Kamis, 05 Maret 2026

Penyebab Kembung Bisa Berasal dari Bakteri Usus Halus, Simak Penjelasannya

Penyebab Kembung Bisa Berasal dari Bakteri Usus Halus, Simak Penjelasannya
Penyebab Kembung Bisa Berasal dari Bakteri Usus Halus, Simak Penjelasannya

JAKARTA - Banyak orang mengeluhkan perut terasa kembung meski makan sedikit. 

Rasa penuh dan gas berlebih kerap langsung dikaitkan dengan maag atau asam lambung. Padahal, keluhan ini belum tentu berasal dari lambung, melainkan bisa berkaitan dengan gangguan di usus halus.

Dokter sekaligus praktisi manajemen layanan kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth). 

Baca Juga

17 Rekomendasi Film Psikopat Terbaik dengan Rating Tertinggi!

"Perut terasa kembung bukan selalu karena maag. Bisa jadi bakteri di usus halus tumbuh berlebihan," ujarnya. Masalah ini membuat makanan difermentasi terlalu cepat sehingga gas menumpuk dan menimbulkan rasa begah.

Mekanisme SIBO di Usus Halus

Secara normal, usus halus memiliki jumlah bakteri yang sangat sedikit dan relatif steril. Sebaliknya, usus besar memang menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Masalah muncul ketika bakteri dari usus besar naik dan tumbuh berlebihan di usus halus.

"Akibatnya, makanan yang baru masuk langsung difermentasi terlalu dini. Gas terbentuk lebih cepat, tekanan di perut meningkat, dan muncullah rasa kembung meskipun porsi makan sedikit," jelas dr. Aditya. 

Kondisi ini menjelaskan kenapa seseorang bisa merasa penuh dan tidak nyaman meski porsi makannya kecil. Gas yang berlebihan juga menyebabkan perut terasa tegang dan nyeri ringan.

Gejala dan Kondisi Terkait SIBO

Beberapa penelitian menunjukkan SIBO kerap berkaitan dengan kondisi lain seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), diabetes, serta gangguan motilitas usus atau perlambatan gerakan usus. 

Saat pergerakan usus melambat, bakteri lebih mudah menumpuk dan berkembang. Fenomena ini menambah risiko gangguan pencernaan yang kronis jika tidak ditangani.

"Gejala SIBO sering kali membingungkan karena mirip dengan maag atau IBS. Keluhan yang muncul antara lain kembung ekstrem setelah makan, gas berlebih dengan bau menyengat, diare atau konstipasi bahkan bisa bergantian, sampai efisiensi nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, hingga vitamin larut lemak," kata dr. Aditya. Gejala yang tumpang tindih ini membuat SIBO sering tidak terdeteksi.

Diagnosis SIBO yang Tepat

SIBO tidak dapat didiagnosis melalui USG atau rontgen biasa. Pemeriksaan yang dibutuhkan adalah breath test, yaitu tes napas untuk mengukur kadar gas hidrogen atau metana hasil fermentasi bakteri di usus. Metode ini menjadi standar untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah terapi yang tepat.

"Pemeriksaan breath test diperlukan agar kita tahu pasti ada kelebihan bakteri atau tidak. Ini berbeda dengan pemeriksaan lambung biasa yang tidak bisa mendeteksi masalah usus halus," jelas dr. Aditya. Dengan diagnosis yang akurat, pengobatan bisa ditargetkan untuk mengurangi jumlah bakteri di lokasi yang salah dan memperbaiki fungsi pencernaan.

Terapi dan Penanganan SIBO

SIBO tidak bisa sembuh dengan probiotik sembarangan karena masalah utama adalah pertumbuhan bakteri di lokasi yang tidak semestinya. Terapi harus dilakukan secara bertahap dan terarah untuk memastikan bakteri tidak kembali berkembang berlebihan.

"Terapi SIBO biasanya melibatkan antibiotik khusus, pengaturan pola makan rendah fermentasi, perbaikan motilitas usus, serta penanganan penyakit dasarnya," kata dr. Aditya. Dengan pendekatan terstruktur, perut kembung berlebihan dapat dikurangi dan nutrisi terserap lebih optimal. 

Bagi yang sering mengalami perut kembung meski makan sedikit, disarankan tidak langsung menyalahkan asam lambung. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan SIBO atau gangguan lain yang tersembunyi di usus halus.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

7 Rekomendasi Hotel di PIK 2, Cocok untuk Pasangan!

7 Rekomendasi Hotel di PIK 2, Cocok untuk Pasangan!

Pahami Tiga Tahap Gejala Campak untuk Mencegah Wabah Secara Efektif

Pahami Tiga Tahap Gejala Campak untuk Mencegah Wabah Secara Efektif

Rekomendasi Es Teler Terpopuler di Malang untuk Pecinta Manis

Rekomendasi Es Teler Terpopuler di Malang untuk Pecinta Manis

Panduan Berpuasa Aman untuk Pasien Cuci Darah Agar Tubuh Tetap Sehat

Panduan Berpuasa Aman untuk Pasien Cuci Darah Agar Tubuh Tetap Sehat

Bahaya Kecanduan Obat Tidur dan Dampaknya yang Perlu Diketahui

Bahaya Kecanduan Obat Tidur dan Dampaknya yang Perlu Diketahui