Bangun 33 Jalan, Pemkot Singkawang Gandeng PT SMI Percepat Ekonomi
JAKARTA – Langkah berani diambil oleh Pemerintah Kota Singkawang dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di wilayahnya guna memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui kemitraan strategis, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI secara resmi telah menyalurkan dana pembiayaan sebesar Rp 70 miliar untuk mendukung visi daerah tersebut.
Dana yang dikucurkan ini rencananya akan dialokasikan secara spesifik untuk membangun serta memperbaiki sebanyak 33 ruas jalan serta 4 unit jembatan di penjuru Singkawang. Inisiatif ini dipandang bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan sebuah upaya terencana untuk membuka isolasi wilayah dan memperlancar arus barang serta jasa.
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menegaskan bahwa dukungan finansial ini bertujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Beliau percaya bahwa aksesibilitas yang baik akan menjadi motor utama dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Kemitraan antara kedua belah pihak ini sebenarnya bukanlah hal baru karena sebelumnya telah terjalin kerja sama jangka panjang yang cukup solid. Faaris menyampaikan bahwa PT SMI pernah hadir memberikan solusi pembiayaan adaptif bagi Singkawang, terutama saat masa sulit pandemi Covid-19 untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang masif ini diharapkan mampu memberikan dampak domino, khususnya pada sektor jasa dan pariwisata yang menjadi unggulan kota tersebut. Pihak PT SMI melihat bahwa setiap rupiah yang disalurkan merupakan investasi strategis yang akan memberikan imbal hasil sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
"Pembangunan jalan dan jembatan itu bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di sektor jasa dan pariwisata. Bagi kami, pembiayaan bukan beban, melainkan instrumen percepatan pembangunan. Jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Faaris Pranawa dalam keterangan resmi, Senin (27/4), sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/04).
Jika menilik ke belakang, PT SMI memang memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam membantu pemulihan ekonomi di Kota Singkawang melalui instrumen pinjaman. Pada tahun 2020 silam, perusahaan pelat merah ini telah mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN senilai Rp 200 miliar ke wilayah yang sama.
Dana PEN tersebut kala itu dimanfaatkan secara maksimal untuk percepatan pembangunan daerah melalui perbaikan drainase, revitalisasi gedung pemerintah, hingga penguatan media pembelajaran. Keberhasilan pengelolaan dana sebelumnya menjadi modal kepercayaan bagi PT SMI untuk kembali memberikan dukungan pada proyek pembangunan jalan dan jembatan saat ini.
Di sisi lain, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa proyek pembangunan ini telah melalui proses perencanaan dan kajian yang sangat mendalam. Kerja sama ini juga telah mendapatkan lampu hijau dari berbagai instansi terkait, mulai dari Bappeda, DPRD setempat, hingga mengantongi persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.
Beliau memandang bahwa pembiayaan dari pihak ketiga seperti PT SMI adalah solusi cerdas di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah untuk mendanai proyek besar. Infrastruktur yang memadai diyakini akan secara otomatis mendongkrak nilai properti dan aktivitas bisnis yang pada akhirnya akan mempertebal kantong Pendapatan Asli Daerah.
"Kami berkomitmen melaksanakan pembangunan secara cepat, transparan, dan akuntabel sebagai wujud amanah untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Tjhai Chui Mie, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/04).
Pernyataan sang Wali Kota tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas pelaksanaan proyek di lapangan agar tepat sasaran dan waktu. Transparansi dalam penggunaan dana pembiayaan menjadi prioritas utama agar kepercayaan dari lembaga pembiayaan dan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Dalam diskusinya mengenai kondisi keuangan daerah, Tjhai Chui Mie mengakui bahwa kemandirian fiskal Kota Singkawang saat ini masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Berdasarkan data tiga tahun terakhir, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah rata-rata baru berada di angka 27,07 persen, yang artinya masih bergantung pada dana pusat.
Meski demikian, terdapat kabar baik di balik angka tersebut karena tren kinerja pendapatan asli daerah Singkawang menunjukkan grafik pertumbuhan yang cukup konsisten. Realisasi PAD diketahui terus merangkak naik dari angka Rp 244,32 miliar pada tahun 2023 hingga diproyeksikan menyentuh Rp 305,26 miliar pada tahun 2025 nanti.
Pertumbuhan yang konsisten di atas 11 persen setiap tahunnya ini menjadi indikator bahwa ekonomi Singkawang sedang bergerak ke arah yang benar. Tjhai Chui Mie berpendapat bahwa infrastruktur jalan yang mulus akan semakin mempercepat laju pertumbuhan tersebut melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan jasa.
Dukungan dari PT SMI ini dianggap sebagai katalisator yang akan memperkuat daya saing Kota Singkawang dibandingkan wilayah lainnya di Kalimantan Barat. Dengan infrastruktur yang modern, para investor diharapkan akan lebih tertarik untuk melirik Singkawang sebagai lokasi investasi yang menguntungkan di masa depan.
Lebih lanjut, Faaris Pranawa juga memberikan gambaran mengenai posisi pembiayaan PT SMI secara nasional yang terus mengalami ekspansi di berbagai daerah. Kemitraan dengan Pemkot Singkawang ini secara otomatis menambah panjang daftar portofolio pembiayaan publik yang dikelola oleh perusahaan tersebut.
Hingga periode Maret 2026, tercatat bahwa total komitmen pembiayaan daerah yang telah disepakati oleh PT SMI mencapai angka yang cukup fantastis yakni Rp 37,44 triliun. Dari total komitmen tersebut, nilai outstanding atau dana yang tengah berjalan di berbagai daerah tercatat berada di angka Rp 15,25 triliun.
Besarnya angka tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran PT SMI dalam menambal celah pembiayaan infrastruktur di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Model pembiayaan seperti ini dinilai sangat efektif karena didesain sesuai dengan kapasitas fiskal dan kebutuhan spesifik masing-masing daerah yang berbeda-beda.
Bagi Pemerintah Kota Singkawang, keberhasilan dalam menyelesaikan pembangunan 33 ruas jalan dan 4 jembatan ini akan menjadi warisan pembangunan yang berharga. Masyarakat akan merasakan manfaat langsung berupa waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya logistik yang lebih murah dalam kegiatan sehari-hari.
Sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan Singkawang diprediksi akan mendapatkan suntikan tenaga baru dengan akses jalan menuju objek wisata yang semakin nyaman. Hal ini tentu akan mengundang lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya di kota tertua di Kalimantan Barat ini.
DPRD Kota Singkawang pun diharapkan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat agar penggunaan dana Rp 70 miliar ini benar-benar memberikan dampak nyata. Setiap tahapan proyek harus dipastikan memenuhi standar kualitas teknis yang tinggi agar jalan dan jembatan yang dibangun memiliki masa pakai yang panjang.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, langkah Singkawang untuk tetap produktif melakukan pembangunan infrastruktur patut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk optimisme daerah. Investasi fisik ini merupakan modal dasar bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga ke wilayah pinggiran kota.
Pihak PT SMI sendiri berjanji akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam proses monitoring dan evaluasi pasca penyaluran dana dilakukan. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tujuan ekonomi dari pembiayaan tersebut benar-benar tercapai sesuai dengan proposal yang diajukan sebelumnya.
Ke depan, diharapkan lebih banyak pemerintah daerah lain yang terinspirasi untuk mengambil langkah serupa dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategisnya. Kerja sama antara pusat dan daerah dalam hal pembiayaan inovatif adalah kunci utama dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur nasional secara keseluruhan.
Penandatanganan kerja sama ini menutup rangkaian proses administrasi panjang yang telah dimulai sejak awal tahun anggaran demi kepentingan warga Singkawang. Kini, fokus beralih pada pelaksanaan di lapangan yang diharapkan dapat segera dimulai agar manfaatnya bisa dirasakan secepat mungkin oleh publik.
Sebagai penutup, sinergi antara PT SMI dan Pemkot Singkawang merupakan bukti nyata bahwa pembangunan daerah tidak harus terhenti karena keterbatasan APBD. Dengan kreativitas finansial dan tata kelola yang baik, mimpi untuk memiliki infrastruktur yang setara dengan kota besar di Indonesia kini bukan lagi hal yang mustahil bagi Singkawang.