Jumat, 06 Februari 2026

Prabowo Catat 43 Juta Warga Nikmati Layanan Cek Kesehatan Gratis

Prabowo Catat 43 Juta Warga Nikmati Layanan Cek Kesehatan Gratis
Prabowo Catat 43 Juta Warga Nikmati Layanan Cek Kesehatan Gratis

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mencatat pencapaian signifikan dalam setahun kepemimpinannya dengan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh warga negara. 

Program ini diklaim telah menjangkau lebih dari 43 juta masyarakat sejak diluncurkan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah preventif pemerintah untuk mengurangi beban pengobatan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Prabowo menegaskan setiap warga berhak mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis satu kali setahun pada hari ulang tahunnya, termasuk pelajar sekolah. “43 juta orang sudah menggunakan program cek kesehatan gratis, saya kira program pertama kali di sejarah RI,” ujarnya. 

Baca Juga

Prabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas

Menurut Prabowo, layanan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat, yang sebagian besar menunjukkan adanya masalah gigi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus agar tenaga medis, terutama dokter gigi, dapat dipenuhi sesuai kebutuhan masyarakat.

Tantangan Kekurangan Tenaga Medis

Selain perhatian terhadap hasil kesehatan masyarakat, Prabowo juga menyoroti masalah kekurangan tenaga medis. Indonesia disebut masih kekurangan 140 ribu dokter umum dan ribuan dokter spesialis, menjadi tantangan serius bagi sektor kesehatan. 

Kekurangan ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga menjadi isu global. Negara maju pun kerap mempekerjakan tenaga medis dari luar negeri dengan bayaran tinggi, sehingga persaingan mendapatkan dokter semakin ketat.

Prabowo menekankan perlunya penyesuaian kebijakan pendidikan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis. Fakultas kedokteran perlu ditambah dan kuota mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan nasional. 

Ia juga mendorong peningkatan beasiswa, termasuk melalui LPDP, agar pendidikan kedokteran menjadi prioritas utama. Hal ini diharapkan dapat mencetak tenaga medis yang cukup untuk mendukung program cek kesehatan gratis serta memperkuat pelayanan kesehatan nasional.

Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis

Program CKG dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus pada tiga momen utama: CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil serta balita. 

CKG ulang tahun menargetkan anak usia 0-6 tahun dan masyarakat usia 18 tahun ke atas, dilakukan di Puskesmas dan klinik yang bekerja sama. Pemeriksaan dapat dilakukan mulai dari hari ulang tahun hingga 30 hari berikutnya untuk mempermudah akses masyarakat.

CKG sekolah dilaksanakan bertepatan dengan tahun ajaran baru, menyasar anak usia 7-17 tahun. Sementara itu, CKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita dengan jadwal pemeriksaan di Puskesmas dan Posyandu. 

Jenis pemeriksaan mencakup skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, telinga, mata, tekanan darah, serta risiko stroke, kanker, dan kesehatan mental bagi dewasa dan lansia. Dengan program ini, pemerintah menekankan upaya preventif yang komprehensif untuk seluruh lapisan masyarakat.

Cara Pendaftaran Layanan Kesehatan

Pendaftaran CKG dibuat fleksibel agar masyarakat dapat mengakses layanan tanpa antre panjang. Pemerintah menyediakan beberapa kanal, termasuk aplikasi SatuSehat Mobile, WhatsApp layanan Kemenkes, dan pendaftaran langsung di Puskesmas.

Melalui aplikasi SatuSehat Mobile, masyarakat dapat mendaftar dengan cara mengunduh aplikasi, login akun, klik menu “Periksa Kesehatan Gratis”, buat tiket baru, mengisi data diri, memilih jadwal dan lokasi pemeriksaan, serta menyimpan tiket untuk ditunjukkan saat pemeriksaan. 

Alternatif lain melalui WhatsApp, masyarakat dapat menyimpan nomor layanan, mengetik pesan awal, mengikuti petunjuk pendaftaran, mengisi data diri, dan memperoleh tiket CKG digital.

Pendaftaran langsung di Puskesmas juga disediakan, di mana masyarakat datang membawa KTP, mengisi formulir, melakukan scan barcode cek kesehatan gratis, dan menunggu antrean sesuai prosedur. 

Dengan berbagai metode pendaftaran, pemerintah memastikan layanan cek kesehatan gratis dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara mudah, cepat, dan terstruktur.

Program ini tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sejak dini. 

Langkah ini diyakini dapat menurunkan risiko penyakit yang dapat dicegah, memperkuat layanan kesehatan nasional, dan menyiapkan sumber daya manusia medis yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat di masa depan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam