JAKARTA - Rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kembali mencatatkan kenaikan meski hanya tipis dibandingkan bulan sebelumnya.
Data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia menunjukkan bahwa NPL KPR per September 2025 berada di level 3,31 persen. Angka ini turun sedikit dari Agustus 2025 yang sebesar 3,35 persen, namun tetap lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang tercatat 2,64 persen.
Kondisi ini menunjukkan tekanan yang muncul dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Baca JugaLuncurkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, PaninBank Bidik Dana Triliunan Rupiah
Pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik belum sepenuhnya berdampak pada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kewajiban cicilan rumah, terutama bagi segmen KPR bersubsidi maupun segmen menengah yang mengandalkan pendapatan tetap.
Faktor Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas kredit KPR adalah kondisi ekonomi makro dan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini cenderung stabil, tetapi inflasi dan biaya hidup yang meningkat membuat sebagian debitur mengalami kesulitan dalam menjaga kelancaran pembayaran.
Selain itu, kenaikan harga properti yang cenderung lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko kredit macet.
Hal ini membuat beberapa debitur perlu menyesuaikan anggaran bulanan mereka, sehingga sebagian berpotensi menunggak pembayaran KPR meski hanya untuk periode tertentu.
Upaya Perbankan Menekan Risiko NPL
Bank-bank penyedia KPR terus berupaya menekan risiko NPL melalui beberapa strategi. Salah satunya adalah memperketat seleksi calon debitur dengan menyesuaikan rasio cicilan terhadap pendapatan.
Selain itu, lembaga keuangan juga meningkatkan program restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak kesulitan ekonomi, dengan menawarkan perpanjangan tenor, penurunan suku bunga sementara, atau opsi penundaan cicilan.
Langkah-langkah ini dinilai penting agar kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Perbankan juga mendorong edukasi keuangan bagi nasabah KPR untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen anggaran dan kewajiban cicilan, sehingga risiko kredit macet dapat ditekan di masa mendatang.
Prospek dan Pemulihan KPR ke Depan
Meski NPL KPR kembali mengalami tekanan, terdapat optimisme pemulihan seiring membaiknya kondisi ekonomi dan pertumbuhan pasar properti. Stimulus pemerintah, termasuk insentif pajak dan program pembiayaan perumahan bersubsidi, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memacu minat calon pembeli rumah.
Selain itu, penyaluran kredit KPR baru tetap menunjukkan tren positif. Bank-bank besar melaporkan peningkatan aplikasi KPR dari debitur individu maupun segmen menengah atas.
Dengan pemulihan daya beli dan stabilisasi inflasi, kualitas kredit KPR diperkirakan akan membaik secara bertahap, sehingga NPL dapat kembali turun ke level yang lebih aman dalam beberapa kuartal ke depan.
Kondisi ini menegaskan bahwa pemantauan ketat terhadap portofolio kredit KPR, strategi restrukturisasi, serta dukungan stimulus ekonomi menjadi kunci agar sektor properti dan pembiayaan rumah tetap stabil.
Meski tekanan masih ada, langkah-langkah proaktif dari bank dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan kredit yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kisah Inspiratif Ummu Hanif Bakery Sukses Membangun Bisnis Donat Berawal Dari Rumah
- Kamis, 05 Februari 2026
Ariyo Wahab Siap Membuka Babak Baru Dalam Perjalanan Karier Industri Hiburan
- Kamis, 05 Februari 2026
Satria Muda Bangkit di Akhir Pertandingan Kalahkan Hornbills Secara Dramatis
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Bank Mandiri Menjalankan Seribu Seratus Tujuh Puluh Empat Program Tanggung Jawab Sosial
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemilik Kartu KKS Bank BSI Mulai Cairkan Bansos Tahap Satu Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Kamis, 05 Februari 2026
Resmi Menjadi Persero Bank Syariah Indonesia Memperkuat Peran Sebagai Bank Emas
- Kamis, 05 Februari 2026
Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga
- Kamis, 05 Februari 2026
Program Studi Akuntansi Dan Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika Cetak Profesional
- Kamis, 05 Februari 2026












