Prediksi IHSG Dan Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini 20 Mei 2026

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 20 Mei 2026
Prediksi IHSG Dan Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini 20 Mei 2026
Ilustrasi IDX (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan tren koreksi pada aktivitas transaksi perdagangan hari Rabu (20/5/2026). Indeks saham pada hari ini diperkirakan akan menguji rentang posisi area 6.084 sampai 6.148.

Sebelumnya, IHSG berjalan melemah dengan meneruskan penurunan sebesar 3,46 persen dan bertengger di level 6.370. Fase kejatuhan tersebut disertai dengan adanya lonjakan pada volume penjualan yang terjadi pada penutupan pasar hari Selasa, 19 Mei 2026.

Posisi pergerakan dari IHSG untuk saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada penanda label hitam. Kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa pergerakan indeks saham domestik masih cukup rawan untuk meneruskan pelemahan.

“Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksi untuk menguji area 6.307, waspadai akan ada potensi koreksi ke 6.084-6.148 pada label biru,” ujarnya.

Secara rincian teknikal, pergerakan indeks saham akan berada pada area support di level 6.270 serta 6.148. Sementara itu, untuk area ketahanan atau level resistance diproyeksikan akan berada di posisi 6.640 serta 6.745.

Pada analisis yang lain, pergerakan IHSG dinilai berpotensi untuk mengalami pelemahan dalam skala yang terbatas. Pergerakan tersebut diprediksi akan berjalan dengan kisaran level support dan level resistance pada rentang angka 6.300 hingga 6.510.

Untuk pilihan menu saham pada hari ini, terdapat beberapa saham emiten yang dinilai menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar, di antaranya yakni PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Selain itu, opsi saham emiten lain yang juga direkomendasikan untuk masuk ke dalam daftar pantau adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Berikut adalah daftar rekomendasi analisis teknikal dari beberapa saham emiten pilihan untuk perdagangan hari ini:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness. Kondisi saham ANTM kedapatan menyusut sebesar 3,16 persen menuju level posisi 3.060 dan pergerakannya masih didominasi oleh tekanan jual. Posisi dari ANTM saat ini diperkirakan tengah berada pada fase akhir dari wave 3 dari wave (C).

Buy on Weakness: 2.830-2.910

Target Price: 3.210, 3.320

Stoploss: di bawah 2.770

2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Buy on Weakness. Pergerakan saham INDF mengalami koreksi sebesar 1,12 persen menuju level posisi 6.650 dan masih dikuasai oleh volume tekanan jual, akan tetapi laju penurunannya tertahan oleh MA60. Posisi INDF saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Buy on Weakness: 6.375-6.550

Target Price: 6.875, 7.175

Stoploss: di bawah 6.300

3. PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Trading Buy. Saham JPFA terpantau terkoreksi sebesar 0,79 persen ke level 2.510 dan masih dipengaruhi oleh tekanan jual, di mana pergerakan areanya masih berada pada rentang MA20 dan MA60. Posisi JPFA saat ini diperkirakan membentuk wave (d) dari wave [b] dari wave 2 pada pola segitiga.

Trading Buy: 2.410-2.460

Target Price: 2.530, 2.590

Stoploss: di bawah 2.380

4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness. Laju saham TLKM terpantau berjalan flat atau datar di posisi level 3.080 dan pergerakannya masih didominasi oleh volume pembelian, namun fase penguatan dari emiten ini masih tertahan oleh MA60. Posisi TLKM saat ini diestimasikan tengah berada pada bagian dari wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 3.030-3.070

Target Price: 3.180, 3.280

Stoploss: di bawah 2.970

Pada perdagangan hari Selasa di pekan ini, IHSG sempat menyentuh posisi tertingginya pada level 6.635,12 serta sempat terperosok ke level terendah pada posisi 6.323,26. Tercatat ada sebanyak 612 saham berjalan melemah yang menjadi beban bagi pergerakan indeks.

Sementara itu, terdapat sebanyak 112 saham yang bergerak menguat dan sebanyak 94 saham posisinya terpantau diam di tempat. Frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 2.804.569 kali dengan volume perdagangan mencapai 46,1 miliar lembar saham.

Nilai transaksi harian yang dibukukan secara total menyentuh angka Rp25,8 triliun. Di sisi lain, pergerakan nilai mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang rupiah bertengger pada kisaran angka 17.706.

Hampir keseluruhan sektor saham di pasar modal mengalami kondisi yang tertekan, terkecuali untuk sektor kesehatan yang sukses merangkak naik sebesar 0,55 persen. Sektor energi kedapatan anjlok sebesar 6,94 persen, diikuti sektor basic yang mengalami penyusutan 7,3 persen.

Kemudian, untuk sektor industri terpantau ikut melemah sebesar 4,54 persen, sektor consumer nonsiklikal tergelincir 2,64 persen, sektor consumer siklikal terpangkas 3,34 persen, dan sektor keuangan melemah sebesar 2,07 persen.

Selanjutnya, untuk performa dari sektor properti terpantau ikut terperosok sebesar 1,88 persen, sektor teknologi melemah 0,74 persen, sektor infrastruktur merosot 4,13 persen, dan sektor transportasi mengalami pemangkasan sebesar 6,5 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua