Rupiah Loyo ke Rp17.405/US$ di Tengah Memanasnya Hubungan AS-Iran

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 11 Mei 2026
Rupiah Loyo ke Rp17.405/US$ di Tengah Memanasnya Hubungan AS-Iran
Rupiah Loyo, NET.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berakhir lunglai terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Senin (11/5/2026). Mengacu pada data Refinitiv, mata uang Garuda menutup perdagangan awal pekan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,26% ke angka Rp17.405/US$.

Tekanan sudah nampak sejak pasar dibuka pagi tadi, di mana rupiah melemah 0,06% pada level Rp17.370/US$. Tren penurunan tersebut terus berlanjut sepanjang hari hingga resmi ditutup lebih rendah sore ini.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak menguat 0,10% ke posisi 98,001 pada pukul 15.00 WIB.

Laju rupiah hari ini terhambat oleh keperkasaan dolar AS. Permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam kembali melonjak karena pasar cenderung mencari aset safe haven. Hal ini disebabkan oleh kebuntuan jalur diplomasi dalam mengakhiri konflik AS-Iran yang telah berjalan selama 10 pekan.

Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal perdamaian yang disodorkan Washington. Trump menyebut respons tersebut sebagai "totally unacceptable" atau sama sekali tidak dapat diterima.

Pihak Iran dikabarkan sempat menawarkan opsi pemindahan sebagian stok uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga. Meski begitu, Teheran tetap bersikeras menolak penghancuran infrastruktur nuklirnya.

Dari sisi domestik, Survei Konsumen Bank Indonesia periode April 2026 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi masih stabil. Kondisi ini terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang bertahan di level optimistis 123,0, naik tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar 122,9.

Kestabilan keyakinan konsumen tersebut didorong oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 116,5. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap kokoh di level optimistis 129,6, walaupun sedikit menurun dibandingkan angka bulan sebelumnya yang mencapai 130,4.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua