Jumat, 03 April 2026

Harga Pangan Bergerak Dinamis Menjelang Akhir Pekan di Berbagai Daerah

Harga Pangan Bergerak Dinamis Menjelang Akhir Pekan di Berbagai Daerah
Harga Pangan Bergerak Dinamis Menjelang Akhir Pekan di Berbagai Daerah

JAKARTA - Menjelang akhir pekan, dinamika harga bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat karena adanya perubahan pada sejumlah komoditas utama.

Pergerakan harga ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang terus berubah di pasar. Situasi tersebut membuat sebagian harga mengalami penurunan, sementara lainnya justru meningkat.

Perubahan harga ini menjadi informasi penting bagi masyarakat dalam merencanakan kebutuhan harian. Beberapa komoditas strategis menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam periode terkini. Namun di sisi lain, masih terdapat bahan pangan yang mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu besar.

Baca Juga

Harga BBM Pertamina Tetap Stabil di Awal April 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Menjelang akhir pekan, sejumlah bahan pangan mengalami penurunan harga pada Jumat (3/4/2026). Harga bahan pokok seperti cabai dan daging sapi kompak turun. Namun demikian, masih terdapat juga beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan.

Penurunan Harga Cabai di Berbagai Jenis

Cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga cukup signifikan. Hampir seluruh jenis cabai menunjukkan tren penurunan dalam periode mingguan. Hal ini memberikan dampak positif bagi masyarakat yang selama ini terbebani oleh tingginya harga cabai.

Penurunan ini terlihat pada cabai merah besar yang mengalami penurunan cukup tajam. Selain itu, jenis cabai lainnya juga mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan pasokan di pasar.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 06.15 WIB, penurunan harga terjadi diseluruh jenisnya seperti cabai merah besar yang turun 11,9% menjadi Rp46.600/kg secara mingguan.

Cabai merah keriting juga turun 14,55% menjadi Rp45.800/kg. Cabai rawit hijau menjadi Rp53.850/kg turun 11,94% dan cabai rawit merah yang turun 0,92% menjadi Rp86.150/kg.

Harga Daging dan Protein Hewani Ikut Turun

Selain cabai, komoditas daging juga menunjukkan tren penurunan harga meskipun tidak terlalu besar. Penurunan ini mencakup beberapa kategori kualitas daging sapi yang tersedia di pasaran. Hal tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang mengandalkan protein hewani.

Penurunan harga juga terjadi pada produk unggas dan turunannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan protein hewani relatif stabil dalam periode ini. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi.

Bahan pokok lainnya yang terpantau juga turun harga yakni daging sapi kualitas 1 yang kini dibanderol Rp148.250/kg atau turun 0,64% secara mingguan, begitu juga dengan harga daging sapi kualitas 2 yang turun 0,53% menjadi Rp140.100/kg.

Tak hanya itu, bahan protein lain yakni daging ayam ras segar serta telur ayam ras segar juga terpantau mengalami penurunan harga. Daging ayam ras segar kini menjadi Rp42.250/kg atau turun 3,65% dan telur ayam ras segar turun 1,04% menjadi Rp33.250/kg.

Kenaikan Harga Bawang dan Kebutuhan Pokok Lainnya

Di tengah penurunan beberapa komoditas, terdapat pula bahan pangan yang justru mengalami kenaikan harga. Komoditas bawang menjadi salah satu yang menunjukkan peningkatan cukup terlihat. Kenaikan ini menjadi perhatian karena bawang merupakan bahan penting dalam berbagai masakan.

Tidak hanya bawang, beberapa bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan adanya tekanan pada sisi pasokan maupun distribusi. Meskipun kenaikannya relatif kecil, tetap memberikan dampak bagi pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, harga bahan pangan seperti komoditas bawang hingga minyak goreng terpantau justru naik harga. Bawang merah ukuran sedang misalnya, naik 4,14% menjadi Rp47.800/kg secara mingguan disusul juga bawang putih ukuran sedang yang kini berada diharga Rp40.450/kg atau naik 0,25%.

Harga beras untuk kualitas medium II sebesar Rp15.900/kg, naik 0,32%. Beras kualitas super I dan II juga naik 0,29% dan 0,3% menjadi Rp17.250/kg dan Rp16.800/kg.

Minyak Goreng dan Gula Alami Penyesuaian Harga

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Baik minyak curah maupun minyak kemasan mengalami penyesuaian harga meskipun dalam skala kecil. Hal ini turut memengaruhi biaya konsumsi sehari-hari masyarakat.

Selain minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan dalam periode yang sama. Perubahan ini menunjukkan adanya dinamika pada komoditas pangan olahan. Meskipun kenaikannya tidak besar, tetap perlu diperhatikan oleh konsumen.

Di samping itu, harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp19.850/kg atau naik 0,51%. Begitu juga dengan minyak kemasan bermerk I yang naik 0,44% menjadi Rp23.050/kg. Harga minyak goreng kemasan merek II juga naik 0,46% menjadi Rp22.050/kg.

Gula pasir kualitas premium juga naik harga 0,5% menjadi Rp20.150/kg begitu pula harga gula pasir lokal yang kini menjadi Rp19.000/kg atau naik 0,8%.

Stabilitas Harga Beras dan Gambaran Pasar Saat Ini

Di tengah berbagai perubahan harga, beberapa jenis beras menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Hal ini menjadi kabar positif karena beras merupakan kebutuhan utama masyarakat. Stabilnya harga beras memberikan kepastian bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua komoditas mengalami fluktuasi harga dalam periode yang sama. Stabilitas pada beberapa bahan pokok menjadi penyeimbang di tengah kenaikan dan penurunan harga lainnya. Dengan demikian, masyarakat masih memiliki opsi yang relatif aman dalam pengeluaran.

Di sisi lain, untuk beras kualitas bawah I dan beras kualitas medium I terpantau tidak mengalami perubahan atau tetap dengan masing-masing kisaran harga Rp14.500/kg dan Rp16.000/kg.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Karet Menguat Bawa Harapan Baru bagi Petani di Sumatera Selatan

Harga Karet Menguat Bawa Harapan Baru bagi Petani di Sumatera Selatan

Pelatihan Petani di Kaltim Dorong Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perkebunan

Pelatihan Petani di Kaltim Dorong Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perkebunan

Stabilitas Tarif Listrik 2026 Jadi Penopang Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Stabilitas Tarif Listrik 2026 Jadi Penopang Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Demak Hadirkan Alternatif Hunian Terjangkau dengan Lokasi Menarik dan Strategis

Demak Hadirkan Alternatif Hunian Terjangkau dengan Lokasi Menarik dan Strategis

CMES Perdana Jadi Momentum Kebangkitan Industri Mesin di Indonesia

CMES Perdana Jadi Momentum Kebangkitan Industri Mesin di Indonesia