JAKARTA - Kenaikan harga tandan buah segar kelapa sawit kembali menjadi perhatian pada awal April 2026.
Lonjakan ini memberikan harapan baru bagi petani di Sumatra Utara yang selama ini bergantung pada komoditas tersebut. Perubahan harga yang cukup signifikan menunjukkan adanya pengaruh kuat dari dinamika global.
Harga tandan buah segar sawit produksi petani mitra Pemerintah Provinsi Sumatra Utara kembali meroket. Pada periode 1–7 April 2026, harga TBS menyentuh Rp4.059,20 per kilogram. Sebelumnya, harga TBS petani Sumut berada di level Rp3.834,74 per kilogram.
Baca JugaHarga BBM Pertamina Tetap Stabil di Awal April 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi global yang tidak stabil. Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama pergerakan harga komoditas. Dampaknya tidak hanya dirasakan di pasar internasional, tetapi juga hingga ke tingkat petani.
Pengaruh Geopolitik Terhadap Harga Sawit
Analis Pasar Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Dewiana mengatakan bahwa perang di Timur Tengah memberi pengaruh pada pergerakan harga komoditas. Saat ini, harga minyak sawit mentah lokal dan acuan telah mencapai Rp15.905,71 per liter. Kondisi ini memperkuat tren kenaikan harga di tingkat petani.
“Ada pengaruh dari situasi global juga di mana saat ini perang antara Iran dengan Israel dan sekutunya masih berlangsung sehingga membuat harga komoditas juga bergejolak,” ujar Dewiana. Pernyataan ini menunjukkan bahwa faktor eksternal sangat berperan dalam menentukan harga sawit.
Harga CPO lokal dan ekspor acuan juga mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir. Sempat menyentuh Rp15.516 per liter pada pertengahan Maret, lalu turun ke Rp14.999,17 per liter. Namun, harga kembali melonjak ke Rp15.905,71 per liter pada minggu ini.
Pergerakan Harga dan Faktor Penentu
Harga kernel lokal turut mengalami kenaikan dalam periode ini. Nilainya mencapai Rp15.492 per kilogram dari sebelumnya Rp15.285 per kilogram. Kenaikan ini memperkuat tren positif pada sektor perkebunan sawit.
Pada awal tahun, Disbunak Sumut juga merilis harga pembelian TBS hingga umur tanaman 30 tahun. Sebelumnya, penetapan hanya berlaku hingga usia 25 tahun. Kebijakan ini memberikan kepastian tambahan bagi petani dalam menentukan nilai jual.
Secara keseluruhan, harga tertinggi TBS terjadi pada tanaman usia 21 tahun. Nilainya mencapai Rp4.065,95 per kilogram dari sebelumnya Rp3.842,13 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas tanaman juga memengaruhi harga.
Penetapan Harga dan Kebijakan Daerah
“Penambahan daftar harga pembelian ini sesuai dengan pedoman penetapan yang terbaru. Selain itu, kebun mitra plasma juga masih ada yang berproduksi sampai usia 30 tahun sehingga ini akan sangat membantu memberi kejelasan terkait harga,” ujarnya. Kebijakan ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi petani.
Dewi mengatakan bahwa penentuan harga pembelian TBS mengacu pada berbagai sumber. Harga diperoleh dari PT Perkebunan Nusantara, GAPKI, serta harga pasaran minyak sawit mentah dan kernel. Dengan demikian, penetapan harga dilakukan secara komprehensif.
“Harga ini hanya berlaku untuk petani mitra Pemprov Sumut. Di daerah lain di Sumut bisa saja harganya berbeda-beda,” tambahnya. Hal ini menunjukkan adanya variasi harga antar wilayah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor lokal.
Rincian Harga TBS Sawit Sumut
Harga pembelian tertinggi TBS petani mitra Pemprov Sumut periode ini sebesar Rp4.059,20 per kilogram. Nilai ini berlaku untuk tanaman usia 10–20 tahun dengan kadar rendemen tertinggi. Faktor K atau persentase bagian yang diterima petani pada April 2026 sebesar 93,15 persen.
Berikut acuan harga TBS sawit petani pekebun di Sumut periode 1–7 April 2026. Data ini menunjukkan variasi harga berdasarkan usia tanaman. Setiap kelompok usia memiliki nilai yang berbeda sesuai tingkat produktivitas.
| Usia Tanaman | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| 3 tahun | 3.428,34 |
| 4 tahun | 3.656,41 |
| 5 tahun | 3.782,00 |
| 6 tahun | 3.891,64 |
| 7 tahun | 3.854,45 |
| 8 tahun | 3.991,99 |
| 9 tahun | 4.026,64 |
| 10–20 tahun | 4.059,20 |
| 21 tahun | 4.065,95 |
| 22 tahun | 4.029,97 |
| 23 tahun | 3.971,55 |
| 24 tahun | 3.851,46 |
| 25 tahun | 3.741,52 |
| 26 tahun | 3.713,10 |
| 27 tahun | 3.659,64 |
| 28 tahun | 3.603,22 |
| 29 tahun | 3.545,29 |
| 30 tahun | 3.487,35 |
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Pelatihan Petani di Kaltim Dorong Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perkebunan
- Jumat, 03 April 2026
Stabilitas Tarif Listrik 2026 Jadi Penopang Utama Pemulihan Ekonomi Nasional
- Jumat, 03 April 2026
Demak Hadirkan Alternatif Hunian Terjangkau dengan Lokasi Menarik dan Strategis
- Jumat, 03 April 2026












