Emas Perhiasan Akhirnya Deflasi Setelah 30 Bulan Terus Meroket

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 06 Mei 2026
Emas Perhiasan Akhirnya Deflasi Setelah 30 Bulan Terus Meroket
emas perhiasan

JAKARTA – Kondisi pasar komoditas baru saja menunjukkan sebuah anomali yang cukup melegakan bagi perhitungan inflasi nasional di bulan April 2026. Setelah sekian lama menjadi beban bagi daya beli masyarakat karena harganya yang terus merangkak naik, emas perhiasan kini justru berbalik arah menjadi penahan laju inflasi.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa harga logam mulia yang dibentuk menjadi perhiasan ini mencatatkan penurunan yang sangat signifikan. Tren ini seolah memberikan napas baru bagi stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya menentu.

Secara statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) melihat adanya pergerakan yang tidak biasa pada indeks harga konsumen di sektor perawatan pribadi. Kelompok ini secara mengejutkan memberikan kontribusi yang besar terhadap deflasi di tengah periode yang biasanya rawan kenaikan harga.

Padahal, jika kita menengok ke belakang, emas perhiasan adalah salah satu aset yang paling konsisten mengalami kenaikan harga selama bertahun-tahun. Kejatuhan harga kali ini pun dianggap sebagai titik balik yang sangat krusial bagi peta jalan ekonomi kuartal kedua tahun ini.

"Tingkat deflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga tercatat menjadi deflasi terdalam sejak tahun 2020. Kelompok yang memberi andil deflasi terdalam adalah komoditas emas dan perhiasan," ujar Ateng, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Senin (4/5/2026).

Pernyataan dari pejabat BPS tersebut menegaskan bahwa pergeseran harga emas ini bukanlah sebuah fluktuasi kecil yang bisa diabaikan begitu saja. Penurunan harga ini berdampak langsung pada angka inflasi umum yang tercatat tetap terkendali pada posisi 0,13% secara keseluruhan.

Ateng Hartono berpendapat bahwa pergerakan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memang memiliki peran vital dalam meredam gejolak harga di masyarakat. Penurunan harga emas internasional yang terjadi secara simultan menjadi pemicu utama di balik koreksi harga di pasar domestik.

Realitas di lapangan memperlihatkan bahwa harga emas perhiasan memang sudah tidak lagi seagresif periode-periode sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal bahwa reli panjang komoditas ini telah menemui titik jenuhnya di tingkat konsumen global maupun lokal.

Berdasarkan data yang dirilis secara resmi, komoditas emas perhiasan terpantau mengalami deflasi yang sangat mendalam mencapai angka 3,76%. Angka ini menyumbang andil deflasi sebesar 0,09%, sebuah angka yang cukup berpengaruh dalam perhitungan makroekonomi bulanan.

Jika dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, laju penurunan harga ini terasa jauh lebih agresif dan cepat. Pada Maret 2026, angka deflasi emas perhiasan sejatinya sudah mulai terlihat meskipun baru menyentuh level 1,17%.

Perubahan tren ini mengakhiri catatan panjang kenaikan harga yang sempat menghantui pasar selama puluhan bulan terakhir. Bayangkan saja, emas perhiasan telah mengalami inflasi yang sangat konsisten tanpa henti selama 30 bulan berturut-turut.

Siklus kenaikan harga yang sangat melelahkan tersebut tercatat dimulai sejak September 2023 dan terus bertahan hingga Februari 2026. Selama periode itu, para pembeli emas perhiasan harus merogoh kocek lebih dalam karena harga yang tidak pernah turun ke level rendah.

Namun, angin perubahan mulai bertiup saat memasuki bulan ketiga di tahun 2026 ini dengan adanya penurunan harga internasional. Harga emas di pasar global perlahan mulai meluruh pada Maret dan April 2026, yang kemudian langsung direspon oleh pasar dalam negeri.

Penurunan ini menjadi berkah tersendiri bagi kelompok perawatan pribadi yang selama ini sering menjadi penyumbang inflasi yang cukup merepotkan. Deflasi yang terjadi saat ini bahkan disebut-sebut sebagai yang terdalam dalam kurun waktu empat tahun terakhir bagi kelompok tersebut.

BPS memaparkan bahwa fenomena ini menjadi anomali positif yang membantu menjaga tingkat konsumsi masyarakat tetap stabil. Masyarakat kini bisa mendapatkan akses terhadap perhiasan dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan akhir tahun lalu.

Meskipun secara umum masih terjadi inflasi tipis di berbagai sektor lainnya, namun deflasi emas berhasil menyeimbangkan timbangan ekonomi. Keberhasilan meredam inflasi April ini tentu tidak lepas dari jatuhnya harga komoditas yang sangat diminati oleh masyarakat luas ini.

Dinamika pasar perhiasan memang sangat bergantung pada bagaimana harga emas dunia berinteraksi dengan kebijakan moneter global. Ketika permintaan di tingkat global melandai, dampaknya segera terasa di toko-toko perhiasan yang ada di pasar tradisional maupun ritel modern.

Langkah penurunan harga ini seolah menjadi koreksi alami setelah harga logam kuning tersebut terbang terlalu tinggi dalam dua tahun terakhir. Banyak pengamat menilai bahwa harga emas memang sudah saatnya mendingin untuk menjaga keseimbangan pasar aset investasi.

Sangat menarik melihat bagaimana sebuah komoditas kecil seperti cincin atau kalung bisa memberikan dampak sistemik pada laporan keuangan negara. Angka deflasi 3,76% adalah bukti konkret bahwa volatilitas harga emas sangat mempengaruhi indeks harga secara keseluruhan.

Para pedagang di pusat-pusat perbelanjaan emas juga mulai merasakan pergeseran minat beli dari masyarakat setelah adanya penurunan harga ini. Stabilitas harga diharapkan bisa bertahan lebih lama agar tidak memicu lonjakan inflasi kembali di bulan-bulan mendatang.

Kini, fokus pemerintah dan otoritas terkait adalah memastikan agar rantai pasok dan distribusi barang tetap lancar guna menjaga tren positif ini. Keputusan pasar internasional tetap menjadi kunci utama yang akan dipantau oleh para pelaku ekonomi di tanah air.

Setiap pergerakan harga emas akan terus dicatat sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko inflasi yang dilakukan oleh BPS. Dengan berakhirnya reli 30 bulan tersebut, peta jalan ekonomi nasional di tahun 2026 diharapkan bisa menjadi lebih terukur dan stabil.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua