Harga Emas Pegadaian Komoditas Antam dan UBS Naik 22 Mei 2026

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Jumat, 22 Mei 2026
Harga Emas Pegadaian Komoditas Antam dan UBS Naik 22 Mei 2026
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA — Daftar harga emas batangan untuk perdagangan pada hari ini telah diperbarui secara resmi. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, seluruh jenis logam mulia terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.

Peningkatan nilai jual ini melanda berbagai macam produk yang tersedia di Pegadaian, mulai dari cetakan Antam hingga cetakan UBS. Perubahan angka ini tentu menjadi perhatian utama bagi para pelaku investasi logam mulia yang rutin mengamati perkembangan pasar setiap harinya.

Pada perdagangan Jumat 22 Mei 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tercatat mengalami lonjakan. Produk Antam dengan ukuran paling kecil yaitu 0,5 gram saat ini dipatok di angka Rp1.501.000.

Angka tersebut memperlihatkan adanya kenaikan sebesar Rp17.000 jika dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya. Lonjakan nilai jual ini juga ikut merembet ke satuan berat yang lebih besar di outlet Pegadaian.

Untuk produk emas Antam dengan berat 1 gram, ditetapkan harga jual sebesar Rp2.898.000 pada perdagangan hari ini. Jika dihitung kembali, nilai tersebut mengalami penguatan sebesar Rp36.000 dari posisi harga kemarin.

Peningkatan harga yang merata ini menggambarkan pergerakan pasar logam mulia yang tengah berada dalam tren positif. Para kolektor serta investor emas Antam perlu menyelaraskan langkah mereka dengan perkembangan harga terkini.

Tidak cuma produk Antam, emas batangan cetakan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) juga terpantau ikut bergerak naik. Emas UBS untuk ukuran 0,5 gram dibanderol pada angka Rp1.540.000 untuk transaksi hari ini.

Tercatat ada penambahan harga sebesar Rp28.000 dari nilai yang berlaku pada sesi perdagangan sebelumnya. Tren penguatan pada produk cetakan UBS ini bahkan terlihat jauh lebih tajam untuk satuan berat satu gram.

Harga emas UBS dengan ukuran berat 1 gram saat ini dipatok menembus Rp2.849.000 per batang. Dalam rentang waktu cuma satu hari, nilai produk cetakan ini telah terangkat sebesar Rp52.000.

Selisih kenaikan antara produk Antam dan UBS ini memberikan opsi yang beragam bagi masyarakat yang berniat melakukan transaksi. Kondisi tersebut menandakan bahwa sentimen pasar tengah mendorong harga logam mulia menuju level yang lebih tinggi.

Berikut adalah ringkasan daftar perbandingan harga emas di Pegadaian untuk tanggal 22 Mei 2026:

  • Emas Antam ukuran 0,5 Gram: Harga Terbaru Rp1.501.000, Kenaikan Rp17.000
  • Emas Antam ukuran 1 Gram: Harga Terbaru Rp2.898.000, Kenaikan Rp36.000
  • Emas UBS ukuran 0,5 Gram: Harga Terbaru Rp1.540.000, Kenaikan Rp28.000
  • Emas UBS ukuran 1 Gram: Harga Terbaru Rp2.849.000, Kenaikan Rp52.000

Data catatan di atas memperlihatkan bahwa emas UBS mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi ketimbang Antam pada satuan berat 1 gram. Kendati demikian, kedua brand tersebut tetap menunjukkan tren positif yang serupa untuk para pemegang aset investasi.

Kenaikan nilai jual hari ini merupakan pembalikan kondisi setelah pada sesi perdagangan 21 Mei 2026 harga sempat merosot secara massal. Dinamika harga emas yang bergerak fluktuatif ini biasanya dipengaruhi oleh situasi ekonomi global serta nilai tukar mata uang.

Di samping mempublikasikan harga harian, lini bisnis di sektor logam mulia juga terus diperkuat. Belum lama ini, dilaporkan perolehan laba yang sangat positif dengan angka mencapai Rp4,38 triliun.

Sejumlah faktor penting yang ikut memengaruhi aktivitas di pasar emas serta sektor keuangan saat ini antara lain:

Keputusan Bank Sentral yang tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75% demi menjaga stabilitas ekonomi.

Tekanan pada mata uang di kawasan Asia akibat harga minyak dunia yang masih bertahan pada level tinggi.

Optimisme bursa saham di area Asia yang dipicu oleh sentimen positif dari dialog diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Munculnya ekspektasi perdamaian global yang sempat membawa Wall Street mencetak rekor tertinggi baru di pasar modal.

Isu komoditas energi seperti uranium serta tarif di Selat Hormuz yang masih menjadi hambatan dalam stabilitas harga energi dunia.

Poin-poin di atas menjadi konteks eksternal yang secara tidak langsung memberikan efek pada minat para investor terhadap aset aman seperti logam mulia. Komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem pasar bullion atau bank emas di Indonesia juga terus berjalan.

Dengan situasi harga yang sedang merangkak naik, masyarakat kerap dihadapkan pada pilihan antara melepas aset atau justru menambah koleksi emas mereka. Namun, sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas batangan tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pastikan untuk selalu memantau pergeseran harga secara berkala lewat saluran resmi yang tersedia. Langkah ini sangat krusial mengingat harga komoditas emas dapat berubah setiap harinya menyelaraskan pergerakan pasar internasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua