Jumat, 06 Maret 2026

Waktu Ideal Berolahraga Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Waktu Ideal Berolahraga Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar
Waktu Ideal Berolahraga Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

JAKARTA - Bulan puasa tidak menjadi halangan untuk tetap aktif bergerak. 

Olahraga selama puasa justru bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh. Namun, banyak orang masih bingung menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk berolahraga.

Manfaat Olahraga Sebelum Berbuka Puasa

Baca Juga

Panduan Cara Membuat & Contoh Surat Pengantar RT yang Benar dan Sah

Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, menjelaskan bahwa latihan kardio seperti jalan cepat atau lari lebih efektif dilakukan sebelum berbuka. Pada waktu ini, tubuh masih dalam kondisi puasa sehingga pembakaran kalori lebih optimal. Aktivitas fisik sebelum iftar juga disebut dapat meningkatkan metabolisme sekaligus memperbaiki suasana hati.

Meski demikian, intensitas olahraga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Disarankan berada di zona dua, sekitar 60–70 persen dari denyut jantung maksimal. Denyut jantung maksimal dapat dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia, sehingga latihan tetap aman dan efektif.

Olahraga sebelum berbuka memiliki efek positif tambahan sebagai antidepresan alami. Selain meningkatkan mood, latihan ringan ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan pola makan setelah puasa. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya fisik tetapi juga mental.

Latihan Beban Lebih Aman Setelah Berbuka

Berbeda dengan kardio, latihan beban sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa. Tubuh yang sudah mendapatkan asupan energi memungkinkan performa latihan lebih maksimal. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan angkatan dan progresivitas beban lebih optimal setelah makan.

Selain itu, metabolisme tubuh saat latihan beban juga lebih baik jika dilakukan pasca berbuka. Tubuh tidak mengalami kelelahan ekstrem sehingga risiko cedera dapat diminimalkan. Vardian menekankan pentingnya menyesuaikan waktu olahraga dengan rutinitas masing-masing individu.

Hal terpenting adalah tetap aktif bergerak meskipun bulan puasa. Menunda olahraga terlalu lama dapat menurunkan konsistensi dan membuat tubuh terasa kaku. Dengan pola yang tepat, bulan puasa justru menjadi momentum meningkatkan kebugaran secara rutin.

Jeda Waktu Setelah Makan

Olahraga tepat setelah makan besar dapat menimbulkan keluhan seperti sakit perut. Masalah ini biasanya terkait dengan proses pengosongan lambung yang belum selesai. Oleh karena itu, idealnya beri jeda sekitar satu sampai dua jam sebelum memulai latihan fisik.

Jika ingin berolahraga lebih cepat setelah berbuka, disarankan mengonsumsi makanan ringan atau minum air terlebih dahulu. Setelah itu, tubuh dapat beradaptasi sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat. Pendekatan ini membantu menghindari risiko gangguan pencernaan saat berolahraga.

Memberikan jeda waktu juga memungkinkan tubuh menyerap nutrisi dari makanan. Energi yang diperoleh dari makanan ringan atau minuman dapat mendukung performa latihan secara optimal. Dengan strategi ini, olahraga tetap aman sekaligus efektif.

Tips Memilih Jenis Olahraga Selama Puasa

Kardio ringan hingga sedang paling cocok dilakukan sebelum berbuka puasa. Aktivitas seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda dapat membakar kalori tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Penting juga memperhatikan durasi latihan, idealnya 20–40 menit untuk menjaga stamina.

Latihan beban atau resistance training lebih baik dilakukan setelah berbuka. Tubuh sudah memiliki energi dari makanan sehingga dapat mendukung pengangkatan beban dengan baik. Intensitas latihan juga dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan tujuan kesehatan masing-masing peserta.

Selain itu, olahraga dengan intensitas sedang tetap harus dilakukan rutin setiap hari. Hal ini membantu tubuh mempertahankan kebugaran sekaligus meningkatkan fleksibilitas otot. Dengan pemilihan jenis latihan yang tepat, puasa tetap bisa produktif dan menyehatkan.

Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Saat Puasa

Puasa bukan hanya momentum menahan lapar, tetapi juga kesempatan membangun pola hidup sehat. Vardian menekankan pentingnya menggabungkan olahraga dengan asupan nutrisi yang seimbang. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Dengan memperhatikan waktu olahraga, intensitas latihan, dan jeda setelah makan, tubuh tetap bugar selama bulan puasa. Peserta dapat merasakan manfaat fisik sekaligus mental dari rutinitas sehat ini. Strategi olahraga yang tepat membuat puasa menjadi sarana membentuk kebiasaan hidup lebih baik dan seimbang.

Mengatur jadwal kardio sebelum berbuka dan latihan beban setelah berbuka merupakan kombinasi ideal. Pola ini mendukung pembakaran lemak, memperkuat otot, dan menjaga metabolisme tetap optimal. Dengan demikian, bulan puasa tidak hanya menyehatkan secara spiritual tetapi juga fisik.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Nuzulul Quran: Panduan Memahami Waktu Turunnya Alquran Secara Lengkap

Nuzulul Quran: Panduan Memahami Waktu Turunnya Alquran Secara Lengkap

Keuangan Zodiak Hari Ini: Pisces Perlu Waspada Terhadap Kejutan Mendatang

Keuangan Zodiak Hari Ini: Pisces Perlu Waspada Terhadap Kejutan Mendatang

Liga Prancis Makin Seru, Persaingan Ketat PSG dan Monaco Terjadi

Liga Prancis Makin Seru, Persaingan Ketat PSG dan Monaco Terjadi

F1 GP Australia 2026: McLaren, Mercedes, Red Bull, dan Ferrari Berebut Kemenangan

F1 GP Australia 2026: McLaren, Mercedes, Red Bull, dan Ferrari Berebut Kemenangan

Mengenal Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Secara Lengkap

Mengenal Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Secara Lengkap