IHSG Diperkirakan Menguat Hari ini Didorong Sentimen Pasar Global

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 25 Mei 2026
IHSG Diperkirakan Menguat Hari ini Didorong Sentimen Pasar Global
ilustrasi indeks saham (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau JCI pada Senin pagi diperkirakan mengalami penguatan setelah sempat melemah selama kurun waktu sepekan kemarin.

Kondisi tersebut didorong oleh sentimen positif yang muncul dari perkembangan pasar di tingkat regional maupun global.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat ditutup dalam zona hijau pada perdagangan hari Jumat, 22 Mei. Indeks Dow Jones naik 0,58%, S&P 500 meningkat 0,37%, serta Nasdaq terangkat 0,19%.

Lonjakan Dow Jones yang bertambah lebih dari 270 poin hingga menyentuh rekor penutupan tertinggi dipicu oleh meredanya harga minyak dunia dan harapan baru terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, tingkat imbal hasil atau yield U.S. Treasury tenor 10 tahun merosot 0,26% menuju level 4,558%, yang diikuti dengan pelemahan U.S. Dollar Index sebesar 0,02% ke posisi 99,24.

Perkembangan di pasar komoditas pada hari Jumat, 22 Mei juga memperlihatkan kecenderungan yang mayoritas menguat.

Minyak jenis WTI terkerek naik 0,26% menjadi USD 96,60/bbl, diikuti oleh minyak Brent yang bertambah 0,94% ke angka USD 103,54/bbl.

Sebaliknya, harga komoditas batu bara mengalami penurunan sebesar 0,80% menjadi USD 136,45/ton.

Untuk komoditas CPO mencatatkan kenaikan 0,63% ke posisi MYR 4.486/ton, sedangkan komoditas emas bergerak melemah 0,74% ke level USD 4.509/oz.

Dari kawasan Asia, bursa saham ditutup kompak menguat pada hari Jumat, 22 Mei dengan Hang Seng naik 0,86%, Nikkei melonjak hingga 2,68%, dan Shanghai bertambah 0,87%.

Pada hari yang sama, JCI ikut merangkak naik sebesar 1,10% menuju level 6.162,05.

Aktivitas modal asing mencatatkan aksi jual bersih atau foreign net sell dengan total mencapai IDR 309,5 miliar.

Nilai tersebut mencakup aksi jual bersih senilai IDR 1.068,4 miliar di pasar reguler, serta aksi beli bersih atau net buy sebesar IDR 758,9 miliar di pasar negosiasi.

Catatan foreign net sell paling besar di pasar reguler melanda saham-saham berikut:

BBCA sebesar IDR 322,3 miliar

BMRI sebesar IDR 287,8 miliar

TPIA sebesar IDR 156,3 miliar

Sementara itu, foreign net buy tertinggi tercatat pada saham-saham berikut:

MDKA sebesar IDR 173,6 miliar

TINS sebesar IDR 80,9 miliar

INCO sebesar IDR 73,2 miliar

Untuk jajaran saham yang menjadi pendorong utama atau top leading movers meliputi MDKA, EMAS, dan BRMS.

Sedangkan saham yang menjadi penahan laju indeks atau top lagging movers terdiri atas TLKM, ASII, dan BYAN.

Memasuki awal perdagangan pada Senin pagi, 25 Mei, bursa KOSPI dilaporkan tutup, sementara indeks Nikkei dibuka langsung bergerak menguat sebesar 2,10%.

“Hari ini, kami memperkirakan JCI akan rebound setelah melemah selama sepekan, didukung oleh sentimen positif dari pasar regional dan global.”

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua