Harga Perak Antam Melonjak Rp 47.600 Per Gram, Ikuti Tren Global

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 06 Mei 2026
Harga Perak Antam Melonjak Rp 47.600 Per Gram, Ikuti Tren Global
ilustrasi pasar perak

JAKARTA – Dinamika pasar logam mulia kembali menunjukkan taringnya pada pertengahan pekan ini melalui pergerakan harga perak domestik yang cukup signifikan. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) secara resmi mengumumkan adanya koreksi positif pada komoditas perak yang mereka pasarkan.

Kenaikan harga ini seolah memberikan angin segar bagi para kolektor logam putih di tengah fluktuasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Langkah penguatan ini tercatat terjadi tepat pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, yang dipicu oleh banyak faktor eksternal.

Peningkatan harga perak Antam ini sebenarnya tidak terjadi secara mandiri melainkan mengekor performa positif aset aman lainnya. Kenaikan harga perak Antam ini mengikuti harga emas antam dan perak dunia yang memang sedang berada dalam tren mendaki.

Jika melihat rincian pada platform resmi logammulia.com, terlihat ada pergeseran angka yang cukup terasa bagi para pelaku pasar. Harga perak Antam naik Rp 600 menjadi Rp 47.600 per gram dari posisi sebelumnya.

Catatan perdagangan terakhir menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan angka yang dirilis pada hari ini. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 47.000, yang berarti terdapat pertumbuhan nilai yang konstan.

Bagi mereka yang berniat melakukan diversifikasi aset dalam skala besar, Antam tetap menyediakan berbagai pilihan berat yang variatif. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,955 untuk memenuhi permintaan pasar.

Nilai transaksi untuk satuan yang lebih besar tentu menyesuaikan dengan kenaikan harga dasar per gram yang berlaku saat ini. Harga perak batangan 250 gram menyentuh Rp 12.425.000, mencerminkan nilai intrinsik logam mulia yang semakin kokoh.

Sementara itu, untuk unit yang paling berat dalam kategori batangan standar, harganya sudah menembus angka puluhan juta rupiah. Lalu harga perak batangan 500 gram mencapai Rp 23.925.000 pada sesi perdagangan kali ini.

Melihat lebih jauh ke kancah internasional, kenaikan di pasar lokal ini ternyata merupakan dampak langsung dari reli di bursa luar negeri. Sementara itu, harga perak dunia naik 3,95% dalam satu hari, berdasarkan data tradingeconomics.com yang memantau pergerakan harga secara real-time.

Angka psikologis baru nampaknya telah berhasil ditembus oleh komoditas perak di pasar spot global tersebut. Harga perak mencapai USD 75,70, sebuah angka yang menunjukkan kepercayaan pasar mulai pulih terhadap logam industri ini.

Secara teknikal, lonjakan ini memutus tren negatif yang sempat membayangi pasar logam pada awal minggu ini. Harga perak melonjak di atas USD 75 per ounce pada Rabu pekan ini, memulihkan kerugian dari awal pekan karena tanda-tanda de-eskalasi di Timur Tengah menekan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi.

Situasi geopolitik yang mendingin di wilayah konflik menjadi katalis utama yang mendorong investor kembali melirik aset non-energi. Kabar mengenai berlakunya kesepakatan damai sementara menjadi poin penting yang diperhatikan oleh para pialang di seluruh dunia.

Menteri Pertahanan Hegseth mengatakan, gencatan senjata yang ditetapkan hampir sebulan yang lalu tetap berlaku, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Rabu (06/05). Pernyataan ini memperkuat keyakinan bahwa stabilitas keamanan sedang diupayakan secara maksimal oleh pihak terkait.

Kondisi lapangan yang mulai kondusif ini juga diikuti dengan penghentian beberapa aksi militer yang sebelumnya sempat memanas. Menteri Luar Negeri Rubio mengkonfirmasi operasi ofensif telah berakhir karena AS mengalihkan fokusnya untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, menurut sumber tersebut.

Hegseth menegaskan bahwa kepatuhan terhadap gencatan senjata menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga komoditas global saat ini. Keberhasilan menjaga jalur logistik laut internasional diharapkan mampu menekan volatilitas harga yang merugikan konsumen.

Fokus diplomatik kini mulai bergeser pada upaya pengamanan rute perdagangan yang sangat vital bagi distribusi energi dunia. Rubio menjelaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal dagang internasional.

Di sisi lain, kebijakan dari otoritas tertinggi Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar logam mulia hari ini. Presiden Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari selat, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (06/05).

Jeda ini diambil sebagai langkah taktis untuk memberikan ruang bagi proses negosiasi politik yang sedang berlangsung di balik layar. Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan menuju solusi permanen bagi konflik yang melibatkan negara-negara produsen minyak.

Upaya ini bertujuan memberikan waktu untuk menilai apakah kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dapat tercapai, meskipun blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran akan tetap berlaku. Kebijakan ganda ini menunjukkan sikap hati-hati namun tetap tegas dalam menjaga kepentingan nasional.

Donald Trump berharap adanya ruang dialog ini dapat membuahkan kesepakatan yang lebih komprehensif terkait masa depan kawasan tersebut. Meskipun demikian, pengawasan ketat terhadap pergerakan kapal di pelabuhan Iran tidak akan serta merta dicabut demi alasan keamanan.

Sebelum adanya tanda-tanda perdamaian ini, perak sebenarnya sempat mengalami masa-masa sulit akibat tekanan ekonomi yang hebat. Perak telah berada di bawah tekanan jual yang berkelanjutan sejak awal konflik, karena melonjaknya biaya energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketat kebijakan lebih lanjut.

Kekhawatiran akan kebijakan moneter yang ketat sebelumnya membuat banyak investor menjauhi perak yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral menjadi beban berat bagi pertumbuhan harga logam mulia selama beberapa bulan terakhir.

Namun, dengan meredanya tensi di Timur Tengah, ancaman inflasi akibat harga energi yang melambung perlahan mulai terkendali. Hal ini memberikan ruang bagi harga perak untuk kembali merangkak naik menuju level fundamentalnya.

Para analis berpendapat bahwa pemulihan harga perak ini merupakan respons logis terhadap berkurangnya risiko sistemik di pasar global. Penguatan harga perak Antam di Jakarta menjadi bukti nyata betapa terintegrasinya pasar domestik dengan isu-isu geopolitik mancanegara.

Dengan harga yang kini berada di level Rp 47.600 per gram, perak kembali menunjukkan posisinya sebagai instrumen lindung nilai yang menarik. Tren kenaikan ini diprediksi masih akan berlanjut jika kondisi perdamaian di Timur Tengah terus menunjukkan progres yang positif.

Investasi pada perak batangan kini dipandang bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan strategis bagi para investor ritel. Antam sebagai penyedia utama di Indonesia dipastikan akan terus menyesuaikan harga jualnya dengan referensi pasar global yang dinamis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua