ITMG Siap Tebar Dividen Rp992, Analis Ramal Kenaikan Harga Saham

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 04 Mei 2026
ITMG Siap Tebar Dividen Rp992, Analis Ramal Kenaikan Harga Saham
Ilustrasi ITMG

JAKARTA – Pergerakan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) belakangan ini terus menunjukkan performa yang cukup impresif di lantai bursa.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, emiten batu bara ini secara konsisten berhasil memarkir posisinya di zona hijau selama tiga hari berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026), harga saham ITMG tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,72 persen hingga menyentuh level Rp 26.650.

Aktivitas pasar pada hari tersebut terpantau cukup ramai dengan total sebanyak 3,76 juta saham ITMG yang berpindah tangan kepada investor.

Tingginya minat pasar tercermin dari frekuensi transaksi yang mencapai 6.414 kali dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 98,88 miliar.

Menariknya, aksi beli investor asing turut memberikan sentimen positif dengan membukukan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp 17,39 miliar.

Jika menilik dari sisi fundamental secara sekilas, valuasi saham ini sebenarnya masih tergolong cukup murah bagi para pelaku pasar.

Rasio price to book value (PBV) milik ITMG tercatat masih berada di bawah angka 1, atau tepatnya berada pada level 0,95 kali.

Sementara itu, untuk rasio harga terhadap laba bersih atau price earning ratio (PER) perseroan berada pada angka 9,57 kali.

Melihat kondisi teknikal tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memberikan pandangan optimis dalam laporan analisis terbarunya untuk perdagangan Senin (4/5/2026).

Pihak sekuritas memberikan rekomendasi beli bagi investor yang ingin melakukan strategi swing trade pada saham emiten tambang ini.

Target harga yang dipatok pun cukup menarik bagi para trader, yakni berada pada kisaran antara level 27.025 hingga 27.600.

Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada dan memasang level proteksi atau stoploss apabila harga bergerak di bawah 25.000.

Secara teknikal, pergerakan harga saham saat ini dianggap telah menunjukkan sinyal pembalikan arah setelah menyentuh level dukungan bawahnya.

"Pergerakan saham ITMG berhasil untuk rebound dari level support fibo-nya pada 24.620 - 25.800," terang BRIDS sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Senin (04/05).

Analis menilai bahwa dengan keberhasilan tersebut, maka ruang bagi saham ini untuk melanjutkan tren kenaikannya masih terbuka sangat lebar.

"Potensi kenaikan lanjutan terbuka dengan target resistance selanjutnya pada 27.025 - 27.600," jelas manajemen BRIDS menurut sumber tersebut pada hari yang sama.

Selain faktor teknikal di bursa, katalis utama yang sedang dinantikan oleh para pemegang saham adalah pembagian keuntungan atau dividen.

Manajemen emiten tambang ini secara resmi telah mengumumkan jadwal dan besaran pembagian dividen final untuk tahun buku 2025.

Proses pembayaran dividen tersebut direncanakan akan segera dilaksanakan dan ditransfer kepada rekening investor pada tanggal 19 Mei 2026.

Adapun besaran keuntungan yang akan diterima oleh para pemegang saham adalah sebesar Rp 992 untuk setiap satu lembar saham yang dimiliki.

Total nilai dividen tersebut akan dialokasikan kepada seluruh pemegang saham atas 1.114.899.100 saham yang telah diterbitkan secara sah oleh perseroan.

Namun, terdapat pengecualian jumlah saham dalam pembagian dividen ini yang perlu diperhatikan secara saksama oleh publik dan pelaku pasar.

Perseroan menjelaskan bahwa jumlah total lembar saham yang berhak menerima dividen tersebut tidak mencakup seluruh saham yang beredar saat ini.

Hal ini dikarenakan adanya kepemilikan saham tresuri yang saat ini masih dikuasai oleh pihak manajemen sebagai hasil dari aksi korporasi sebelumnya.

“Selanjutnya dapat disampaikan bahwa jumlah saham tersebut tidak termasuk 15.025.900 saham yang saat ini dikuasai oleh perseroan sebagai hasil dari program pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berjalan (saham tresuri),” kata manajemen ITMG sebagaimana dilansir dari sumbernya baru-baru ini.

Langkah pembelian kembali saham atau buyback ini memang menjadi bagian dari strategi internal perusahaan dalam menjaga stabilitas struktur modal.

Dengan adanya dividen yang cukup menggiurkan ini, daya tarik ITMG bagi para pemburu dividen atau dividend hunter semakin meningkat drastis.

Kombinasi antara valuasi PBV yang rendah dan imbal hasil dividen yang pasti seringkali menjadi alasan kuat bagi investor jangka panjang untuk masuk.

Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas batu bara global tetap menjadi variabel luar yang patut terus dipantau oleh para investor.

Pertumbuhan kinerja ITMG ke depan akan sangat bergantung pada efisiensi operasional dan pergerakan indeks harga energi di pasar internasional.

Bagi investor ritel, momentum pembagian dividen ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan dalam menentukan titik masuk dan keluar yang presisi.

Analisis dari pihak sekuritas setidaknya memberikan panduan bagi pasar untuk melihat di mana letak level psikologis harga yang perlu diperhatikan.

Tren penguatan yang terjadi dalam tiga hari bursa terakhir setidaknya memberikan gambaran awal mengenai kepercayaan pasar terhadap masa depan emiten ini.

Saham sektor energi memang seringkali menjadi primadona ketika emiten mulai mengetok palu mengenai besaran dividen final di Rapat Umum Pemegang Saham.

ITMG sendiri dikenal sebagai salah satu emiten yang cukup royal dalam membagikan porsi keuntungan kepada para pemegang saham setianya.

Keputusan pembayaran pada pertengahan Mei mendatang diharapkan mampu memberikan sentimen positif yang berkelanjutan bagi pergerakan harga saham di pasar reguler.

Secara keseluruhan, optimisme pasar masih terjaga berkat dukungan akumulasi beli oleh pihak asing yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Investor kini tinggal menantikan apakah target resistance di level 27.600 dapat tercapai sebelum tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Strategi yang disiplin dalam mengikuti rekomendasi teknikal sangat disarankan guna memitigasi risiko volatilitas yang mungkin muncul tiba-tiba di pasar modal.

Dengan fundamental yang solid, ITMG tetap menjadi salah satu pemain kunci yang pergerakannya selalu menjadi pusat perhatian di sektor pertambangan Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua