Gigi Berlubang Tidak Hanya Nyeri, Tapi Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Waktu adalah hal paling berharga yang dimiliki manusia.
Satu detik yang terlewat tak bisa diulang, hal ini dirasakan Suryani atau Ani. Suaminya, Steven, mengalami serangan jantung secara tiba-tiba yang membuat mereka “berpisah” selama 50 menit.
Steven adalah worship pastor yang mengabdikan diri pada jemaat setiap hari. Namun di akhir 2025, ia harus berhenti sementara karena kondisi kesehatan yang kritis. Ani tidak menyangka, gigi berlubang yang luput dari perhatian bisa memicu situasi yang mengancam nyawa.
Baca JugaCara Menghapus Meta AI di Whatsapp serta Menonaktifkan dengan Mudah
“Sampai IGD, diantar ke depan pintu, seketika itu langsung kejang 20 detik,” ujar Ani. “Dia langsung ‘hilang’. Ternyata itu serangan jantung,” tambahnya. Kejadian ini membuat Ani terpukul karena kesehatan suaminya sebelumnya selalu prima dan jarang sakit.
Serangan Jantung yang Mengejutkan
Steven harus menghadapi risiko kesehatan yang serius akibat serangan jantung mendadak. Aritmia, penyumbatan, dan aneurisma muncul secara bersamaan. “Jadi ini ada aritmia, aritmia udah kelihatan, terus ada penyumbatan, dan aneurisma,” Ani mengingat ucapan dokter.
Dalam kondisi kritis tersebut, Ani dituntut untuk tegar. Steven bukan hanya suami dan ayah yang hebat, tapi juga dunianya. Setiap detik menjadi krusial, menegaskan betapa rapuhnya kesehatan yang tampak normal.
Prosedur medis yang diperlukan tergolong kompleks. Steven harus menjalani pemeriksaan TEE dan kultur darah untuk mengetahui sumber infeksi. Dokter menjelaskan infeksi tersebut berasal dari kuman yang bersarang di gigi berlubang, menembus sistem pertahanan tubuh, dan menetap di jantung.
Sumber Masalah yang Tak Terduga
Infeksi dari gigi berlubang menimbulkan komplikasi serius pada jantung Steven. “Dari ICCU diinformasikan ada infeksi, hasilnya sangat mengejutkan, fix dari gigi,” kata Ani. Kuman ini membuat katup jantung rusak, sehingga prosedur Bentall menjadi satu-satunya opsi penyelamatan.
Operasi penggantian katup dan aorta dilakukan di rumah sakit terbaik. Ani menekankan, “Kalau memang dia diizinkan dipanggil, itu yang terbaik. Tuhan dahsyat, lalu IGD berusaha nyawa orang, selama 50 menit.” Keajaiban medis ini memberi harapan di tengah kondisi yang kritis.
Tim medis menghadapi tantangan besar saat prosedur dilakukan. Risiko perdarahan tinggi karena kondisi jaringan jantung rapuh akibat infeksi. Dr. Dicky menjelaskan analogi sederhana, “Mungkin seperti menjahit tahu, satu jahitan baik mungkin robek, satu tidak berhasil dijahit.”
Operasi dan Pemulihan yang Menantang
Prosedur Modified Bentall, yang dijalani Steven, merupakan operasi jantung kompleks. Katup aorta, akar aorta, dan sebagian aorta asenden diganti dengan graft prostetik. Risiko tetap tinggi karena bakteri dari gigi dapat kembali menyerang katup buatan.
Kondisi ini dikenal sebagai prosthetic valve endocarditis, sehingga pembedahan gigi terlebih dahulu menjadi langkah wajib. Meski prosedur awal diperkirakan sepuluh jam, tim medis berhasil menyelesaikan operasi dalam enam jam. Keberhasilan ini menegaskan kemampuan tim dokter menghadapi kondisi yang sangat rapuh.
Pasca operasi, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan infeksi hilang. Steven harus menjalani istirahat penuh selama dua minggu. Setiap langkah pemulihan memerlukan kesabaran dan kepatuhan terhadap arahan medis agar tubuh pulih optimal.
Pelajaran dari Kasus Ini
Kasus Steven mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dr. Maulidya menyatakan, menjaga kebersihan gigi saja tidak cukup. Batuk dan pilek berulang sebaiknya diperiksa lebih lanjut agar infeksi jantung bisa dicegah.
Infeksi bakteri yang tidak tertangani tuntas dapat menyebar ke jantung. Hal ini menimbulkan risiko serius yang mengancam nyawa. Pencegahan sederhana seperti perawatan gigi rutin dan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci utama.
Steven dan keluarga kini memiliki harapan baru. Hasil kultur darah menunjukkan negatif, menandakan infeksi sudah hilang. Steven berhasil memulihkan diri secara bertahap, mulai dari aktivitas ringan hingga kembali normal dengan disiplin dan perawatan medis.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi semua. Mengabaikan masalah kecil seperti gigi berlubang dapat berdampak fatal. Dengan pemahaman yang tepat dan tindakan medis cepat, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Cara Daftar Haji Plus 2026, Lengkap dengan Syarat & Langkah-langkahnya
- Jumat, 20 Februari 2026
Kakorlantas Cek Tol Fungsional Bocimi Guna Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran
- Jumat, 20 Februari 2026
Pemprov Jateng Perbaiki Ribuan Jalan Berlubang Jelang Mudik Lebaran Harus Rampung
- Jumat, 20 Februari 2026
Profil Prihati Pujowaskito Sosok Dokter TNI Yang Kini Jadi Dirut BPJS Kesehatan
- Jumat, 20 Februari 2026
Terpopuler
1.
Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat
- 20 Februari 2026
2.
3.
10 Rekomendasi Parfum Morris Pria Terbaik, Wanginya Premium!
- 20 Februari 2026












