Penyaluran KUR BNI Tumbuh Positif dan Perkuat Dukungan bagi UMKM Nasional
- Jumat, 03 April 2026
JAKARTA - Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan terus diperkuat melalui berbagai program pembiayaan yang menyasar pelaku usaha kecil dan menengah.
Salah satu instrumen yang memiliki peran penting adalah Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan oleh perbankan nasional. Program ini menjadi tulang punggung dalam mendukung aktivitas usaha masyarakat di berbagai sektor.
PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan capaian penyaluran KUR yang menunjukkan perkembangan positif pada awal tahun. Realisasi yang berhasil dicapai mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan. Selain itu, capaian ini juga menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap dukungan permodalan.
Baca JugaProgram KUR BRI 2026 Hadirkan Pinjaman Usaha dengan Cicilan Ringan
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,7 triliun hingga Februari 2026. Penyaluran tersebut telah menjangkau 7.607 debitur dan didominasi oleh sektor perdagangan.
Capaian Melampaui Target yang Ditetapkan
Realisasi penyaluran KUR yang dicapai BNI dinilai masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target perusahaan. Bahkan, secara proporsional, capaian tersebut telah melampaui ekspektasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini menjadi indikator bahwa strategi penyaluran yang diterapkan berjalan efektif.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang dalam menentukan alokasi pembiayaan. Dengan pendekatan yang terukur, penyaluran KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Kondisi ini memperkuat peran BNI sebagai salah satu penyalur utama pembiayaan UMKM.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, capaian tersebut masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan perseroan.
“Secara alokasi proporsional hingga Februari 2026 telah mencapai 104%,” ujarnya.
Kualitas Kredit Tetap Terjaga dengan Baik
Selain fokus pada peningkatan penyaluran, BNI juga menjaga kualitas kredit yang diberikan kepada debitur. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah yang tetap berada dalam batas aman. Pengelolaan risiko yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas portofolio pembiayaan.
Kinerja yang stabil ini menunjukkan bahwa penyaluran KUR tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga kualitas. Dengan demikian, keberlanjutan program pembiayaan dapat terus terjaga dalam jangka panjang. Hal ini penting untuk memastikan manfaat KUR dapat dirasakan secara optimal oleh pelaku usaha.
Dari sisi kualitas kredit, BNI memastikan portofolio KUR tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KUR tercatat sebesar 2,70% hingga Februari 2026.
“Kinerja ini didorong oleh penguatan pengelolaan manajemen risiko,” jelas Iqbal.
Fokus Sektor Produktif dan Dukungan Program Pemerintah
Dalam menyalurkan KUR, BNI memprioritaskan sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Sektor perdagangan menjadi salah satu yang mendominasi, diikuti oleh sektor lainnya seperti pertanian dan industri. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis produktivitas.
Selain itu, BNI juga memberikan perhatian khusus pada sektor prioritas nasional. Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam penyaluran pembiayaan. Dengan dukungan ini, diharapkan sektor strategis dapat tumbuh lebih kuat dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
Adapun sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk penyaluran KUR sepanjang tahun ini meliputi sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, industri, dan jasa. Selain itu, BNI juga fokus mendukung sektor prioritas pemerintah, khususnya ketahanan pangan.
Strategi Digitalisasi Perkuat Penyaluran dan Prospek Ke Depan
Untuk meningkatkan efektivitas penyaluran, BNI terus mengembangkan strategi berbasis teknologi. Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat proses penyaluran kredit. Dengan sistem yang lebih modern, penilaian kelayakan debitur dapat dilakukan secara lebih akurat dan efisien.
Langkah ini juga membantu memperluas jangkauan layanan kepada pelaku usaha di berbagai daerah. Dengan kemudahan akses, lebih banyak UMKM dapat memperoleh pembiayaan yang dibutuhkan. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk mempercepat penyerapan sekaligus menjaga kualitas kredit, BNI mengandalkan strategi yang selaras dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
BNI juga terus memperkuat proses penyaluran KUR melalui digitalisasi guna meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penilaian kelayakan debitur UMKM. Dengan strategi tersebut, BNI optimistis penyaluran KUR sepanjang 2026 dapat tumbuh optimal dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
OJK Siapkan ETF Emas sebagai Langkah Perluasan Akses Investasi Nasional
- Jumat, 03 April 2026
Daftar Harga Emas Perhiasan Mengalami Penguatan Tipis pada Awal April 2026
- Jumat, 03 April 2026
Strategi Cerdas Mendapatkan KPR Bunga Rendah di Tahun 2026 untuk Masyarakat
- Jumat, 03 April 2026
Belanja Online Meningkat Pesat Dorong Tren Keuangan Digital di Masyarakat
- Jumat, 03 April 2026








.jpg)


