JAKARTA - Kelangkaan LPG 3 kilogram di Lombok Timur mendorong langkah cepat dari Pertamina untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kondisi ini sempat memicu antrean panjang hingga menyebabkan warga kelelahan saat menunggu giliran mendapatkan gas. Situasi tersebut menjadi perhatian serius sehingga penyaluran tambahan segera dilakukan.
Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dengan menyalurkan tambahan pasokan dalam jumlah besar. Total sebanyak 27 ribu tabung LPG 3 kilogram digelontorkan ke wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Baca JugaUpdate Harga BBM Pertamina April 2026 Masih Stabil untuk Masyarakat
Langkah cepat ini diharapkan mampu meredakan tekanan di lapangan. Kelangkaan yang terjadi sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Dengan adanya tambahan pasokan, kondisi diharapkan kembali stabil.
Penyaluran Tambahan dan Upaya Mitigasi
Pertamina memastikan bahwa penyaluran LPG tetap berjalan normal dari hulu hingga hilir. Pengecekan dilakukan mulai dari SPPBE hingga pangkalan untuk menjaga kelancaran distribusi. Hal ini menjadi bagian dari langkah mitigasi agar tidak terjadi gangguan pasokan.
"Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar dari level SPPBE hingga pangkalan, sebagai bentuk mitigasi. Pertamina telah melaksanakan penyaluran tambahan pada momen libur panjang minggu ini sebanyak 17 ribu tabung kepada masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya yang mana jumlah ini mencapai 50% dari alokasi normal," kata Ahad Rahedi.
Penyaluran tambahan tersebut difokuskan pada wilayah dengan permintaan tinggi. Pertamina juga memastikan distribusi berjalan merata agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Dengan pengawasan ketat, distribusi diharapkan lebih efektif.
Operasi Pasar untuk Menjaga Ketersediaan
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga melaksanakan operasi pasar. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari untuk memastikan ketersediaan LPG di masyarakat. Operasi pasar menjadi salah satu strategi untuk menstabilkan kondisi di lapangan.
"Kami juga melaksanakan operasi pasar tiga hari ke depan, sudah dimulai pada hari ini," kata Ahad. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan masyarakat. Operasi pasar membantu mempercepat distribusi ke konsumen langsung.
Dalam pelaksanaannya, jumlah LPG yang disalurkan ditingkatkan secara signifikan. Sebanyak 24 ribu tabung tambahan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus utama berada pada titik-titik krusial yang mengalami kekurangan pasokan.
Pengaturan Distribusi dan Prioritas Penyaluran
Pertamina bekerja sama dengan agen untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Agen diminta memprioritaskan pangkalan dengan permintaan tertinggi. Hal ini dilakukan agar pasokan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
"Untuk hari ini akan dilaksanakan operasi pasar melalui penambahan alokasi pangkalan. Untuk dua hari ke depan akan dilaksanakan di titik krusial sesuai koordinasi dengan Pemda setempat," ujar Ahad. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menentukan lokasi distribusi.
Selain itu, pangkalan juga diminta melayani konsumen langsung dengan harga sesuai ketentuan. Harga eceran tertinggi ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga di tengah peningkatan permintaan.
Pengawasan dan Sanksi untuk Menjaga Ketertiban
Pertamina menegaskan pentingnya disiplin dalam penyaluran LPG. Seluruh agen dan pangkalan diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk mencegah penyimpangan distribusi.
"Kami menegaskan kembali ke seluruh agen dan pangkalan terkait penyaluran harus tepat sasaran dan senantiasa mengecek secara disiplin terkait penjualan akhir ke konsumen. Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak agen maupun pangkalan resmi Pertamina, maka kami memberikan sanksi berupa penyetopan alokasi sampai dengan pemutusan hubungan usaha," tegas Ahad.
Penerapan sanksi menjadi langkah tegas untuk menjaga ketertiban distribusi. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada pelanggaran yang merugikan masyarakat. Sistem ini juga memastikan LPG subsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
Harapan Stabilitas dan Pemenuhan Kebutuhan Energi
Langkah penambahan pasokan dan operasi pasar diharapkan mampu menstabilkan kondisi di Lombok Timur. Ketersediaan LPG yang cukup menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Dengan distribusi yang lancar, aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan.
Pertamina terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang optimal. Penanganan cepat terhadap kelangkaan menjadi bukti komitmen perusahaan. Upaya ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menyediakan energi bagi masyarakat.
Dengan strategi yang tepat, kebutuhan LPG diharapkan dapat terpenuhi secara merata. Stabilitas pasokan menjadi prioritas utama dalam menghadapi lonjakan permintaan. Ke depan, koordinasi yang baik akan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan energi.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








.jpg)



