Golongan Darah B Disebut Berpotensi Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe Dua
- Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA - Kesadaran terhadap faktor risiko kesehatan terus berkembang seiring munculnya berbagai temuan ilmiah terbaru.
Salah satu yang menarik perhatian adalah hubungan antara golongan darah dengan potensi penyakit tertentu. Penelitian terbaru menunjukkan adanya kaitan yang patut diperhatikan oleh masyarakat luas.
Sejumlah ilmuwan menemukan, pemilik golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan golongan darah lainnya. Temuan ini berasal dari studi komprehensif yang dirilis pada 2024. Hasil tersebut menambah wawasan baru dalam memahami faktor risiko penyakit kronis.
Baca JugaDunia Frozen di Disneyland Paris Resmi Dibuka, Elsa dan Olaf Bisa Ditemui Secara Langsung
Melansir Yahoo Health, kajian tersebut menyatakan individu dengan golongan darah B, baik positif maupun negatif, tercatat memiliki risiko sekitar 28% lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan mereka dengan golongan darah non-B.
Meski peningkatannya tergolong moderat, risiko ini dinilai bisa menjadi signifikan jika disertai faktor lain seperti pola makan dan gaya hidup. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menjaga kesehatan.
Temuan Ilmiah dari Studi Komprehensif
Penelitian ini dipimpin oleh epidemiolog Fang-Hua Liu dari Shengjing Hospital of China Medical University. Timnya melakukan umbrella review, yakni analisis besar yang menggabungkan puluhan studi sebelumnya untuk melihat hubungan antara golongan darah dan berbagai penyakit. Metode ini memberikan gambaran yang lebih luas dan mendalam terhadap data yang ada.
Hasilnya, dari sekitar 270 hubungan antara golongan darah dan kondisi kesehatan yang dianalisis, hanya satu yang dinilai memiliki bukti kuat. Hubungan tersebut adalah kaitan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2. Temuan ini menjadi sorotan karena didukung oleh data yang konsisten.
"Tinjauan menyeluruh saat ini mencakup 51 tinjauan sistematis dengan artikel meta-analisis yang berisi 270 asosiasi. Kami menghitung ulang setiap asosiasi dan hanya menemukan satu (contoh) bukti yang meyakinkan tentang asosiasi antara golongan darah B dan risiko diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan golongan darah non-B," tulis kajian tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan tersebut memiliki dasar ilmiah yang cukup kuat.
Penjelasan Ilmiah Mengenai Golongan Darah
Secara ilmiah, golongan darah manusia dibedakan berdasarkan keberadaan antigen pada sel darah merah. Antigen tersebut terdiri dari tipe A, B, AB, atau tidak ada sama sekali yang dikenal sebagai O. Selain itu, terdapat faktor Rhesus yang menentukan apakah golongan darah tersebut positif atau negatif.
Perbedaan biologis ini diduga memengaruhi kerentanan seseorang terhadap penyakit tertentu. Setiap golongan darah memiliki karakteristik yang berbeda dalam sistem imun dan respons tubuh. Hal ini menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai hubungan antara golongan darah dan kesehatan.
Meskipun demikian, hubungan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang terjadi secara rinci. Para ilmuwan terus mengembangkan penelitian guna mendapatkan penjelasan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal dalam dunia kesehatan.
Faktor Risiko Lain yang Lebih Dominan
Meski memiliki kaitan dengan golongan darah, para peneliti menekankan bahwa faktor lain tetap memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap risiko diabetes tipe 2. Pola makan dan gaya hidup menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, menjaga kebiasaan sehat tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai perbandingan, konsumsi daging olahan sebanyak 50 gram per hari dapat meningkatkan risiko hingga 37%. Gaya hidup yang minim aktivitas fisik bahkan dapat meningkatkan risiko hingga 112%. Sementara itu, kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor risiko terbesar yang harus diwaspadai.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun golongan darah memiliki peran, pengaruhnya tidak sebesar faktor gaya hidup. Oleh karena itu, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak yang jauh lebih signifikan. Hal ini menjadi pesan penting bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Potensi Penelitian Lanjutan dan Implikasi Kesehatan
Studi ini belum menjelaskan secara pasti mekanisme di balik hubungan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2. Namun, riset lanjutan mengindikasikan kemungkinan adanya peran mikrobioma usus dalam proses tersebut. Meski demikian, hipotesis ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar untuk penelitian yang lebih mendalam di masa depan. Dengan memahami mekanisme yang terjadi, strategi pencegahan dapat dikembangkan secara lebih efektif. Hal ini juga membuka peluang bagi pendekatan medis yang lebih personal.
Pada akhirnya, penting bagi masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada faktor genetik seperti golongan darah. Gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit kronis. Dengan kombinasi pengetahuan dan tindakan yang tepat, risiko kesehatan dapat ditekan secara optimal.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Resep Miso Chahan Praktis dengan Cita Rasa Jepang yang Gurih dan Lezat
- Senin, 30 Maret 2026
Cara Sederhana Membuat Sotong Tahu Kenyal Gurih yang Menggugah Selera
- Senin, 30 Maret 2026
Key SHINee Siap Kembali Warnai Panggung Hiburan dengan Penampilan Terbaru
- Senin, 30 Maret 2026
Sajian Istimewa Resep Iga Sapi Lezat dengan Polenta dan Gremolata yang Nikmat
- Senin, 30 Maret 2026
Resep Telur Gulung Tanpa Tepung Praktis untuk Peluang Usaha Kuliner Rumahan
- Senin, 30 Maret 2026









.jpg)