United Tractors Umumkan Dividen Final dan Perubahan Posisi Presiden Direktur

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 16 April 2026
United Tractors Umumkan Dividen Final dan Perubahan Posisi Presiden Direktur
Ilustrasi Tambang emas Martabe

JAKARTA - Entitas bisnis di bawah naungan Grup Astra, yakni PT United Tractors Tbk atau UNTR, hari ini resmi mengumumkan keputusan penting terkait pembagian laba perusahaan. Keputusan tersebut diambil dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS yang digelar pada Kamis, 16 April 2026.

Pembagian Dividen Final

Dalam rapat tahunan tersebut, perusahaan sepakat untuk membagikan dividen final dengan nominal mencapai Rp1.096 per lembar saham kepada seluruh pemegang saham. Angka ini melengkapi dividen interim yang sebelumnya sudah dibagikan sebesar Rp567 per saham kepada para investor.

Dengan demikian, total dividen yang dibayarkan UNTR untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp1.663 untuk setiap lembarnya. Secara keseluruhan, nilai total pembagian dividen tersebut mencapai jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp5,92 triliun.

Jadwal Pembayaran Dividen

Pihak manajemen dari United Tractors memastikan bahwa dana dividen ini akan segera masuk ke rekening para pemegang saham. Pembayaran dijadwalkan secara resmi akan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2026 mendatang.

Para investor diharapkan untuk memperhatikan jadwal tersebut agar tidak melewatkan hak atas pembagian laba perusahaan. Keputusan ini menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham setianya.

Kinerja Pendapatan Perusahaan

Sepanjang tahun 2025, United Tractors mencatatkan perolehan pendapatan bersih sebesar Rp131,3 triliun dalam laporan keuangan mereka. Angka tersebut mencerminkan penurunan tipis sekitar 2,32 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun 2024 yang mencapai Rp134,4 triliun.

Sumber pendapatan utama perseroan masih didominasi oleh segmen kontraktor penambangan yang menyumbang sebesar Rp54,1 triliun. Selain itu, segmen mesin konstruksi berkontribusi sebesar Rp36,6 triliun, pertambangan batu bara Rp24,2 triliun, serta emas dan mineral lainnya Rp14 triliun.

Faktor Penurunan Laba

Di sisi lain, laba bersih perseroan tercatat mengalami koreksi sebesar 24,17 persen secara tahunan dari Rp19,53 triliun pada 2024. Perolehan laba bersih perusahaan pada tahun 2025 tercatat berada di angka Rp14,81 triliun saja.

Manajemen menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi akibat rendahnya kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terdampak cuaca buruk. Selain itu, harga jual batu bara yang lebih rendah juga turut menekan performa finansial perseroan di sektor metalurgi.

Pergantian Pengurus Baru

Selain masalah dividen dan keuangan, RUPS kali ini juga membahas agenda penting mengenai perubahan susunan pengurus perseroan. United Tractors resmi melakukan pergantian posisi Presiden Direktur sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.

Iwan Hadiantoro kini diangkat sebagai Presiden Direktur baru untuk menahkodai United Tractors menggantikan Frans Kesuma. Sementara itu, Frans Kesuma sendiri kini telah diangkat untuk menempati posisi sebagai Presiden Komisaris perseroan.

Struktur Komisaris Terbaru

Susunan komisaris perusahaan kini terdiri dari Frans Kesuma sebagai Presiden Komisaris serta Rudy dan Djoko Pranoto Santoso sebagai komisaris. Selain itu, terdapat nama Lincoln Lin Feng Pan dan Gita Tiffani Boer yang juga menjabat sebagai komisaris.

Posisi komisaris independen saat ini diisi oleh Paulus Bambang Widjanarko, Bruce Malcolm Cox, serta sosok Ignasius Jonan. Jajaran ini diharapkan mampu memberikan arahan strategis bagi kemajuan perusahaan di masa mendatang.

Jajaran Direksi Terbaru

Di jajaran eksekutif, posisi Presiden Direktur diisi oleh Iwan Hadiantoro yang dibantu oleh jajaran direktur lainnya. Adapun direktur yang menjabat adalah Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Wilihati Surya, Ari Sutrisno, Hendra Hutahean, dan Andreas.

Perubahan struktur pengurus ini diharapkan membawa angin segar bagi efisiensi operasional dan pengembangan bisnis perseroan ke depan. Para pemimpin baru ini ditugaskan untuk menghadapi berbagai tantangan industri di tahun 2026 yang penuh dengan dinamika.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua