Danantara Optimistis Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dorong Profesionalisme Pasar Modal
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Demutualisasi bursa dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasar modal nasional.
Pendekatan ini diharapkan mengurangi konsentrasi kepemilikan dan memperdalam struktur perusahaan secara berkelanjutan. Danantara Indonesia menilai hal tersebut bisa menjadi peluang besar bagi investor dan pelaku pasar.
Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, pengalaman bursa di negara lain menunjukkan hasil positif setelah demutualisasi. Bursa menjadi lebih besar, efisien, dan memiliki tata kelola yang lebih jelas. Hal ini mendorong kepercayaan investor dan integritas pasar secara keseluruhan.
Baca Juga
Praktik demutualisasi menekankan pemisahan peran antara pemilik, pengelola, dan pengawas. Struktur ini meminimalkan potensi konflik kepentingan yang sebelumnya muncul pada sistem lama. Pandu menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan model ini.
Banyak bursa internasional, termasuk Australia dan India, telah menerapkan demutualisasi lebih dari 25 tahun lalu. Investor institusional, termasuk sovereign wealth fund, bisa menjadi pemegang saham. Namun, pengawasan tetap berada di tangan regulator sehingga independensi pasar tetap terjaga.
Danantara Indonesia mendukung penuh rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia. CEO Rosan Roeslani menyebut langkah ini bagian dari transformasi struktural pasar modal. Perusahaan pun menyatakan minat menjadi salah satu pemegang saham setelah proses demutualisasi selesai.
Keunggulan Demutualisasi bagi Bursa
Demutualisasi memisahkan secara tegas antara pengelola, pemilik, dan pengawas bursa. Hal ini menciptakan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan pengaturan yang jelas, risiko konflik kepentingan dapat diminimalkan secara signifikan.
Selain itu, model ini memperluas akses permodalan dan mempermudah pengambilan keputusan strategis. Bursa bisa melakukan pengembangan bisnis baru serta inovasi lebih cepat. Investor pun mendapatkan kepastian struktur pasar yang lebih solid dan dapat dipercaya.
Pandu menambahkan bahwa pengalaman global menunjukkan bursa yang melakukan demutualisasi menjadi lebih dalam dan kuat. Proses ini berdampak positif terhadap likuiditas, volume perdagangan, dan daya saing internasional. Keberhasilan internasional tersebut menjadi acuan bagi Indonesia.
Pengalaman Internasional dan Dampak Positif
Bursa Efek Australia (ASX) dan National Stock Exchange of India menjadi contoh sukses. Setelah demutualisasi, bursa mengalami pertumbuhan signifikan dalam ukuran dan kapabilitas. Investor mendapatkan kejelasan hak kepemilikan dan pengelolaan yang transparan.
Investor institusional dapat menjadi pemegang saham tanpa mengurangi fungsi regulator. Hal ini menjaga independensi pengawasan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar. Pandu menilai model ini relevan untuk pasar modal Indonesia yang tengah berkembang.
Selain itu, integritas pasar semakin terjaga melalui pembagian kewenangan yang jelas. Bursa dapat merespons dinamika pasar dengan cepat dan akurat. Hal ini berdampak positif pada stabilitas dan pertumbuhan pasar modal nasional.
Peran Danantara dalam Transformasi Pasar Modal
Danantara Indonesia menyatakan minat aktif dalam proses demutualisasi BEI. CEO Rosan Roeslani menyebut perusahaan terbuka untuk masuk sebagai pemegang saham. Hal ini sejalan dengan rencana transformasi struktural dan penguatan tata kelola bursa.
Masuknya Danantara diharapkan mendorong permodalan dan pengembangan inovasi di pasar modal. Mekanisme masuk bisa melalui penawaran umum perdana (IPO) atau skema lain yang sesuai. Keputusan akhir akan mempertimbangkan struktur terbaik demi keberlanjutan bursa.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat ekosistem pasar modal nasional. Investor institusional dapat mengambil peran strategis tanpa mengurangi independensi pengawas. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing BEI di tingkat regional maupun global.
Regulasi dan Prospek Demutualisasi
Kerangka hukum untuk demutualisasi bursa telah tersedia dalam undang-undang. Pelaksanaan teknis akan diatur melalui peraturan pemerintah yang relevan. Otoritas Jasa Keuangan tetap memegang peran utama sebagai regulator.
Proses demutualisasi akan memastikan tata kelola bursa lebih transparan dan akuntabel. Bursa akan memiliki struktur kepemilikan yang jelas dan minim konflik kepentingan. Hal ini sekaligus menciptakan kepercayaan investor domestik maupun asing.
Danantara optimistis bahwa proses ini akan memperkuat pasar modal Indonesia. Bursa menjadi lebih dalam, terstruktur, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi. Transformasi ini sekaligus menjadi tonggak kemajuan bagi integritas dan profesionalisme pasar modal nasional.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Resmi Menjadi Persero Bank Syariah Indonesia Memperkuat Peran Sebagai Bank Emas
- Kamis, 05 Februari 2026
Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga
- Kamis, 05 Februari 2026
Program Studi Akuntansi Dan Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika Cetak Profesional
- Kamis, 05 Februari 2026
Ardy Susanto Dorong Pengawasan Transformatif Guna Memperkuat Integritas Di BPJS Ketenagakerjaan
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
PLN Membangun Fasilitas Tol Listrik SPKLU Center Setiap Tiga Ratus Kilometer
- Kamis, 05 Februari 2026
Komisaris PLN Tinjau PLTMG Luwuk Guna Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan Sulawesi Tengah
- Kamis, 05 Februari 2026
Penuhi Kebutuhan Domestik PT Freeport Indonesia Dan PT Antam Jalin Kerja Sama
- Kamis, 05 Februari 2026
Freeport Targetkan Produksi Emas Empat Puluh Ton Pada Dua Ribu Dua Puluh Tujuh
- Kamis, 05 Februari 2026
BRIN Ungkap Besarnya Nilai Tambah Proyek Baterai Kendaraan Listrik Garapan MIND ID
- Kamis, 05 Februari 2026












