IHSG Hari Ini Rawan Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham Pilihan
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi akan menghadapi tantangan cukup berat dengan risiko koreksi pada perdagangan Selasa ini. Para pelaku pasar perlu mewaspadai pergerakan indeks yang diperkirakan bakal bergerak cukup volatil sepanjang hari.
Kondisi pasar saat ini merupakan hasil dari tarik-menarik antara sentimen global yang penuh ketidakpastian serta data domestik yang sebenarnya masih solid. Sebenarnya pada hari sebelumnya posisi indeks sempat menunjukkan sedikit taringnya dengan merangkak naik ke level 6.971,95.
Kenaikan tipis sebesar 0,22 persen tersebut sejatinya menjadi modal awal yang cukup menarik karena diiringi oleh peningkatan volume transaksi di bursa. Namun momentum positif itu tampaknya belum cukup kuat untuk menjamin stabilitas indeks pada pembukaan pasar pagi ini.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan pandangan mendalam mengenai faktor penggerak utama yang memengaruhi pasar modal kita sekarang. Ia mengamati bahwa pergerakan bursa dalam negeri saat ini masih sangat bergantung pada tren yang terjadi di kawasan Asia.
Herditya Wicaksana berpendapat bahwa pergerakan IHSG saat ini berjalan selaras dengan kondisi mayoritas bursa di Asia yang sedang berada dalam zona hijau. Kondisi makroekonomi dalam negeri pun sebenarnya tidak mengecewakan berkat pengendalian inflasi dan performa neraca perdagangan yang tetap prima.
“Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat, di sisi lain didorong oleh rilis data inflasi Indonesia yang relatif melandai dan neraca perdagangan yang masih surplus,” jelas Herditya kepada Kontan, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Senin (04/05).
Meskipun data ekonomi makro terlihat melegakan, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya beban dari sektor saham teknologi yang cukup signifikan pengaruhnya. Koreksi tajam yang melanda saham GOTO menjadi salah satu batu sandungan bagi laju indeks untuk melesat lebih jauh.
Penurunan nilai saham teknologi ini terjadi sebagai reaksi investor terhadap penandatanganan aturan baru pemerintah terkait regulasi aplikator dan pengemudi. Hal ini menciptakan sentimen negatif yang cukup kuat sehingga menahan minat beli pada saham-satu kapitalisasi besar tersebut.
Menatap sesi perdagangan hari ini, Herditya memperkirakan bahwa tekanan jual kemungkinan besar masih akan membayangi pergerakan angka di papan bursa. Investor disarankan untuk memperhatikan batas bawah yang krusial guna mengantisipasi penurunan yang lebih dalam lagi.
“IHSG rawan terkoreksi dengan level support di 6.923 dan resistance di 7.033,” jelas Herditya, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Senin (04/05).
Selain masalah teknikal, perhatian publik juga tertuju pada data produk domestik bruto atau PDB Indonesia yang akan segera dipublikasikan. Angka pertumbuhan ekonomi ini akan menjadi kompas bagi para manajer investasi dalam menentukan langkah strategis mereka kedepannya.
Tidak berhenti di sana, gejolak geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah menambah daftar panjang risiko yang harus dikalkulasi. Belum lagi posisi nilai tukar rupiah yang terus menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat yang kian perkasa.
Di sisi lain, pengamat pasar dari Mirae Asset Sekuritas memiliki cara pandang teknikal yang sedikit berbeda namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Meskipun ada tanda-tanda pembalikan arah, sinyal tersebut dianggap belum benar-benar valid secara menyeluruh.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa secara teknikal posisi indeks saat ini sudah masuk dalam area jenuh jual. Kondisi ini biasanya membuka peluang bagi indeks untuk melakukan pantulan teknis meskipun volume perdagangan masih perlu dipantau.
“IHSG berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI dan berhasil melakukan rebound dari wave B, namun indikator RSI dan Stochastics masih menunjukkan sinyal negatif dengan volume yang meningkat,” ujarnya menurut sumber tersebut, Selasa (05/05).
Nafan Aji Gusta memproyeksikan bahwa rentang gerak indeks hari ini akan berada pada kisaran yang cukup lebar antara support dan resistance. Fluktuasi ini mengharuskan para trader untuk tidak gegabah dalam melakukan eksekusi beli di tengah kondisi yang belum stabil.
Berdasarkan perhitungannya, indeks diperkirakan akan menguji level support di angka 6.917 hingga 6.684 untuk mengamankan posisi terendahnya. Sementara untuk potensi penguatan, level resistance yang mungkin dicapai berada pada kisaran 7.119 hingga menyentuh 7.244.
Nafan Aji Gusta memberikan saran agar para investor tetap selektif dan memprioritaskan saham dengan fundamental perusahaan yang benar-benar kuat. Pilihan utama sebaiknya jatuh pada saham-saham yang harganya sudah terdiskon atau masuk kategori undervalued namun punya potensi berbalik arah.
Kombinasi strategi pemilihan saham yang ketat dan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci utama menghadapi pasar yang penuh gejolak ini. Setiap keputusan investasi saat ini harus didasari oleh analisis yang matang dan bukan sekadar spekulasi sesaat.
Kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama bagi siapapun yang ingin bertransaksi di bursa saham Indonesia pada hari Selasa yang penuh tantangan ini. Semoga rilis data ekonomi domestik nanti mampu memberikan kejutan positif yang bisa mengangkat kembali kepercayaan diri para pelaku pasar.