sebesar 1,71 persen menuju ke posisi 620,39.

Pada transaksi hari Selasa tersebut, pergerakan indeks menyentuh titik tertinggi pada level 6.286,87 dan titik terendah pada level 6.124,79. Tekanan pada indeks disebabkan oleh melemahnya 447 saham, sedangkan 241 saham menguat dan 133 saham stagnan.

Frekuensi perdagangan yang tercatat adalah sebanyak 1.964.477 kali, dengan total volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,9 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp 18,1 triliun, dengan posisi mata uang dolar Amerika Serikat berada pada kisaran 17.789 terhadap rupiah.

Sebagian besar sektor industri saham mengalami tekanan yang cukup besar. Sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 3,38 persen.

Disusul kemudian oleh sektor energi yang terpangkas sebesar 1,04 persen, sektor basic yang melemah 0,89 persen, sektor consumer nonsiklikal turun 1,69 persen, serta sektor consumer siklikal yang merosot hingga 2,2 persen.

Penurunan juga terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,63 persen, sektor keuangan melemah sebesar 1,52 persen, serta sektor properti yang mengalami penyusutan 2,14 persen. Namun, sektor teknologi berhasil naik 0,08 persen, sektor infrastruktur bertambah 0,18 persen, dan sektor transportasi menguat sebesar 0,06 persen.

Untuk pergerakan saham secara individu, saham PYFA terpangkas sebesar 2,5 persen menuju ke level Rp 234 per lembar saham setelah dibuka stagnan pada posisi Rp 240. Saham ini bergerak pada rentang tertinggi Rp 242 dan terendah Rp 228, dengan frekuensi transaksi 1.236 kali, volume 130.818 saham, dan nilai transaksi sebesar Rp 3 miliar.

Selanjutnya, saham PGEO juga merosot sebesar 2,7 persen ke level Rp 900 per lembar saham setelah dibuka stagnan di level Rp 925. Nilai tertinggi berada pada Rp 935 dan terendah Rp 890, dengan frekuensi harian 5.284 kali, volume 232.910 saham, serta nilai transaksi Rp 21,3 miar.

Terakhir, saham BEEF tercatat mengalami penurunan sebesar 1,78 persen ke angka Rp 166 per lembar saham dari harga pembukaan yang stagnan di level Rp 169. Pergerakan harganya berada di kisaran tertinggi Rp 171 dan terendah Rp 158, dengan frekuensi 2.398 kali, volume 149.958 saham, serta nilai transaksi Rp 2,4 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua