Kamis, 05 Maret 2026

Wapres Gibran Tinjau Langsung Penerapan Pendidikan Berbasis IoT di Bandung

Wapres Gibran Tinjau Langsung Penerapan Pendidikan Berbasis IoT di Bandung
Wapres Gibran Tinjau Langsung Penerapan Pendidikan Berbasis IoT di Bandung

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penerapan pendidikan berbasis Internet of Things (IoT) di SMP Santo Yusup, Kota Bandung. 

Kunjungan ini juga didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Selain melihat kelas, Wapres menyaksikan kegiatan ekstrakurikuler e-sport bagi siswa kelas 7 hingga 9.

Dalam kesempatan itu, Gibran berdialog langsung dengan para siswa mengenai proses pembelajaran dan inovasi teknologi yang mereka kembangkan. Siswa menunjukkan bagaimana mereka mengaplikasikan logika pemrograman dalam proyek-proyek sederhana. Wapres memberi apresiasi atas kreativitas dan antusiasme siswa dalam belajar IoT.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Rencana Perpindahan Ibu Kota Negara Secara Bertahap

Setelah meninjau SMP Santo Yusup selama 30 menit, Gibran melanjutkan kunjungan ke sekolah dan pesantren di Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah melihat bagaimana inovasi pendidikan berbasis teknologi diterapkan lebih luas. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong literasi digital sejak usia dini.

Dorongan Smart City melalui Pendidikan Sains dan Teknologi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi di tingkat SMP. Menurutnya, inovasi yang muncul sejak dini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan smart city. 

"Ketika mereka sudah menghasilkan banyak inovasi dari sekarang, maka kemampuannya ataupun produk hasil pengembangan teknologi dapat dipanen di kemudian hari. Ini bisa menjadi konsep untuk membangun smart city di Kota Bandung," ujarnya.

Farhan menekankan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga soal kesiapan siswa menghadapi masa depan. Smart city membutuhkan generasi muda yang memahami pemanfaatan teknologi praktis. Pendidikan berbasis IoT menjadi salah satu fondasi untuk mencetak generasi tersebut.

Langkah ini juga membuka peluang kerja sama antara sekolah, pemerintah daerah, dan industri teknologi. Hal tersebut memungkinkan inovasi yang lahir di sekolah dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, Kota Bandung dapat menjadi contoh penerapan smart city berbasis partisipasi generasi muda.

Penerapan Pendidikan IoT di SMP Santo Yusup

Guru teknik informatika SMP Santo Yusup, Didit Wahyu Triono, menjelaskan bahwa pendidikan IoT telah diterapkan selama dua tahun terakhir. Siswa kelas 7 mulai diperkenalkan dengan pembuatan gim sederhana sebagai dasar logika pemrograman. Pada kelas 8, tingkat kesulitan meningkat dengan pengembangan gim lebih kompleks.

"Ketika kelas 9, siswa dibuat berkelompok untuk membuat inovasi yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari," kata Didit. Metode ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan problem solving siswa. Siswa belajar bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan sekitar.

Didit menunjukkan beberapa karya siswa berupa prototipe inovatif. Contohnya, tong sampah berbasis sensor, lampu yang menyala dengan perintah suara, dan palang pintu kereta api otomatis. Meskipun masih prototipe, produk ini menjadi pembelajaran penting bagi siswa.

Dialog dengan Siswa dan Motivasi Pengembangan Teknologi

Selama kunjungan, Gibran menanyakan bagaimana siswa mengembangkan ide dan bekerja dalam tim. Para siswa menjelaskan proses pengujian dan perbaikan yang mereka lakukan pada prototipe. Wapres menyampaikan bahwa kemampuan bekerja sama dan mencoba ide baru sangat penting bagi kemajuan teknologi.

Beberapa siswa menuturkan tantangan yang mereka hadapi dalam membuat alat berbasis IoT. Mereka belajar dari kesalahan dan mencoba berbagai solusi. Gibran mendorong agar siswa tetap semangat dan tidak takut bereksperimen.

Motivasi ini juga bertujuan agar siswa dapat melihat potensi karier di bidang teknologi sejak dini. Pendidikan IoT bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga membuka wawasan masa depan. Siswa yang terampil dapat memanfaatkan pengetahuan mereka untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor.

Harapan Guru dan Langkah Selanjutnya

Didit menegaskan bahwa prototipe yang dibuat siswa masih tahap awal. Tujuannya adalah memberikan pengalaman praktis yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Ia berharap siswa melanjutkan pendidikan dan mendalami bidang IoT agar produk yang mereka ciptakan bisa bermanfaat nyata.

Guru juga berharap kerja sama dengan pemerintah dan pihak industri dapat terus diperluas. Hal ini memungkinkan siswa mengakses sumber daya dan bimbingan tambahan. Dengan dukungan yang tepat, inovasi siswa bisa berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan kota.

Gibran menutup kunjungan dengan memberikan apresiasi dan motivasi bagi seluruh siswa dan guru. Ia menyampaikan bahwa pemerintah mendukung pengembangan teknologi dalam pendidikan. Langkah ini menjadi bagian strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Upayakan Relaksasi Harga Hotel dan Tiket Jamaah Umrah

Pemerintah Upayakan Relaksasi Harga Hotel dan Tiket Jamaah Umrah

Perlindungan Kelas Menengah Jadi Fokus Utama Kebijakan Menko Muhaimin

Perlindungan Kelas Menengah Jadi Fokus Utama Kebijakan Menko Muhaimin

Mendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penambahan Anggaran Pendidikan

Mendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penambahan Anggaran Pendidikan

Diskusi Strategis Nasional Dipimpin Prabowo Hadirkan Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Diskusi Strategis Nasional Dipimpin Prabowo Hadirkan Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Menlu Sugiono Pastikan Indonesia Pertahankan Posisi di Board of Peace Internasional

Menlu Sugiono Pastikan Indonesia Pertahankan Posisi di Board of Peace Internasional