Jumat, 03 April 2026

Rahasia Panjang Umur dengan Mengonsumsi 7 Makanan Sehat Setiap Hari

Rahasia Panjang Umur dengan Mengonsumsi 7 Makanan Sehat Setiap Hari
Rahasia Panjang Umur dengan Mengonsumsi 7 Makanan Sehat Setiap Hari

JAKARTA - Menjalani hidup yang panjang dan sehat bukan hanya soal faktor usia, tetapi juga berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari. 

Salah satu aspek penting yang berperan besar adalah pola makan yang diterapkan secara konsisten. Dengan memilih makanan yang tepat, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidup hingga usia lanjut.

Penuaan adalah proses kehidupan yang tidak bisa dihindari. Namun, ada banyak hal yang dapat dilakukan agar bisa berumur panjang dengan keadaan sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga

Kenali Perbedaan Gatal Campak dan Cacar Air Sejak Dini untuk Penanganan Tepat

Melansir Eat This Not That, sebuah studi menemukan bahwa penuaan seseorang ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh genetika. Tanpa disadari, proses penuaan tergantung pada kendali seseorang atas dirinya sendiri, termasuk pola makan.

Peran Nutrisi dan Senyawa Alami dalam Tubuh

Kandungan nutrisi dalam makanan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Senyawa alami seperti antioksidan dan anti-inflamasi mampu membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam memperlambat proses penuaan.

"Kuncinya adalah menghindari makanan olahan yang mengandung lemak, gula, dan natrium tidak sehat dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan," ujar kepala petugas medis Modern Age, dr. Anant Vinjamoori.

Menurut dr. Vinjamoori, makanan yang mengandung banyak fitokimia dan flavonoid, yakni senyawa yang bersifat antioksidan, anti-inflamasi, serta antikarsinogenik dapat membantu seseorang berumur panjang dan lebih sehat.

"Pola makan yang kaya akan beragam makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan, dikaitkan dengan masa hidup yang lebih panjang dan lebih sehat," papar dr. Vinjamoori.

Kacang-Kacangan dan Kunyit untuk Kesehatan Jangka Panjang

Kacang-kacangan menjadi salah satu pilihan makanan sehat yang mudah ditemukan dan dikonsumsi. Kandungan nutrisi di dalamnya memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Selain itu, bahan alami seperti kunyit juga dikenal memiliki khasiat yang kuat.

Kacang-kacangan, seperti kacang almond, kacang tanah, hazelnut, hingga pistachio adalah makanan yang sehat dan diklaim dapat membantu seseorang panjang umur.

Menurut studi yang dipublikasikan Predimed, sebuah percobaan intervensi nutrisi jangka panjang mengamati penurunan risiko kejadian kardiovaskular antara individu yang mengonsumsi makanan Mediterania dan dilengkapi kacang-kacangan campuran dengan orang yang melakukan diet rendah lemak.

Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi kacang-kacangan memiliki risiko kematian 39 persen lebih rendah daripada kelompok yang melakukan diet rendah lemak.

"Kacang-kacangan kaya akan lemak tak jenuh (bentuk lemak yang sehat), serat, antioksidan, serta vitamin dan mineral tertentu yang secara kolektif meningkatkan kesehatan jantung, membantu mengendalikan berat badan, dan meningkatkan umur panjang," kata dr. Vinjamoori.

Menurut dr. Vinjamoori, kunyit adalah bahan makanan yang mengandung kurkumin, yakni senyawa bioaktif dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Efek anti-inflamasi yang dihasilkan kurkumin dapat mengurangi peradangan kronis yang umumnya terjadi saat penuaan.

Selain itu, menurut hasil studi yang dipublikasikan Cells pada 2022, kurkumin disebut dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Minyak Zaitun, Teh Hijau, dan Bawang yang Kaya Manfaat

Beberapa bahan makanan lain juga terbukti memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh. Minyak zaitun, teh hijau, dan bawang termasuk dalam daftar makanan yang dapat membantu memperpanjang usia. Kandungan senyawa aktif di dalamnya berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.

Sebuah studi dalam Journal of American College of Cardiology menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari setengah sendok makan minyak zaitun per hari 19 persen lebih rendah mengalami risiko kematian.

Menurut studi yang sama, para individu yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko 29 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit neurodegeneratif, 19 persen lebih rendah menderita penyakit jantung, dan 17 persen lebih rendah meninggal akibat kanker.

Zaitun sendiri disebutkan tujuh kali dalam Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan betapa penting buah tersebut dalam sejarah perkembangan Islam.

Dalam Surat Al Mu'minun ayat 20, Al-Quran memberitahu tentang buah-buahan yang harus dimakan, dan berbicara tentang pohon zaitun yang tumbuh di Gunung Sinai yang menyediakan minyak dan bumbu untuk dimakan.

Vinjamoori mengatakan bahwa teh hijau memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-kanker yang baik untuk manusia.

Sebuah studi pada 2022 menemukan bahwa quercetin yang terkandung di dalam teh hijau dapat menghilangkan sel senescence, yakni sel yang mampu menurunkan fungsi-fungsi fisik sehingga dapat berkontribusi untuk menunda proses penuaan.

Menurut dr. Vinjamoori, quercetin dapat mengaktifkan gen SIRT1, yaitu gen yang berperan penting untuk umur panjang dan pembatasan kalori, meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki DNA, dan berpotensi memperlambat proses penuaan.

Menurut studi Molecules pada 2022, bawang adalah salah satu sumber quercetin yang memiliki fungsi perlindungan terhadap penuaan.

Sementara itu, berdasarkan uji klinis acak pada 2021 dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, mengonsumsi bawang yang kaya quercetin dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada manusia.

Biji-Bijian dan Buah Beri Lengkapi Pola Makan Sehat

Selain makanan yang telah disebutkan, biji-bijian utuh dan buah beri juga memiliki manfaat yang tidak kalah penting. Kedua jenis makanan ini mengandung nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Konsumsi rutin dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan di Circulation pada 2016, orang yang makan sekitar 2,4 ons biji-bijian atau setara satu setengah potong roti gandum setiap hari memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah bila dibandingkan dengan kelompok yang makan lebih sedikit atau tidak makan biji-bijian sama sekali.

Beri-berian terkenal mengandung antioksidan, salah satunya flavonoid yang berperan dengan panjang umur seseorang.

Sebuah studi yang dipublikasikan British Journal of Nutrition mengamati data dari salah satu pengamatan terbesar terhadap faktor risiko penyakit kronis utama pada wanita yang diikuti oleh lebih dari 93 ribu perempuan selama beberapa dekade, Nurses Health Studi.

Hasilnya, para peneliti menemukan hubungan yang erat antara mengonsumsi makanan kaya flavonoid, khususnya blueberry dan stroberi, serta red wine, teh, dan paprika. Orang-orang yang rutin mengonsumsi makanan mengandung flavonoid memiliki risiko kematian akibat penyakit yang lebih rendah.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lee Donghae Bersiap Debut Solo Lewat Album Perdana yang Penuh Antusiasme

Lee Donghae Bersiap Debut Solo Lewat Album Perdana yang Penuh Antusiasme

Tips Praktis Menyimpan Kimchi Agar Rasa Tetap Segar dan Optimal

Tips Praktis Menyimpan Kimchi Agar Rasa Tetap Segar dan Optimal

3 Kebiasaan Sederhana Efektif Mengurangi Stres dan Tingkatkan Kesehatan Mental

3 Kebiasaan Sederhana Efektif Mengurangi Stres dan Tingkatkan Kesehatan Mental

Kuliner Jakarta: Rasakan Nikmatnya Nasi Bebek Madura yang Menggoda

Kuliner Jakarta: Rasakan Nikmatnya Nasi Bebek Madura yang Menggoda

Nikmati Lezatnya Gulai Daun Singkong Ala Warung Padang yang Autentik

Nikmati Lezatnya Gulai Daun Singkong Ala Warung Padang yang Autentik