Mentan Dorong Percepat Irigasi untuk Dorong Produksi Padi dan Ketahanan Beras Nasional
- Senin, 05 Januari 2026
JAKARTA - Percepatan rehabilitasi irigasi pertanian dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produksi padi nasional secara berkelanjutan.
Langkah ini ditegaskan sebagai kunci penting untuk menjamin ketersediaan air sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa swasembada beras tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan irigasi yang baik dan terencana. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur air yang mendukung proses produksi dari hulu hingga hilir.
Baca JugaPanduan Jadwal Lengkap KA BIAS Februari 2026 Rute Solo Madiun Caruban
Dengan irigasi yang berfungsi optimal, petani memiliki kepastian pasokan air sepanjang tahun. Kondisi ini menjadi dasar penting untuk menjaga produktivitas sawah sekaligus meningkatkan stabilitas hasil panen.
Ketersediaan Air dan Pola Tanam Petani
Ketersediaan air yang terkelola dengan baik membuat petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan. Hal ini memungkinkan pola tanam yang lebih teratur serta mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu.
“Irigasi bukan sekadar mengalirkan air ke sawah, melainkan juga tentang efisiensi dan keberlanjutan,” kata Mentan Amran. Ia menegaskan bahwa faktor penentu keberhasilan pertanian terletak pada peningkatan benih, pupuk, dan ketersediaan air yang memadai.
Dengan sistem irigasi yang baik, petani dapat mengatur waktu tanam secara lebih presisi. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi di tingkat petani.
Dampak Infrastruktur Irigasi terhadap Ketahanan Pangan
Jaringan irigasi yang berfungsi optimal berkontribusi langsung terhadap peningkatan hasil panen padi. Selain itu, infrastruktur yang baik juga berperan menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Mentan Amran menilai bahwa irigasi yang kuat akan menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Infrastruktur air yang terawat dengan baik menjadi penopang utama keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Didukung penguatan infrastruktur irigasi, kinerja pangan nasional menunjukkan tren yang positif. Produksi beras nasional pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara stok cadangan beras pemerintah diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal tahun 2026.
Strategi Kementerian Pertanian Perkuat Produksi
Peningkatan kinerja pangan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh. Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi.
“Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani,” ucap Amran. Pengelolaan air yang tepat dinilai menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian.
Ketersediaan air irigasi yang terencana memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam dan menekan risiko kekeringan saat musim kemarau. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan dan lebih stabil sepanjang tahun.
Percepatan Rehabilitasi Irigasi Nasional
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara masif dan terintegrasi sepanjang tahun 2025. Langkah ini mencakup pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian.
Upaya tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional. Kebijakan ini menjadi dasar percepatan perbaikan infrastruktur irigasi di berbagai daerah.
“Dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi nasional dan memastikan keberlanjutan produksi pangan dalam jangka panjang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Transformasi Energi Nasional Dimulai, Nuklir Jadi Pelengkap Energi Terbarukan
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Menkes Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah Tingkatkan Deteksi Dini Kanker
- Rabu, 04 Februari 2026
Revisi UU P2SK Didorong untuk Memperkuat Stabilitas dan Sektor Keuangan
- Rabu, 04 Februari 2026
Lamine Yamal Mencetak Gol Dan Marcus Rashford Memberi Assist Barcelona Melaju
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenkes Perkuat Kesiagaan Nasional untuk Tangani Wabah dan Krisis Kesehatan
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenekraf Dorong Kolaborasi Strategis untuk Perluasan Layar Bioskop Daerah
- Rabu, 04 Februari 2026










