Panduan Sehat Minum Air Dingin Saat Berbuka Puasa Agar Tubuh Aman
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan cairan untuk mengembalikan keseimbangan.
Segelas air saat berbuka terasa menyegarkan dan menenangkan dahaga. Namun, cara dan suhu air yang diminum ternyata memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pencernaan.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan cairan, sehingga berisiko mengalami dehidrasi ringan hingga sedang. Kekurangan cairan ini dapat memicu sakit kepala, pusing, lemas, sembelit, serta kulit kering dan pecah-pecah. Jika tidak ditangani, kondisi ini bahkan bisa memengaruhi fungsi ginjal dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga
Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengganti cairan tubuh secara bertahap mulai dari berbuka hingga sahur. Strategi minum yang tepat akan membantu tubuh menyerap air secara maksimal. Pendekatan ini juga mencegah munculnya keluhan kesehatan yang tidak diinginkan setelah berbuka.
Mengapa Air Dingin Tidak Dianjurkan Langsung
Minum air dingin secara tiba-tiba saat berbuka dapat menyebabkan otot lambung berkontraksi secara mendadak. Kontraksi ini memperlambat proses pencernaan karena aliran darah ke lambung berkurang sementara. Akibatnya, tubuh kesulitan menyerap nutrisi, vitamin, dan mineral dari makanan.
Selain itu, sejumlah keluhan bisa muncul, seperti perut kram, perut kembung, gangguan pencernaan, hingga meningkatnya asam lambung. Oleh sebab itu, disarankan memulai berbuka dengan air suhu ruangan atau hangat. Setelah tubuh menyesuaikan diri, air yang lebih dingin bisa diminum secara bertahap tanpa berlebihan.
Kebiasaan ini tidak hanya membuat tubuh lebih nyaman tetapi juga membantu proses pencernaan berjalan optimal. Tubuh yang siap menerima cairan akan menyerapnya lebih baik. Dengan begitu, efek negatif dari air dingin bisa dihindari.
Manfaat Air Suhu Sesuai Tubuh
Air yang tidak terlalu dingin dapat membantu menyeimbangkan suhu tubuh setelah beraktivitas. Saat perut kosong setelah berpuasa, tubuh berada dalam kondisi sensitif. Air dengan suhu moderat memberi waktu bagi lambung untuk menyesuaikan diri.
Konsumsi air yang bertahap membantu tubuh menghindari kontraksi lambung mendadak. Dengan demikian, nutrisi dari makanan bisa terserap lebih maksimal. Hal ini juga menurunkan risiko gangguan pencernaan, perut kembung, dan kolik.
Selain itu, minum air dengan cara ini juga memberikan efek menyegarkan tanpa menimbulkan ketidaknyamanan. Tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Strategi ini sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi fisik tetap stabil selama bulan puasa.
Jumlah dan Cara Minum Air Saat Puasa
Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum 10 hingga 12 gelas air setiap hari dari berbuka hingga sahur. Namun, jangan diminum sekaligus dalam jumlah besar karena tubuh tidak dapat menyerapnya optimal. Sebaliknya, tubuh akan cepat mengeluarkan cairan melalui urine dan rasa haus kembali muncul.
Minumlah sedikit demi sedikit tetapi secara teratur sepanjang waktu berbuka hingga sahur. Teknik ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan kenyang lebih lama. Dengan cara ini, rasa haus bisa diminimalkan dan fungsi pencernaan tetap normal.
Penting juga menyesuaikan suhu air sesuai kondisi tubuh. Air hangat atau suhu ruangan lebih aman untuk perut yang kosong. Setelah tubuh mulai beradaptasi, baru tambahkan air dingin secara bertahap jika diinginkan.
Tips Praktis Memulai Berbuka Puasa
Mulailah berbuka dengan minum air hangat atau air suhu ruangan. Selanjutnya, konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna sebelum makanan utama. Strategi ini membantu tubuh menyesuaikan diri dan mencegah gangguan pencernaan.
Hindari langsung meminum minuman dingin atau berkarbonasi dalam jumlah banyak. Jika ingin minuman dingin, tambahkan es sedikit demi sedikit. Dengan langkah sederhana ini, tubuh tetap nyaman, nutrisi terserap optimal, dan energi pulih lebih cepat.
Selain itu, perhatikan pola minum sepanjang malam hingga sahur. Jangan tunggu sampai merasa sangat haus untuk minum air. Minum secara teratur akan membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Rekomendasi
Berbuka puasa dengan air yang tepat membantu tubuh cepat pulih dari dehidrasi. Air hangat atau suhu ruangan lebih aman dibandingkan langsung minum air dingin. Dengan menyesuaikan cara dan jumlah minum, proses pencernaan tetap lancar dan nutrisi terserap maksimal.
Minum secara bertahap dan teratur dari berbuka hingga sahur menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hindari minum air dingin berlebihan saat perut kosong. Langkah sederhana ini membuat berbuka lebih nyaman dan tubuh tetap sehat sepanjang bulan puasa.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
YouTuber Otomotif Beberkan Tips Berkendara Demi Menjaga Keselamatan Di Jalan Raya
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Di Kota Lhokseumawe
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Kejutan Besar dari Hee dan Gloria, Tiwi dan Fadia Hiasi German Open 2026
- Jumat, 27 Februari 2026
6 Shio Hari Ini Diprediksi Rasakan Keberuntungan Finansial Secara Signifikan
- Jumat, 27 Februari 2026
Zodiak Leo Hari Ini Raih Kemajuan Signifikan di Cinta Karir dan Keuangan
- Jumat, 27 Februari 2026
Perlindungan dan Kesejahteraan Atlet Jadi Sorotan FPTI dalam Program Nasional
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
BCA Perbarui MyBCA Demi Mempermudah Transaksi Nasabah
- 27 Februari 2026
2.
Harga Pangan Nasional Pekan Ini Alami Fluktuasi Menjelang Ramadhan
- 27 Februari 2026
3.
4.
5.
Biodiesel Sawit Dorong Ketahanan Energi Nasional Berkelanjutan
- 27 Februari 2026












