PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Amankan Akuisisi Kapal Strategis Miliaran Rupiah
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk atau ELPI baru saja mengambil langkah cukup berani dalam pengembangan bisnis maritim mereka. Perusahaan ini memutuskan untuk menempuh pembiayaan non-perbankan senilai Rp633,44 miliar demi mengamankan akuisisi aset kapal strategis.
Detail Transaksi Strategis ELPI
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis, 16 April 2026, langkah tersebut dijalankan melalui entitas anak perusahaan. Entitas tersebut bernama PT ELPI Trans Cargo yang mendapatkan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga di luar lembaga perbankan formal.
Dana yang diperoleh akan digunakan secara khusus untuk membiayai pembelian kapal bertipe Multi Purpose Support Vessel bernama Bourbon Evolution 805. Pinjaman tersebut memiliki bunga sebesar 9 persen per tahun dengan masa tenor maksimal selama 9 bulan sampai refinancing dilakukan.
Klasifikasi Transaksi Material
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025, nilai transaksi tersebut ternyata telah melampaui ambang batas 20 persen dari total ekuitas perusahaan. Diketahui bahwa total ekuitas ELPI saat ini berada pada angka Rp2,70 triliun sehingga transaksi ini wajib dikategorikan sebagai transaksi material.
Ketentuan ini telah disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan bagi emiten di bursa. Pihak manajemen menyatakan bahwa keputusan untuk menempuh jalur pinjaman non-bank didorong oleh urgensi kebutuhan dana yang sangat mendesak.
Alasan Pembiayaan Mendesak
Perseroan harus segera menyelesaikan kewajiban pembayaran lelang kapal yang dijadwalkan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2026. Di sisi lain, proses pengajuan pendanaan melalui skema perbankan formal saat ini masih dalam tahap berjalan dan belum bisa terealisasi.
Kondisi tersebut akhirnya memaksa pihak perseroan untuk mencari sumber alternatif agar proses akuisisi kapal strategis ini tidak mengalami kendala. Dengan demikian, target pengembangan kegiatan usaha perusahaan diharapkan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Spesifikasi Kapal Bourbon Evolution 805
Kapal yang sedang diakuisisi oleh pihak ELPI merupakan unit DP3 MPSV yang diproduksi pada tahun 2014 silam. Kapal ini memiliki panjang fisik sekitar 100,2 meter dengan kapasitas tonase kotor mencapai angka 6.146 unit.
Unit ini rencananya akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat kegiatan operasional bisnis angkutan laut beserta seluruh layanan penunjangnya. Pihak perusahaan pun menegaskan bahwa transaksi ini sama sekali tidak mengandung unsur benturan kepentingan maupun transaksi afiliasi tertentu.
Keunggulan dan Fungsi Kapal
Kapal ini memiliki kapabilitas yang sangat beragam, mulai dari diving support, supply vessel, hingga sebagai kapal pemadam kebakaran laut. Selain itu, kapal ini juga difungsikan sebagai oil recovery ship untuk mendukung berbagai kegiatan konstruksi serta operasional sektor offshore.
Sesuatu yang menarik adalah kapal ini akan menjadi unit pertama berbendera Indonesia dengan spesifikasi DP3 MPSV multi guna. Kehadirannya diharapkan mampu menunjang kegiatan eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi di area lepas pantai.
Penilai Independen dan Tata Kelola
Meskipun harus dilakukan di tengah keterbatasan waktu yang ada, PT ELPI Trans Cargo tetap akan menunjuk penilai independen yang berkompeten. Hal ini dilakukan demi memastikan kewajaran harga transaksi agar tetap sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Seluruh informasi material mengenai transaksi ini pun telah diungkapkan secara transparan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak regulator. Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada para pemegang saham serta seluruh publik yang memantau pergerakan bisnis mereka.
Proyeksi Pendapatan dan Liabilitas
Manajemen menilai bahwa penambahan armada kapal ini akan membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan perusahaan secara signifikan. Hal ini sejalan dengan potensi penempatan kapal pada berbagai proyek offshore yang memiliki nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi.
Memang penggunaan pembiayaan eksternal ini akan berdampak secara langsung terhadap peningkatan beban liabilitas yang ditanggung oleh perusahaan. Namun, pihak perseroan mengaku sangat optimistis bahwa peningkatan tersebut dapat diimbangi dengan kontribusi pendapatan dari hasil optimalisasi operasional kapal baru.