Sabtu, 04 April 2026

BMKG Imbau Warga Jatim Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem Mendatang

BMKG Imbau Warga Jatim Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem Mendatang
BMKG Imbau Warga Jatim Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem Mendatang

JAKARTA - BMKG Stasiun Juanda mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada akhir Oktober hingga awal November 2025. 

Warga dihimbau untuk mengantisipasi hujan sedang hingga lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa sebagian wilayah Jatim tengah memasuki masa pancaroba, sementara sebagian lainnya mulai merasakan awal musim hujan.

Baca Juga

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Standar Baru Program Makan Bergizi Gratis

“Dalam sepekan ke depan, diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Wilayah pesisir hingga dataran tinggi di Jatim akan merasakan perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi kegiatan harian warga, terutama sektor transportasi, pertanian, dan pendidikan. BMKG Juanda menekankan pentingnya kesiapsiagaan agar risiko bencana hidrometeorologi bisa diminimalkan.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

BMKG Juanda menyebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh gangguan gelombang atmosfer, yakni Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, yang melintasi wilayah Jawa Timur. 

Kedua fenomena ini menyebabkan pembentukan awan konvektif yang mampu menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Selain itu, suhu muka laut yang cukup hangat di sekitar Selat Madura turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya potensi hujan lebat, angin kencang, serta risiko bencana seperti banjir dan longsor di wilayah dataran rendah maupun perbukitan.

BMKG juga menyebutkan bahwa daerah dengan topografi curam memiliki risiko lebih tinggi terhadap tanah longsor dan banjir bandang. Pohon tumbang dan jalan licin pun menjadi ancaman nyata bagi masyarakat yang tidak waspada terhadap kondisi alam.

Wilayah yang Perlu Waspada

Beberapa wilayah yang dianjurkan meningkatkan kewaspadaan meliputi Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Probolinggo, Lumajang, Blitar, Pasuruan, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Bondowoso, Madiun, Magetan, Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep.

Khusus daerah dengan topografi pegunungan, warga diminta memantau kondisi tanah dan sungai di sekitar rumah. Sedangkan wilayah pesisir dan dataran rendah diimbau siap siaga menghadapi potensi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. 

BMKG Juanda menekankan bahwa kewaspadaan dini dapat mengurangi risiko korban dan kerugian material.

Saran BMKG untuk Masyarakat

BMKG Juanda mendorong masyarakat rutin memantau kondisi cuaca melalui citra radar cuaca WOFI yang tersedia di laman resmi stamet-juanda.bmkg.go.id/radar. Selain itu, peringatan dini harian dan informasi cuaca 2–3 jam ke depan juga disampaikan melalui media sosial @infobmkgjuanda.

Warga diimbau menyiapkan langkah antisipasi, seperti memperkuat atap rumah, membersihkan selokan, menyiapkan jalur evakuasi, dan menjauhi area rawan longsor. Taufiq Hermawan menekankan bahwa pemantauan dan kewaspadaan bersama dapat meminimalisasi dampak negatif dari cuaca ekstrem yang terjadi.

Dengan kesiapsiagaan yang baik, BMKG berharap masyarakat tetap aman dan aktivitas harian tidak terganggu secara signifikan. Masyarakat juga diingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan pribadi dan keluarga ketika terjadi hujan lebat maupun angin kencang di wilayah masing-masing.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kementerian Haji dan Umra Prioritaskan Pemberangkatan Haji Lansia Natuna

Kementerian Haji dan Umra Prioritaskan Pemberangkatan Haji Lansia Natuna

Menteri Perumahan Apresiasi Distribusi Kredit Perumahan Jawa Tengah yang Merata

Menteri Perumahan Apresiasi Distribusi Kredit Perumahan Jawa Tengah yang Merata

Menteri Sosial Ajak Seluruh Pegawai Kemensos Terapkan Transportasi Ramah Lingkungan

Menteri Sosial Ajak Seluruh Pegawai Kemensos Terapkan Transportasi Ramah Lingkungan

Harga Terbaru Mobil Listrik Wuling Tawarkan Alternatif Kendaraan Ramah Lingkungan

Harga Terbaru Mobil Listrik Wuling Tawarkan Alternatif Kendaraan Ramah Lingkungan

Upaya Menbud dan Danantara Kolaborasi Manfaatkan Aset untuk Museum Inovatif

Upaya Menbud dan Danantara Kolaborasi Manfaatkan Aset untuk Museum Inovatif