Harga Perak Antam Turun Jadi Rp51.450 per Gram pada 11 Mei 2026
MALANG - Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi tipis sebesar Rp250 menjadi Rp51.450 per gram pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, di tengah dinamika fluktuasi pasar komoditas global.
Penurunan harga di awal pekan ini terpantau melalui laman resmi Logam Mulia, di mana pelemahan harga domestik dipengaruhi oleh pergerakan harga spot dunia yang berada di kisaran USD 80,53 per ounce meskipun pasar berjangka COMEX menunjukkan tren kenaikan teknis.
Bagi para investor logam mulia di Indonesia, penyesuaian harga ini menjadi indikator penting dalam strategi diversifikasi portofolio aset aman (safe haven), terutama bagi mereka yang mengincar pecahan besar seperti 250 gram hingga 1 kilogram untuk investasi jangka panjang.
Berikut adalah daftar harga perak fisik di gerai Logam Mulia Antam (belum termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku): Untuk pecahan 1 gram berada di harga dasar Rp51.450 dengan estimasi harga plus PPN 11 persen sebesar Rp57.110.
Sedangkan untuk pecahan 250 gram dibanderol Rp13.262.500 (Estimasi PPN Rp14.721.375) dan pecahan 500 gram pada angka Rp25.725.000 (Estimasi PPN Rp28.554.750).
Harga perak di pasar internasional dan platform digital lainnya seringkali memiliki selisih harga retail. Harga Spot Global berada di angka USD 80,53 per ounce, sementara Harga Berjangka (Futures) di COMEX naik 2,15 persen ke level USD 87,80 per ounce.
Harga rata-rata perak digital dalam rupiah terpantau sekitar Rp48.425 per gram di berbagai platform fintech. Bagi kolektor perak batangan merek lain, perak murni 1 gram produk Lotus Archi atau StarSilver berkisar antara Rp125.700 hingga Rp127.700.
Untuk ukuran yang lebih besar, perak murni 100 gram dihargai Rp7.174.400 sampai Rp11.058.800 tergantung kadar. Sedangkan perak murni 1 kilogram berada pada kisaran Rp67.774.000 hingga Rp70.341.000.
Dalam tips investasi, penting untuk memastikan produk memiliki kadar minimal 99,9 persen (Fine Silver) guna menjaga nilai jual kembali (buyback). Pembelian fisik umumnya dikenakan PPN 11 persen, berbeda dengan emas yang memiliki insentif pajak lebih rendah.
Perak memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding emas, menjadikannya opsi menarik bagi investor yang mencari keuntungan dari fluktuasi harga jangka pendek. Pergerakan ini harus terus dipantau oleh para pelaku pasar.