Jumat, 03 April 2026

Purbaya Sadewa Tekankan Pers Harus Jalankan Kritik Konstruktif bagi Kebijakan Negara

Purbaya Sadewa Tekankan Pers Harus Jalankan Kritik Konstruktif bagi Kebijakan Negara
Purbaya Sadewa Tekankan Pers Harus Jalankan Kritik Konstruktif bagi Kebijakan Negara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti peran jurnalis dalam mengawasi kebijakan pemerintah. 

Ia mengingatkan bahwa kritik pers bukan sekadar menyoroti kesalahan, tetapi juga memberikan solusi yang membangun. Menurut Purbaya, beberapa tahun terakhir, sebagian jurnalis cenderung "mingkem", sehingga pengawasan terhadap kebijakan ekonomi menjadi kurang optimal.

Ia menekankan, pers yang menjalankan fungsi kritik dengan baik akan membantu masyarakat memahami kebijakan fiskal dan ekonomi secara lebih jelas. Selain itu, masukan konstruktif dari pers menjadi panduan penting bagi pemerintah dalam merumuskan strategi, terutama ketika menghadapi tantangan ekonomi nasional.

Baca Juga

Nusuk Catat 51 Juta Pengguna, Digitalisasi Layanan Haji Semakin Terdepan

Perjalanan Media dan Fenomena "Media Darling"

Sejak Pilpres 2014, sebagian pers di Indonesia terlihat memberi sorotan berlebihan pada tokoh tertentu, yang kemudian dikenal sebagai fenomena "media darling". Fenomena ini muncul ketika media lebih fokus pada popularitas individu ketimbang melakukan investigasi kritis terhadap kebijakan publik.

Perkembangan teknologi, penetrasi internet, dan maraknya media sosial memperluas jangkauan informasi, tetapi juga menambah tekanan bagi media mainstream untuk bertahan hidup. Akibatnya, sebagian media lebih mengutamakan daya tarik berita populer, sehingga fungsi kontrol sosial terhadap pejabat publik menjadi tersisihkan.

Jurnalisme Verifikasi dan Peran Pers

Para pakar jurnalisme, termasuk Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, menekankan pentingnya jurnalisme verifikasi. Model ini menekankan pemeriksaan fakta dan memberi ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan posisi mereka, berbeda dari jurnalisme afirmasi yang lebih fokus mengonfirmasi praduga atau agenda politik tertentu.

Dalam konteks Purbaya, penerapan jurnalisme verifikasi memungkinkan pers untuk mengkritik kebijakan ekonomi secara objektif. 

Kritik yang tepat tidak hanya menyoroti kelemahan, tetapi juga membantu masyarakat memahami kebijakan dan mendorong transparansi. Hal ini penting agar pers tetap menjadi pilar demokrasi yang mampu menyeimbangkan popularitas tokoh publik dengan tanggung jawab sosial.

Demam Purbaya dan Tantangan Jurnalis

Fenomena "demam Purbaya" menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap aktivitas menteri tersebut. Ke mana pun Purbaya pergi, liputan media mengikuti setiap langkahnya. 

Namun, ia menekankan bahwa pujian saja tidak cukup. Pers diharapkan memberikan kritik yang membangun agar kebijakan pemerintah lebih efektif dan tepat sasaran.

Purbaya berharap pers aktif dalam menuntun arah kebijakan melalui masukan yang bijaksana. Fungsi kritik pers bukan sekadar menilai kebijakan, tetapi juga membantu pemerintah membuat keputusan yang berpihak pada rakyat. Dengan cara ini, pers tetap menjadi pengawas kekuasaan sekaligus pembimbing arah kebijakan negara.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Carmen H2H dan Prabowo Kompak Tunjukkan Simbol Finger Heart Bersama

Carmen H2H dan Prabowo Kompak Tunjukkan Simbol Finger Heart Bersama

Kunjungan Prabowo ke Korsel Hasilkan Investasi Jumbo Rp173 Triliun untuk Indonesia

Kunjungan Prabowo ke Korsel Hasilkan Investasi Jumbo Rp173 Triliun untuk Indonesia

Menhan Tinjau Langsung Bengkulu Siapkan 10 Batalion untuk Pertahanan Nasional

Menhan Tinjau Langsung Bengkulu Siapkan 10 Batalion untuk Pertahanan Nasional

Mentan Dorong Kemandirian Pangan sebagai Pilar Utama Pertahanan Negara

Mentan Dorong Kemandirian Pangan sebagai Pilar Utama Pertahanan Negara

Gibran Sambut Hangat Kepulangan Prabowo Usai Selesaikan Lawatan Penting di Asia

Gibran Sambut Hangat Kepulangan Prabowo Usai Selesaikan Lawatan Penting di Asia