Rabu, 04 Februari 2026

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Asian Boxing Championship 2026

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Asian Boxing Championship 2026
Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Asian Boxing Championship 2026

JAKARTA - Indonesia kembali mencatatkan pencapaian penting di panggung olahraga internasional. 

Kepercayaan dunia tinju Asia datang dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Boxing Championship 2026. Ajang ini diproyeksikan menjadi momentum besar bagi perkembangan tinju nasional dan regional.

Kejuaraan tersebut akan digelar pada Juni 2026 dan menjadi bagian penting dari kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. 

Baca Juga

Desa Wisata Indonesia Kini Menembus Pasar Internasional Dan Tidak Sekadar Jago Kandang

Penyelenggaraan ini menempatkan Indonesia dalam posisi strategis di kalender World Boxing. Atmosfer persaingan tingkat Asia diyakini akan memberi dampak luas bagi atlet dan ekosistem olahraga.

Keputusan ini juga mencerminkan kesiapan Indonesia dalam mengelola event berskala besar. Infrastruktur, manajemen, dan sumber daya dinilai memenuhi standar internasional. Hal tersebut menjadi modal kuat untuk kesuksesan kejuaraan nanti.

Sejarah Baru Bagi Tinju Amatir Indonesia

Keberhasilan menjadi tuan rumah Asian Boxing Championship 2026 menorehkan sejarah besar. Indonesia berhasil memenangkan proses bidding melawan sejumlah negara Asia lainnya. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan tinju amatir nasional.

Kejuaraan bergengsi ini direncanakan diikuti sekitar 36 negara. Total atlet yang akan ambil bagian diperkirakan mencapai 400 orang. Skala tersebut menjadikan ajang ini salah satu yang terbesar di kawasan Asia.

Kepercayaan ini memperlihatkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan. Dunia tinju Asia melihat potensi besar dalam penyelenggaraan di Tanah Air. Hal ini juga membuka peluang promosi olahraga tinju ke masyarakat luas.

Peran PERBATI dan Proses Kemenangan Bidding

Dipilihnya Indonesia tidak terlepas dari kerja keras kepengurusan PERBATI. Di bawah kepemimpinan Ray Zulham dan Sultan Sapta Bandaro, proposal Indonesia dinilai unggul. Proses tersebut menjadi bukti solidnya perencanaan yang disusun.

“Alhamdulillah berkat Sultan dan tim, proposal kita diterima dan kita menjadi host Asian Boxing. Dan ini pertama kalinya Indonesia bisa meng-host event seperti ini. Biasanya kan seringnya di Thailand atau di Vietnam, ini pertama kalinya Indonesia bisa menyelenggarakan,” kata Ray Zulham. Pernyataan ini menegaskan nilai historis dari pencapaian tersebut.

Kemenangan bidding ini sekaligus menunjukkan pengakuan internasional. Manajemen olahraga tinju Indonesia dianggap siap menggelar event dunia. Kepercayaan ini menjadi dorongan moral bagi seluruh insan tinju nasional.

Pengakuan Internasional dan Kesiapan Fasilitas

Proses pitching yang dilalui PERBATI menjadi pengalaman berharga. Presentasi dilakukan dengan menonjolkan kesiapan fasilitas dan dukungan organisasi. Kompetisi ketat terjadi karena negara lain juga mengajukan diri.

“Jadi proses pitching itu lumayan kaget. Kami dapat arahan untuk buat persentasi tentang Asian Boxing Championship. Negara-negara lain juga ikutan,” kata Sultan Sapta. Proses tersebut menunjukkan dinamika persaingan yang tinggi.

“Ya, kami tak mau kalah karena kita sudah terakui oleh World Boxing. Kemarin kami datang ke Roma jauh-jauh, di sana diberi tahu kisi-kisinya. Kami masukkan dengan fasilitas-fasilitas yang kita punya. Alhamdullilah terpilih,” lanjutnya. Pernyataan ini menegaskan kesiapan Indonesia secara menyeluruh.

Strategi Pembinaan Menuju Olimpiade 2028

Penyelenggaraan Asian Boxing Championship 2026 tidak hanya berorientasi pada event. Fokus utama diarahkan pada pembangunan fondasi atlet menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Pengurus PERBATI menilai pembinaan berjenjang sebagai kunci prestasi. Skema atlet lapis satu dan lapis dua telah berjalan. Ke depan, rencana pembentukan lapis ketiga juga tengah dipersiapkan.

Hengki Silatang menekankan pentingnya kesinambungan program. Menurutnya, regenerasi atlet harus dilakukan secara sistematis. Tanpa hal tersebut, target Olimpiade akan sulit dicapai.

“Karena kalau tidak berkesinambungan, target Olimpiade itu akan berat. Tetapi kalau itu dilakukan secara berkelanjutan dengan adanya lapis satu, dua, dan tiga, kita yakin bahwa tim Indonesia bisa menyumbangkan untuk bisa berpartisipasi dalam Olimpiade di LA 2028,” ucap Hengki. Pernyataan ini menegaskan arah pembinaan nasional. Optimisme pun tumbuh menyongsong masa depan tinju Indonesia.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BKSAP DPR RI Bahas Peran Kecerdasan Buatan Dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

BKSAP DPR RI Bahas Peran Kecerdasan Buatan Dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Hingga Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Hingga Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series

Smartwatch Murah Alternatif Xiaomi Dan Alasan Mengapa iPhone Masih Sangat Worth Buying

Smartwatch Murah Alternatif Xiaomi Dan Alasan Mengapa iPhone Masih Sangat Worth Buying

Jadwal Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Siap Hadapi Jepang

Jadwal Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Siap Hadapi Jepang

Nova Arianto Pilih 28 Pemain Timnas U-17 untuk Hadapi China di Laga Uji Coba

Nova Arianto Pilih 28 Pemain Timnas U-17 untuk Hadapi China di Laga Uji Coba