Merdeka Gold Resources Kirim Emas Perdana ke Fasilitas Pemurnian Antam
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mengirimkan emas perdana sebanyak 44,04 kilogram dore ke fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Pengiriman ini menandai langkah penting menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur. Tahap ini menunjukkan kesiapan operasional tambang emas Pani dalam memproduksi emas berkualitas tinggi.
Proses pemurnian dore dilakukan untuk memisahkan emas murni dari perak dan logam lainnya menggunakan metode kimia maupun elektrolisis. Tahap ini menghasilkan emas dan perak murni yang siap dipasarkan.
Baca JugaEnergi Mega Persada Catat Kinerja Positif dengan Investasi Strategis Tahun 2025
“Proses pemurnian ini merupakan langkah dinamis yang cepat sebelum masuk tahap komersial dan memastikan kualitas hasil dari Tambang Pani,” ujar Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin.
Pengiriman perdana doré juga memperkuat keyakinan bahwa produksi emas Pani berjalan sesuai target. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berfokus pada disiplin operasional. Setiap tahap produksi diawasi ketat agar hasilnya konsisten dengan rencana perusahaan.
Tahap Pemurnian dan Produksi Emas
Pemurnian emas dore merupakan tahap akhir pengolahan sebelum menjadi emas murni. Proses ini memastikan logam campuran seperti perak dipisahkan secara optimal. Hasil pemurnian berupa emas murni siap untuk dijual atau digunakan lebih lanjut.
Boyke menjelaskan, proses ini tidak hanya mempercepat produksi, tetapi juga menjaga kualitas emas dari Tambang Pani. Dengan pendekatan ini, perusahaan memastikan output memenuhi standar komersial. “Selain itu, perusahaan mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) guna mencapai produksi yang lebih tinggi dan optimal,” katanya.
Tahap pemurnian yang terstruktur mendukung target produksi tahunan EMAS. Langkah ini juga menjadi fondasi bagi ekspansi kapasitas di masa depan. Semua proses dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga konsistensi kualitas.
Target Produksi Emas Pani Tahun 2026
EMAS menargetkan produksi emas Pani Gold Mine pada 2026 sebesar 110.000–115.000 ounces. Target ini menjadi acuan untuk perencanaan operasional dan pengelolaan sumber daya. Produksi yang tepat waktu menjadi kunci pencapaian target tahunan.
Sebagai bagian strategi jangka menengah, perusahaan mempercepat pembangunan fasilitas CIL. Fasilitas ini akan melengkapi operasi heap leach dan mendukung produksi emas optimum hingga sekitar 500.000 ounces per tahun. Langkah ini sejalan dengan rencana ekspansi kapasitas jangka panjang.
Integrasi sistem heap leach dan CIL memungkinkan peningkatan output secara bertahap. Perusahaan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai efisiensi maksimal. Peningkatan kapasitas ini menjadi pendorong pertumbuhan arus kas dan kontribusi Grup Merdeka ke depannya.
Komitmen Operasional dan Standar ESG
Dalam pengelolaan tambang, EMAS menekankan penerapan prinsip Good Mining Practices (GMP). Perusahaan juga mematuhi standar Environmental, Social, Governance (ESG) yang tinggi. Kepatuhan ini memastikan operasi tambang tidak merusak lingkungan dan memberi manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan operasional disesuaikan agar risiko lingkungan diminimalkan. Seluruh proses produksi diawasi untuk memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Dengan pendekatan ini, EMAS menunjukkan tanggung jawabnya terhadap keberlanjutan.
Boyke menegaskan bahwa operasional yang disiplin dan ramah lingkungan menjadi prioritas. Semua tim terlibat dalam memastikan setiap tahap produksi berjalan sesuai prosedur. Strategi ini juga meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan.
Prospek Pertumbuhan dan Kontribusi Tambang Pani
Tambang Pani memiliki sumber daya lebih dari 7 juta ounces emas. Dengan profil biaya yang kompetitif, tambang ini diproyeksikan menjadi kontributor utama pertumbuhan produksi EMAS. Selain itu, arus kas dari Pani diharapkan memberi dukungan keuangan bagi ekspansi proyek lain Grup Merdeka.
Pengiriman perdana dore ke Antam menegaskan kesiapan operasional tambang untuk memenuhi target tahunan. Produksi emas yang meningkat menunjukkan perusahaan berada di jalur yang tepat. “Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, agar output Pani dapat mencapai kapasitas maksimum,” kata Boyke.
Keberhasilan tahap awal ini memberikan sinyal positif bagi investor. Strategi pengembangan fasilitas CIL dan integrasi heap leach memperkuat kapasitas produksi jangka panjang. Tambang Pani diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan EMAS dalam beberapa tahun mendatang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
YouTuber Otomotif Beberkan Tips Berkendara Demi Menjaga Keselamatan Di Jalan Raya
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Di Kota Lhokseumawe
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Diskon Spesial Ramadan di Indomaret dan Alfamart Bikin Kantong Lega
- Jumat, 27 Februari 2026
Bus KSPN Rute Malioboro-Parangtritis Hadir Permudah Wisatawan Yogyakarta
- Jumat, 27 Februari 2026
Tol Palembang Menuju Betung Siap Urai Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2026
- Jumat, 27 Februari 2026
Hutama Karya Raih Kredit Sindikasi Belasan Triliun Rupiah Untuk Tol Betung Jambi
- Jumat, 27 Februari 2026
Layanan Derek Jasa Marga Berikan Fasilitas Gratis Sampai Pintu Keluar Tol
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
BCA Perbarui MyBCA Demi Mempermudah Transaksi Nasabah
- 27 Februari 2026
2.
Harga Pangan Nasional Pekan Ini Alami Fluktuasi Menjelang Ramadhan
- 27 Februari 2026
3.
4.
5.
Biodiesel Sawit Dorong Ketahanan Energi Nasional Berkelanjutan
- 27 Februari 2026












