JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmen memperkuat pasar modal Indonesia.
Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan transparansi. Reformasi akan dijalankan melalui delapan aksi strategis yang terstruktur.
Klaster Kebijakan Free Float
Baca Juga
OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen. Ketentuan ini diterapkan bertahap untuk emiten lama dan langsung untuk IPO baru. Tujuannya agar struktur kepemilikan saham lebih selaras dengan standar global.
Aksi korporasi seperti right issue dan program ESOP akan menjadi sarana strategis meningkatkan porsi free float. Selain itu, investor institusi domestik diperkuat perannya. Pemerintah menyesuaikan batasan investasi sambil tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko.
Klaster Transparansi
Penguatan keterbukaan informasi menjadi fokus utama di klaster ini. OJK akan mendorong transparansi ultimate beneficial owner dan afiliasi pemegang saham. Langkah ini bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar modal di mata investor global.
Data kepemilikan saham akan lebih granular dan andal. SRO diminta mengklasifikasi sub-tipe investor sesuai praktik global. BEI bersama KSEI akan mempublikasikan informasi tersebut secara transparan.
Klaster Tata Kelola dan Enforcement
Terdapat tiga rencana aksi di klaster ini, dimulai dengan demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Tujuannya memperkuat tata kelola dan mengurangi konflik kepentingan. Selanjutnya, penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal diperkuat.
Sanksi diberikan untuk manipulasi transaksi dan penyebaran informasi menyesatkan. Kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris diperkuat. Sertifikasi penyusun laporan keuangan emiten juga menjadi bagian dari reformasi ini.
Klaster Sinergitas Antarotoritas
Sinergi dilakukan melalui kolaborasi OJK, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Integrasi ini memperdalam pasar modal secara terstruktur. Langkah ini diharapkan memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.
Sinergi juga mencakup pemangku kepentingan lain untuk memperkuat pertumbuhan berkelanjutan. Koordinasi memungkinkan kebijakan lebih responsif terhadap dinamika pasar. Hal ini mendukung stabilitas dan kepercayaan investor.
Kepercayaan Investor dan Peran Bursa
Kepercayaan investor menjadi fondasi utama penguatan pasar modal. OJK terus hadir untuk menjaga kepercayaan publik dan melindungi investor. Hal ini menjadikan pasar modal Indonesia sehat, berintegritas, dan berdaya saing.
Bursa Efek Indonesia siap meningkatkan transparansi dan disclosure. Langkah ini mendukung percepatan reformasi sesuai ekspektasi global. Pertumbuhan pasar modal tidak hanya diukur dari kapitalisasi, tetapi kualitas dan akuntabilitas bursa sebagai pilar fundamental.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Uang Tunai Lebaran 2026 Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Nasional
- Senin, 30 Maret 2026
Sinar Mas Asuransi Syariah Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Pemisahan UUS
- Senin, 30 Maret 2026
Bijak Memanfaatkan PayLater untuk Keuangan Instan dan Kebutuhan Mendesak
- Senin, 30 Maret 2026











