Rupiah Tembus 17.500 Per Dolar AS Akibat Konflik Hormuz dan Harga Minyak

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 13 Mei 2026
Rupiah Tembus 17.500 Per Dolar AS Akibat Konflik Hormuz dan Harga Minyak
ILUSTRASI tukar rupiah (sumber foto: NET)

BANGKALAN - Nilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Kurs pasangan mata uang USD/IDR sempat menembus level psikologis Rp17.500 per Dolar AS. Kondisi ini menandai pelemahan lanjutan di tengah tingginya tekanan eksternal.

Berdasarkan data perdagangan real-time, rupiah tercatat melemah 90,1 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.495 per Dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, mata uang domestik bergerak dalam rentang Rp17.395 hingga Rp17.519 per Dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global, mulai dari harga minyak dunia yang tinggi. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat turut menjadi penyebab.

Salah satu faktor utama yang membebani pasar adalah belum pulihnya situasi di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut masih terganggu akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan internasional menyebut harapan tercapainya kesepakatan damai kembali menurun setelah Donald Trump menolak proposal balasan dari Iran. Sementara pihak Tehran tetap menuntut penghentian blokade laut dan kompensasi kerugian perang.

Tehran juga menuntut pemulihan ekspor minyak serta pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz. Kondisi ini membuat distribusi minyak global belum kembali normal sehingga harga minyak mentah tetap tinggi.

Minyak WTI kontrak Juni 2026 tercatat naik ke US$98,93 per barel. Sedangkan Brent kontrak Juli 2026 bertahan di atas US$104,91 per barel. Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan situasi geopolitik tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua