Proyek PSEL Sulsel Hasilkan Listrik dari Sampah Kota Makassar Secara Berkelanjutan
- Minggu, 05 April 2026
JAKARTA - Tiga daerah di Sulawesi Selatan kini mengubah sampah menjadi energi listrik.
Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros bekerja sama dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil untuk mengurangi timbunan sampah yang hampir mencapai 2.000 ton per hari di tiga wilayah tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa proyek ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109. "Timbunan sampah hampir mencapai 2.000 ton per hari di tiga kabupaten-kota itu, maka penyelesaian yang paling cepat tentu waste to energy," katanya. Proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengelola sampah secara sistemik dan berkelanjutan.
Baca JugaPetani Probolinggo Ubah Eceng Gondok Menjadi Lahan Pertanian Lebih Produktif
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyaksikan perjanjian kolaborasi lintas daerah di Rumah Jabatan Gubernur Makassar. Ia menekankan pentingnya kerja sama antarwilayah agar pengelolaan sampah tidak dilakukan secara parsial. "Kolaborasi ini memastikan setiap daerah berkontribusi secara efektif terhadap solusi sampah," ujarnya.
Kapasitas dan Potensi Energi PSEL
Fasilitas PSEL dirancang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Pasokan berasal dari Makassar sebanyak 800 ton, Gowa 150 ton, dan Maros 50 ton per hari. Sampah tersebut diperkirakan menghasilkan listrik antara 20 hingga 25 MegaWatt, tergantung kualitas sampah yang masuk.
Namun, kapasitas pengangkutan sampah di Makassar baru mencapai 67 persen. Oleh karena itu, peningkatan layanan pengangkutan menjadi prioritas utama agar PSEL bisa beroperasi optimal. Langkah ini sekaligus menekan timbunan sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Proyek PSEL juga diharapkan memotong generasi pengelolaan sampah saat ini. Dengan pengurangan timbunan hingga 20 persen per hari, lingkungan perkotaan menjadi lebih bersih. Pendekatan ini menjadi model bagi kota lain dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Presiden
Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa proyek PSEL adalah hasil arahan Presiden Prabowo. Presiden menekankan urgensi pengelolaan TPA yang usia rata-rata mencapai 17 tahun. "Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memotong generasi dari pengelolaan sampah sekarang ini," ujarnya.
Selain itu, pemerintah pusat menekankan pengembangan sistemik untuk menyelesaikan persoalan sampah di perkotaan. PSEL menjadi bagian dari proses panjang yang dirancang untuk mengatasi persoalan sampah nasional. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah terhadap inovasi energi bersih.
Kolaborasi antarwilayah menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya PSEL, setiap kabupaten dan kota dapat berbagi tanggung jawab. Hal ini diharapkan mendorong terciptanya pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pendekatan Ramah Lingkungan dan Aglomerasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya pendekatan aglomerasi. Pendekatan ini melibatkan kerja sama tiga wilayah agar persoalan sampah tidak diselesaikan secara parsial. "Kami ingin memastikan setiap wilayah berkontribusi untuk solusi sampah yang berkelanjutan," kata Munafri.
Kolaborasi ini memungkinkan optimalisasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Dengan berbagi pasokan dan fasilitas, efisiensi energi dan biaya dapat meningkat. Selain itu, pendekatan ini memperkuat ketahanan lingkungan kota terhadap timbunan sampah yang terus bertambah.
PSEL menggunakan teknologi waste to energy yang ramah lingkungan. Sampah yang masuk diproses menjadi listrik, mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi. Model ini juga mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan.
Manfaat Sosial dan Ekonomi PSEL
Selain lingkungan, PSEL memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Dengan mengurangi timbunan sampah, kualitas hidup warga sekitar meningkat. Udara lebih bersih dan risiko penyakit akibat sampah menurun.
Dari sisi ekonomi, listrik yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan wilayah sekitar. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan energi fosil dan meningkatkan kapasitas listrik lokal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi baru.
Selain itu, proyek ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Pekerjaan terkait pengangkutan, pengolahan, hingga pemeliharaan fasilitas PSEL dapat menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja sambil menjaga lingkungan.
Mendorong Inovasi dan Kesadaran Lingkungan
Proyek PSEL di Sulsel diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Transformasi sampah menjadi energi listrik menunjukkan inovasi yang nyata dan berkelanjutan. Petugas dan pemerintah daerah kini memiliki model pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting. Edukasi mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan teknologi waste to energy dapat meningkatkan partisipasi warga. Dengan kesadaran kolektif, keberlanjutan PSEL akan lebih terjamin.
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa proyek ini bagian dari strategi panjang nasional. "Pengembangan PSEL merupakan langkah penting dalam menjawab persoalan timbulan sampah yang terus meningkat," ujarnya. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana sampah dapat menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui PSEL, Sulsel membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga energi dan inovasi. Setiap ton sampah yang diolah memberi kontribusi langsung pada listrik dan lingkungan lebih bersih. Dengan kolaborasi lintas daerah, masa depan pengelolaan sampah di Sulsel tampak lebih cerah dan berkelanjutan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Tarif Listrik Terbaru Memberikan Kemudahan Perhitungan kWh untuk Pelanggan
- Minggu, 05 April 2026
Pilihan Rumah Subsidi Terjangkau di Banyuasin Buka Peluang Hunian bagi Masyarakat
- Sabtu, 04 April 2026












